← Beranda

7 Trik Basa-Basi yang Dipakai Orang yang Jago Ngobrol, Nggak Bikin Jengkel!

Tazkia Royyan HikmatiarKamis, 27 Februari 2025 | 19.16 WIB
Ilustrasi perempuan yang sulit diajak ngobrol (freepik)

JawaPos.com - Banyak orang berpikir bahwa obrolan ringan itu cuma omong kosong—sekadar cara untuk menghindari keheningan canggung. Tapi, setelah memperhatikan orang-orang yang benar-benar jago ngobrol, Anda akan sadar kalau mereka tidak asal bicara.

Mereka membangun koneksi, mencairkan suasana, dan meninggalkan kesan baik hanya dalam hitungan menit.

Kabar baiknya, basa-basi itu bukan bakat bawaan, melainkan keterampilan yang bisa dipelajari. Orang yang ahli dalam percakapan kecil punya trik tertentu yang membuat mereka tampak lebih menarik, mudah didekati, dan gampang diingat.

Berikut ini tujuh rahasia mereka yang bisa kita terapkan dalam percakapan sehari-hari, dikutip dari Personal Branding Blog, Kamis (27/2).

1. Mereka Mengajukan Pertanyaan yang Memancing Cerita

Orang yang jago ngobrol tahu bahwa percakapan terbaik bukan soal tanya-jawab singkat, tapi tentang membangun interaksi.

Daripada bertanya, “Akhir pekanmu seru?”, mereka memilih pertanyaan seperti, “Apa bagian terbaik dari akhir pekanmu?” Ini mendorong lawan bicara untuk berbagi cerita, bukan sekadar menjawab "ya" atau "tidak."

Trik sederhana ini membuat percakapan lebih hidup dan mengalir secara alami. Selain itu, ini juga menunjukkan ketertarikan yang tulus pada orang lain.

2. Mereka Menyesuaikan Energi dengan Lawan Bicara

Dulu, saya mengira kunci basa-basi yang baik adalah selalu bersemangat dan antusias. Ternyata, kalau energi kita tidak sejalan dengan lawan bicara, obrolan bisa terasa canggung.

Misalnya, saat berbicara dengan seseorang yang pendiam, kita sebaiknya juga lebih santai, bukannya malah semakin heboh. Sebaliknya, jika lawan bicara penuh semangat, kita bisa menyesuaikan diri dengan energi mereka.

Orang yang pandai berbasa-basi peka terhadap suasana dan menyesuaikan diri dengan orang yang mereka ajak bicara. Hasilnya? Percakapan terasa lebih nyaman dan alami.

3. Mereka Tidak Takut dengan Keheningan

Basa-basi bisa terasa canggung, terutama ketika ada jeda dalam percakapan. Tapi, orang yang mahir dalam hal ini tidak buru-buru mengisi keheningan dengan obrolan yang dipaksakan.

Mereka menerima keheningan sebagai bagian alami dari percakapan. Jika topik mulai terasa membosankan, mereka dengan santai mengalihkan ke hal lain tanpa panik.

Intinya, mereka tidak terlalu memikirkan kecanggungan. Justru, sikap santai inilah yang membuat mereka terlihat lebih percaya diri dalam berbicara.

4. Mereka Mendengarkan dengan Penuh Perhatian

Kita semua pernah mengalami momen di mana kita berbicara, tapi lawan bicara jelas tidak benar-benar mendengarkan. Mereka mengangguk, tapi pikirannya entah ke mana.

Orang yang jago ngobrol melakukan sebaliknya. Mereka benar-benar mendengarkan, bukan sekadar menunggu giliran berbicara. 

Mereka menunjukkan ketertarikan dengan kontak mata, ekspresi wajah yang responsif, dan pertanyaan lanjutan yang menunjukkan bahwa mereka memperhatikan.

Ketika seseorang merasa didengar, mereka cenderung lebih terbuka. Obrolan ringan pun bisa berubah menjadi percakapan yang lebih mendalam dan bermakna.

5. Mereka Menggunakan Nama Lawan Bicara

Pernah merasa lebih diperhatikan saat seseorang menyebut nama kita dalam percakapan? Itu bukan kebetulan—otak kita bereaksi positif saat mendengar nama sendiri.

Orang yang pandai berbasa-basi tahu hal ini. Mereka tidak berlebihan dalam menyebut nama, tapi sesekali menggunakannya untuk membuat interaksi terasa lebih personal.

Contohnya, daripada hanya mengatakan, “Itu ide bagus,” mereka akan berkata, “Itu ide bagus, Dinda.” Hal kecil ini bisa membuat lawan bicara merasa dihargai dan lebih terhubung dengan kita.

6. Mereka Tidak Memaksa Percakapan Berlangsung Lama

Tidak semua obrolan harus panjang dan mendalam. Orang yang mahir dalam basa-basi tahu kapan harus mengakhiri percakapan tanpa membuatnya terasa canggung.

Mereka peka terhadap tanda-tanda bahwa lawan bicara ingin mengakhiri obrolan, seperti jawaban singkat atau tatapan ke arah lain. Alih-alih memaksa percakapan tetap berjalan, mereka memberikan jalan keluar yang elegan, seperti:

“Senang ngobrol denganmu! Aku nggak mau ganggu lebih lama, tapi semoga harimu menyenangkan.”

Membiarkan seseorang pergi tanpa rasa bersalah justru meningkatkan kesan baik tentang kita.

7. Mereka Meninggalkan Kesan Positif

Obrolan ringan yang sukses bukan soal kata-kata yang sempurna, tapi bagaimana kita membuat orang lain merasa.

Orang yang hebat dalam berbasa-basi tahu cara membuat lawan bicara merasa dihargai. Mereka memberikan pujian yang tulus, menyoroti kelebihan orang lain, dan menciptakan suasana yang nyaman.

Bukan berarti harus berlebihan. Cukup dengan menunjukkan ketertarikan yang tulus dan merespons dengan cara yang positif, kita bisa membuat seseorang merasa lebih dihargai hanya dalam percakapan singkat.

EDITOR: Kuswandi