JawaPos.com - Perceraian berulang kali bukan hanya soal nasib buruk atau kesalahan dalam memilih pasangan.
Dalam perspektif psikologi, orang yang pernah bercerai berkali-kali sering memiliki ciri-ciri atau pola tertentu yang bisa menjelaskan mengapa hubungan mereka sulit bertahan.
Hal ini tidak selalu negatif, tetapi seringkali mencerminkan sifat unik yang memengaruhi cara mereka menjalani hubungan.
Dilansir dari laman Blog Herald pada Selasa (31/12), berikut adalah delapan sifat unik yang sering ditemukan pada orang yang pernah bercerai berkali-kali.
1. Kesulitan dalam Menjalin Komitmen
Komitmen adalah fondasi utama dari hubungan jangka panjang. Namun, bagi sebagian orang, gagasan tentang komitmen dapat terasa menakutkan.
Psikologi menunjukkan bahwa kesulitan ini sering berasal dari pengalaman masa lalu yang belum terselesaikan atau rasa takut akan keintiman.
Akibatnya, ketika hubungan mulai menjadi serius, mereka mungkin tanpa sadar menyabotase diri sendiri atau menjauh dari pasangan.
Hal ini bukan berarti mereka tidak menginginkan hubungan yang langgeng, melainkan ada ketidakpastian mendalam yang memicu pola perceraian berulang.
2. Tingkat Empati yang Tinggi
Empati adalah sifat yang luar biasa, tetapi bagi sebagian orang, itu juga menjadi pedang bermata dua.
Orang dengan tingkat empati yang tinggi cenderung tertarik pada pasangan yang membutuhkan dukungan emosional atau bahkan "penyelamatan."
Hal ini sering kali membawa mereka ke dalam hubungan yang tidak seimbang atau bahkan beracun. Dalam jangka panjang, hubungan semacam ini sulit untuk dipertahankan dan dapat berujung pada perceraian.
Bagi orang yang pernah bercerai berkali-kali, sifat unik ini bisa menjadi penyebab utama mengapa mereka sering terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.
Baca Juga: 7 Pertanda Baik dalam Kencan Pertama Pasca Perceraian yang Perlu Diperhatikan, Menurut Psikologi
3. Kecenderungan Impulsif
Cinta yang menggebu-gebu memang terasa menyenangkan, tetapi impulsivitas dalam memulai atau mengakhiri hubungan dapat menjadi masalah.
Orang yang impulsif cenderung membuat keputusan besar tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Misalnya, menikah terlalu cepat karena euforia cinta, atau sebaliknya, memutuskan berpisah karena konflik kecil.
Ketidakstabilan ini sering kali membuat hubungan menjadi rapuh dan sulit bertahan dalam jangka panjang.
4. Sensitif terhadap Penolakan
Sensitivitas terhadap penolakan adalah sifat lain yang sering ditemukan pada orang yang pernah bercerai berkali-kali.
Sifat unik ini membuat mereka mudah merasa tidak dicintai atau tidak dihargai, bahkan karena hal-hal kecil seperti kritik konstruktif atau argumen ringan.
Dalam hubungan, hal ini bisa memicu konflik yang sebenarnya tidak perlu, membuat pasangan merasa sulit untuk terus bersikap terbuka atau jujur.
Baca Juga: Ingin Kembali Punya Pasangan Pasca Jadi Duda atau Janda? Berikut 11 Tips Kencan Setelah Perceraian
5. Mendambakan Perubahan dan Kegembiraan Terus Menerus
Bagi sebagian orang, stabilitas dalam hubungan terasa membosankan. Mereka mendambakan kegembiraan, petualangan, dan pengalaman baru.
Gagasan untuk "menetap" dengan satu orang saja terkadang terasa seperti jebakan. Akibatnya, mereka sering kali berpindah dari satu hubungan ke hubungan lain, mencari sensasi awal dari romansa baru.
Ini adalah salah satu alasan utama mengapa orang yang pernah bercerai berkali-kali sering kali merasa sulit untuk bertahan dalam satu hubungan.
6. Berjuang dengan Komunikasi yang Efektif
Komunikasi adalah kunci dalam setiap hubungan, tetapi tidak semua orang pandai melakukannya. Beberapa orang cenderung menahan perasaan mereka, berpikir bahwa itu akan menghindarkan mereka dari konflik.
Namun, emosi yang dipendam ini akhirnya menumpuk dan meledak, sering kali dalam bentuk pertengkaran besar yang bisa menghancurkan hubungan.
Kurangnya kemampuan untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur sering menjadi alasan mengapa hubungan mereka gagal.
7. Menghindari Introspeksi Diri
Salah satu pola yang sering ditemukan pada orang yang pernah bercerai berkali-kali adalah kecenderungan untuk menghindari introspeksi diri.
Mereka mungkin merasa lebih mudah menyalahkan pasangan atau situasi daripada melihat ke dalam diri sendiri dan mencari tahu apa yang bisa mereka perbaiki.
Padahal, introspeksi adalah langkah penting untuk memahami pola hubungan yang berulang dan bagaimana mengubahnya.
8. Kurangnya Harga Diri
Orang yang pernah bercerai berkali-kali sering kali berjuang dengan masalah harga diri. Mereka mungkin merasa bahwa mereka tidak cukup berharga atau tidak pantas mendapatkan hubungan yang sehat.
Akibatnya, mereka cenderung menerima perlakuan yang buruk atau bertahan dalam hubungan yang merugikan. Dalam beberapa kasus, mereka mungkin terus mencari validasi dari pasangan, berpindah-pindah hubungan tanpa benar-benar merasa puas.
Orang yang pernah bercerai berkali-kali memiliki sifat unik yang membedakan mereka dari yang lain. Memahami sifat-sifat ini adalah langkah pertama untuk mengenali pola hubungan yang mungkin berulang.
***