← Beranda

Kebiasaan Menggigit Sedotan? Ketahui Alasan Psikologis dan Cara Menghentikannya

Tri Septi Hari NikitaRabu, 8 Januari 2025 | 17.47 WIB
Stres dan Cemas Picu Kebiasaan Gigit Sedotan. (Alessio Cesario / Pexels).

 

JawaPos.com – Kebiasaan menggigit sedotan adalah fenomena yang sering dijumpai, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini ternyata memiliki penjelasan psikologis yang mendalam dan dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Melansir dari Halodoc, berikut adalah penjelasan mengenai penyebab kebiasaan menggigit sedotan, dampaknya, serta cara mengatasinya.

Apa Itu Oral Fixation?

Salah satu alasan seseorang memiliki kebiasaan menggigit sedotan adalah kondisi psikologis yang dikenal sebagai oral fixation.

Oral fixation merupakan istilah yang berasal dari teori psikoanalisis Sigmund Freud. Menurut Freud, individu yang tidak mendapatkan pemenuhan kebutuhan emosional atau fisik pada tahap oral (usia lahir hingga sekitar empat tahun) dapat mengembangkan kebiasaan oral yang berlanjut hingga dewasa.

Bentuk fiksasi oral tidak hanya terbatas pada menggigit sedotan, tetapi juga termasuk menggigit kuku, mengunyah pensil, atau kebiasaan lain yang melibatkan mulut.

Penyebab Kebiasaan Menggigit Sedotan

  1. Mekanisme Pengelolaan Stres
    Menggigit sedotan dapat berfungsi sebagai cara untuk mengurangi stres atau kecemasan. Tanpa disadari, tindakan ini memberikan rasa nyaman sementara.

  2. Kebosanan
    Bagi beberapa orang, kebiasaan ini muncul sebagai respons terhadap kebosanan, seperti saat tidak ada aktivitas yang dilakukan.

  3. Kebutuhan Psikologis
    Sebagai manifestasi dari fiksasi oral, kebiasaan menggigit sedotan dapat menjadi tanda adanya kebutuhan emosional yang belum terpenuhi.

Risiko Kebiasaan Menggigit Sedotan

Meskipun tampak tidak berbahaya, kebiasaan ini dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan, antara lain:

  1. Kerusakan Gigi
    Tekanan terus-menerus pada gigi dapat merusak enamel, menyebabkan gigi sensitif, atau bahkan berlubang.

  2. Masalah Mulut dan Gusi
    Menggigit sedotan yang tidak higienis dapat meningkatkan risiko infeksi pada mulut dan gusi.

  3. Kebiasaan yang Sulit Dihentikan
    Seiring waktu, kebiasaan ini dapat berkembang menjadi perilaku otomatis yang sulit dihentikan tanpa intervensi.

Cara Mengatasi Kebiasaan Menggigit Sedotan

  1. Alihkan dengan Aktivitas Lain
    Menggantikan kebiasaan menggigit dengan aktivitas lain, seperti menggenggam bola stres atau mengunyah permen karet bebas gula, dapat membantu.

  2. Tingkatkan Kesadaran Diri
    Sadari kapan kebiasaan ini muncul, misalnya saat sedang stres atau bosan, sehingga Anda dapat mengantisipasinya.

  3. Latih Kebiasaan Baru
    Cobalah melatih diri untuk menghindari kebiasaan ini dengan mengganti sedotan plastik dengan sedotan stainless steel atau mengurangi penggunaan sedotan sama sekali.

  4. Kelola Stres dengan Baik
    Praktikkan teknik relaksasi, seperti meditasi atau yoga, untuk membantu mengatasi stres tanpa perlu menggigit sedotan.

  5. Konsultasi dengan Profesional
    Jika kebiasaan ini sulit dihentikan, Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk memahami penyebab mendasarnya dan mencari solusi jangka panjang.

Kebiasaan menggigit sedotan mungkin tampak sederhana, tetapi dapat mencerminkan kondisi psikologis yang lebih dalam, seperti oral fixation. Selain itu, kebiasaan ini dapat memengaruhi kesehatan mulut dan gigi dalam jangka panjang.

Dengan mengenali penyebabnya dan mencoba strategi untuk mengatasinya, Anda dapat menghentikan kebiasaan ini dan menjaga kesehatan emosional serta fisik dengan lebih baik. Jika perlu, jangan ragu untuk meminta bantuan profesional.

EDITOR: Ilham Safutra