JawaPos.com - Caramu berpikir mempengaruhi perasaan dan caramu merespons kehidupan. Pola pikir positif memungkinkan dirimu untuk menghadapi tantangan dengan optimisme, di mana ini mampu meningkatkan kesejahteraanmu. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan pola pikir positif cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan bahkan dapat hidup lebih lama.
Berpikir positif juga berfungsi sebagai penangkal bagi stres, kelelahan, depresi, dan bahkan penyakit, membantu tubuh dan pikiran tetap sehat meski menghadapi tekanan hidup. Mengutip openup.com, berikut ini beberapa cara menjadi orang yang positif dengan sederhana supaya hidup lebih tenang dan bermakna.
1. Bersyukur
Rasa syukur nyatanya membantu dirimu untuk fokus pada hal-hal positif dalam hidup. Ini memberikan perspektif saat kamu merasa stres, cemas, atau sedih, serta memungkinkan dirimu menikmati momen kebahagiaan setiap hari.
Baca Juga: Inilah 8 Karakteristik Orang yang Membawa Perubahan Positif untuk Dunia, Menurut Psikologi
Kamu bisa berlatih rasa syukur dengan meditasi atau menulis jurnal. Contohnya, catat tiga hal yang kamu syukuri setiap hari, seperti hal-hal yang berjalan dengan baik yang menyenangkan, atau yang membuat dirimu merasa bangga.
2. Tantang pikiran negatifmu
Kita sering kali menjadi pengkritik terbesar bagi diri kita sendiri yang dapat merusak motivasi dan citra diri. Maka dari itu, penting dalam menempatkan kritik internal pada posisi yang tepat dan memberikan dorongan positif.
Sebagai contoh, apabila kamu tidak berhasil menyelesaikan tugas, hindari berpikir bahwa dirimu malas atau kurang berambisi. Sebaliknya, beri dirimu kata-kata positif, seperti, "Hari ini tidak berjalan seperti yang diharapkan, namun besok aku akan mencoba lagi." Dengan cara ini, kamu dapat tetap termotivasi dan maju.
3. Bersikap baik pada diri sendiri
Pikiran negatif merupakan hal yang alami dan sering muncul tanpa diundang. Guna mengubahnya menjadi lebih positif, kamu perlu terlebih dahulu menyadari dan mengamatinya. Ketika kamu merasa cemas mengenai pekerjaan, mengkritik orang lain, atau terjebak dalam kesalahan, ambil waktu sejenak untuk memikirkan hal tersebut.
Selanjutnya, temukan dua alasan positif dalam mengubah pola pikir itu. Misalnya, meskipun pekerjaan terasa berat, kamu bisa berpikir bahwa masa depan akan membawa kesempatan lebih baik dan dirimu juga mempunyai rekan kerja yang mendukung.
Baca Juga: Menurut Psikologi, Orang Sukses Biasanya Mengadopsi 5 Kebiasaan dalam Gaya Hidup Mereka yang Positif
4. Ambil pelajaran dari kejadian yang positif
Pernahkah kamu mengalami sesuatu yang luar biasa dalam hidupmu? Pikirkan bagaimana kepribadian atau keterampilanmu berperan dalam mencapainya. Orang yang optimis cenderung memanfaatkan kesempatan dan merayakan pencapaian mereka, sementara orang pesimis lebih cenderung menganggap kesuksesan tersebut sebagai kebetulan atau faktor luar.
Misalnya, apabila kamu menerima umpan balik positif pada suatu proyek, maka coba fokuslah pada kontribusi yang telah kamu berikan, bukan hanya pada kemudahan proyek itu. Pilih untuk melihat sisi positif dari setiap pencapaian yang kamu raih.
5. Bantu orang lain
Situasi menang-menang terbaik dalam hidup adalah ketika kamu membantu orang lain, sebab pada saat yang sama, kamu juga sedang membantu dirimu sendiri. Baik itu dengan menyumbangkan uang untuk amal, memberikan bantuan kepada teman yang sedang pindahan, atau membantu saudara menulis surat lamaran kerja, tindakan kebaikan ini langsung meningkatkan kebahagiaanmu.
Selain itu, ada manfaat luar biasa lainnya di mana orang yang sering berbuat baik cenderung mempunyai umur yang lebih panjang, karena kebaikan tidak hanya bermanfaat bagi orang lain tetapi juga bagi kesehatan emosional dan fisikmu.
Baca Juga: Menurut Psikologi, Orang Sukses Biasanya Mengadopsi 5 Kebiasaan dalam Gaya Hidup Mereka yang Positif
6. Rayakan hidup
Jangan menunggu momen besar seperti ulang tahun, promosi, atau lamaran guna merayakan hidupmu. Hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari juga layak untuk dirayakan. Apakah kamu berhasil memenuhi tenggat waktu, pergi ke pusat kebugaran, atau menyelesaikan tugas yang telah lama ditunda?
Atau mungkin menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah? Semua pencapaian kecil ini patut dihargai. Ambillah waktu sejenak guna menghargai diri sendiri dan memberi penghargaan atas usaha yang telah dilakukan. Hidup berlangsung sekarang, jadi rayakan setiap hari dengan penuh kesadaran dan syukur.
7. Fokus pada dirimu
Penelitian menunjukkan bahwa tertawa dapat mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. Selain itu, tertawa juga bisa meningkatkan suasana hati dan memberikan dorongan bagi kepercayaan dirimu. Oleh sebab itu, cobalah tertawa, bahkan dalam situasi sulit. Tertawa atau tersenyum meski terasa dibuat-buat juga dapat segera mengurangi stres dan memperbaiki suasana hatimu.
Ini terjadi karena kamu sedang memanipulasi respons otakmu. Selain itu, menjaga postur tubuh yang positif juga membantu. Dengan menjaga punggung tegak, bahu rileks, dan dagu terangkat, sehingga kamu dapat memperbaiki mental pada dirimu sendiri.
Baca Juga: Menurut Psikologi, Orang Sukses Biasanya Mengadopsi 5 Kebiasaan dalam Gaya Hidup Mereka yang Positif
8. Keluar rumah
Salah satu kiat yang paling mudah diterapkan adalah dengan berolahraga dan menghabiskan waktu di luar rumah. Aktivitas fisik ini terbukti mempunyai manfaat positif untuk suasana hati, maka hal ini dapat membantumu mengembangkan sikap yang lebih optimis.
Menggerakkan tubuh dan berada di luar bisa meningkatkan energi, mengurangi stres, dan memperbaiki perasaan secara keseluruhan, menjadikanmu lebih siap dalam menghadapi tantangan hidup dengan pandangan yang lebih positif.
9. Kelilingi dirimu dengan orang yang positif
Sikap positif memang sangat menular. Ketika kamu mengelilingi dirimu dengan orang-orang yang berpikir positif, ada kemungkinan besar bahwa hal tersebut akan mempengaruhimu untuk merasa lebih baik dan lebih percaya diri. Akan tetapi, tidak selalu mungkin untuk selalu berada di lingkungan yang sepenuhnya positif.
Contohnya, jika kamu memiliki seorang rekan kerja yang sering menguras energimu dengan sikap negatif, dibandingkan terfokus pada orang tersebut, cobalah mencari dan berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki energi positif di sekitarmu. Fokus pada mereka akan membantumu tetap menjaga semangat dan optimisme.
***