JawaPos.com - Prosedur suntik vitamin C marak dimanfaatkan industri kecantikan untuk mencerahkan kulit kliennya. Layaknya suntik, cara kerjanya hanya dengan menyuntikkan larutan vitamin C dan gluthatione ke dalam pembuluh darah lewat lipatan lengan.
Namun seberapa efektif injeksi vitamin C untuk memutihkan kulit?
Dijelaskan dr. Lanny Juniarti, seorang Ahli Estetika, didalam vitamin C terkandung sifat antiokadasi yang merubah pigmen kulit menjadi lebih pucat dan muda. Menurutnya bahan apapun yang sifatnya antioksidan, pasti akan membuat warna kulit menjadi lebih terang.
"Dalam dosis tertentu memang kita membutuhkan asupan vitamin C. Namun dalam dosis over dan jangka panjang akan nggak baik untuk kesehatan. Disarankan injeksi vitamin c harus dibawah pengawasan dokter," jelasnya kepada Jawapos.com belum lama ini.
Lanny menekankan, radiasi UV memicu melanogenesis, penyebab penggelapan, dan pigmentasi kulit. Vitamin C dan gluthatione (GSH) adalah agen antioksidan kuat yang membantu melindungi kulit dari penuaan dan membuatnya lebih cerah.
Namun perlu dipahami, efek suntik vitamin C hanya berfungsi mencerahkan warna kulit dan mengembalikan rona aslinya, bukan 'memutihkan' seperti yang selama ini diketahui masyarakat.
"Ada ras yang berpengaruh secara gen, jadi tidak bisa kita rubah. Yang bisa kita lakukan adalah merubah pigmen tersebut menjadi pucat atau terang," tegas pemilik klinik Miracle Esthetic ini.
Bagi Lanny, suntik vitamin C hanya dikhususkan untuk seseorang yang secara anatomi sudah mengalami penurunan kulit, kemudian para perokok, stres tinggi, kurang tidur, orang sakit dan kondisi lain yang membutuhkan ekstra vitamin C.