JawaPos.com - Rumah adalah tempat di mana kita merasa nyaman dan aman, apalagi setelah seharian bekerja, rumah menjadi tempat terbaik untuk melepas lelah.
Namun sering kali kita kurang memerhatikan hal tersebut dengan membiarkan rumah berantakan, penyimpanan barang tidak teratur, dan lain sebagainya. Hal tersebut tentunya berpengaruh pada kesehatan kita.
Melansir dari laman News Report pada Selasa (04/02) jika rumahmu merasa berantakan dan tidak teratur, kemungkinan melakukan 7 kesalahan ini :
1. Menyimpan sesuatu untuk 'suatu hari nanti'
Kita semua bersalah karenanya. Seperti sekotak majalah lama yang ingin kamu baca, pakaian yang mungkin akan muat lagi suatu hari nanti, atau peralatan dapur dari hadiah yang belum pernah digunakan.
Seringkali, 'suatu hari nanti' tidak pernah datang, hingga barang-barang ini hanya tergeletak di sana mengumpulkan debu dan menambah kekacauan.
Psikologi mengungkapkan bahwa ini membentuk ikatan emosional dengan harta benda dan gagasan jika membuangnya dapat menimbulkan kecemasan. Tapi pada kenyataannya, jika kamu tidak menggunakan suatu barang lebih dari setahun, kemungkinan besar tidak akan peduli jika itu hilang.
2. Tidak menetapkan batasan dengan barang-barang
Barang-barang kita perlu dibatasi, sama halnya seperti tidak boleh membiarkan email kantor mengganggu makan malam dengan keluarga, kita juga tidak boleh membiarkan barang-barang itu terbuang ke tempat yang telah ditentukan.
Segala sesuatu di rumah, juga harus memiliki 'rumah', hingga jelas penyimpanannya dan tidak berserakan. Menetapkan batasan untuk barang bukan berarti bersikap kaku, tapi tentang menciptakan rasa keteraturan dan harmoni di rumah sendiri.
3. Tidak merapikan barang secara teratur
Memiliki rumah yang tertata rapi dan bebas dari kekacauan bukanlah pencapaian yang bisa diperoleh sekali saja, ini adalah proses yang berkesinambungan.
Anggap saja seperti memelihara taman, kamu tidak bisa hanya menanam bunga sekali dan berharap bunga itu mekar selamanya. Kamu perlu menyiraminya, menghilangkan gulma, memangkas tanaman, dan itu semua adalah pekerjaan yang berkelanjutan.
Hal yang sama berlaku untuk rumah, merapikan barang harus menjadi kebiasaan rutin, bukan ritual pembersihan musim semi tahunan. Ini tentang meninjau secara teratur tentang hal yang kamu miliki, benar-benar dibutuhkan, atau memang sudah tidak berguna lagi.
4. Tidak memanfaatkan ruang vertikal
Kita sering mengabaikan ruang vertikal di rumah dan hanya fokus pada ruang lantai dan permukaan, lupa bahwa dinding dan pintu juga dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang sangat baik.
Rak yang terpasang di dinding, pengait di pintu, rak buku yang tinggi, semuanya merupakan cara yang bagus untuk merapikan dan mengatur barang-barang tanpa memakan tempat.
Mata manusia secara alami bergerak ke atas dan ke bawah. Tapi pada saat menggunakan ruang vertikal, kamu tidak hanya menciptakan lebih banyak penyimpanan, namun juga membuat ruangan tampak lebih tinggi dan luas.
5. Terlalu keras pada diri sendiri
Kita hidup di dunia yang sering kali mengagungkan kesempurnaan, melihat gambar rumah yang rapi di majalah dan media sosial dan merasakan tekanan untuk meniru hal tersebut di ruangan sendiri.
Namun ingatlah bahwa rumahmu bukan tempat untuk pamer, tapi ini adalah ruang hidup dan bernafas di mana kehidupan nyata terjadi. Akan ada hari-hari ketika piring menumpuk, keranjang cucian meluap, dan mainan berserakan di lantai.
Memiliki rumah yang bebas dari kekacauan tidak berarti harus selalu sempurna. Ini tentang menciptakan ruang yang terasa nyaman dan fungsional untukmu dan orang-orang tercinta.
6. Tidak beradaptasi dengan perubahan
Hidup selalu berubah-ubah, hal yang berhasil di masa lalu belum tentu terjadi di masa sekarang atau masa depan. Mungkin kamu baru saja melahirkan, bekerja dari rumah sekarang, atau melakukan hobi baru yang membutuhkan ruang.
Sama seperti kita beradaptasi terhadap perubahan-perubahan dalam hidup, rumah kita juga harus beradaptasi. Sangat penting untuk menilai kembali ruangan dan metode organisasi secara berkala untuk memastikan semuanya masih sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup saat ini.
7. Membeli barang yang tidak dibutuhkan
Sensasi menemukan tawaran yang murah terlalu sulit untuk ditolak, tak terasa kita menghabiskan uang pada hal yang tidak dibutuhkan dan akhirnya berserakan di rumah.
Lebih sedikit kekacauan, lebih sedikit stres, dan lebih banyak uang yang dihemat. Ingat, setiap barang yang kamu bawa ke rumah harus memiliki tujuan atau memberimu kegembiraan.
Dikutip dari laman Halodoc pada Selasa (04/02) bahwa rumah berantakan bisa memicu gangguan kecemasan. Sebuah survey pada 2016 terhadap orang-orang yang ruang tamunya tidak teratur, berdampak negatif pada persepsi tentang rumah dan kepuasan akan kehidupan secara keseluruhan.
Maka dari itu, kita semua perlu menjaga dan merawat rumah agar menjadi tempat pulang terbaik dsn ternyaman, ini bukan berarti harus mewah tapi lebih tertata dan minimalis.