← Beranda

7 Manfaat Kesehatan dari Asparagus, Ini Hasil Penelitiannya: Bagus untuk Pencernaan, Anti Kanker, dan Sangat Baik untuk Orang Hamil

Alberta Dionny NatanuelKamis, 14 November 2024 | 05.22 WIB
ilustrasi asparagus. (Sumber foto: Freepik)

JawaPos.com - Asparagus, atau Akar Parsi, adalah sayuran yang cukup aneh. Asparagus yang biasa kita makan ini merupakan tunas dari tanaman asparagus itu sendiri.

Sayuran ini tidak memiliki musim, sehingga dapat tumbuh dan dapat dipanen setiap saat. Akan tetapi untuk asparagus siap untuk dibudidayakan membutuhkan waktu yang lama.

Dilansir dari Boston Organics, kebanyakan tanaman sayur memiliki musim panennya mereka masing-masing. Tapi asparagus adalah salah satu tanaman yang dapat terus dibudidayakan sepanjang tahun.

Asparagus juga bukan berasal dari benih, tetapi akar bibit yang membutuhkan hampir tiga tahun untuk tumbuh besar. Karena tunas dari akar tersebut bukan asparagus yang kita panen, tetapi menjadi pohon utama agar tumbuh tunas-tunas baru yang kemudian kita panen.

Maka dari itu, para petani asparagus membutuhkan modal dan kesabaran yang lebih besar dari sayuran lainnya.

Dilansir dari Healthline, asparagus dapat dinikmati matang dan mentah. Asparagus rendah akan kalori dan kaya vitamin, mineral dan antioksidan.

Dalam 90 gram asparagus matang terdapat 20 kalori, 2.2 gram protein, 1.8 gram serat, dan 0.2 lemak.

Pada 90 gram asparagus dapat memenuhi 57 persen kebutuhan vitamin K per hari, 34 persen asam folat, 18 persen vitamin A, 12 persen vitamin C, dan lain-lain.

Kaya antioksidan

Baca Juga: Dinas Nakertrans Riau Matangkan Persiapan Penetapan UMP 2025

Antioksidan adalah kandungan yang dapat melindungi sel-sel dalam tubuh kita dari efek jelek radikal bebas dan stres oksidasi.

Stres oksidasi dapat menyebabkan penuaan, peradangan kronis, hingga kanker.

Vitamin E dan C pada asparagus adalah kandungan antioksidan yang ada pada asparagus.

Asparagus kaya akan flavonoid seperti quercetin, isorhamnetin, dan kaempferol. Kandungan-kandungan tadi telah dibuktikan sangat berguna untuk kesehatan kita.

Bagus untuk pencernaan

Asparagus kaya akan mineral, antioksidan dan prebiotik alami seperti inulin. Inulin ini dapat mendukung perkembangan bakteri baik pada perut kita.

Asparagus juga memiliki efek laksatif yang sangat bermanfaat untuk orang-orang dengan konstipasi kronis.

Dilansir dari Cleveland Clinic, serat juga dapat mendukung pencernaan yang sehat. Dengan mengkonsumsi asparagus matang, resiko peradangan pada kolon dapat berkurang.

Menurunkan kadar gula darah

Pada beberapa tes pada hewan, ditemukan bahwa ekstrak asparagus dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus-tikus dengan diabetes.

Dalam penelitian lain, diperjelas cara ekstrak asparagus tersebut menurunkan kadar gula darah dengan menurunkan tingkat glukosa, kolesterol dan kerusakan oksidasi.

Dapat menurunkan kolesterol dan tekanan darah

Baca Juga: Polda Jatim Periksa Nikita Mirzani Saksi Kasus Pencemaran Nama Baik

Terdapat penelitian yang menemukan bahwa asparagus dapat menurunkan tingkat kolesterol dengan memperbaiki pengikatan asam empedu saat mencerna makanan.

Dalam hal tersebut, asparagus lebih efektif daripada sayuran lainnya seperti terung, kacang hijau, wortel dan brokoli.

Pada sebuah penelitian menggunakan hewan ditemukan asparagus dapat meregulasi metabolisme lipid, menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi berat badan tikus yang digunakan.

Dilansir dari Very Well Fit, vitamin A dan C merupakan antioksidan yang sangat kuat untuk menghilangkan radikal bebas dari peredaran darah. Dengan begitu, kerusakan pada peredaran darah akan bekurang dan resiko penyakit jantung menurun.

Anti kanker

Baca Juga: Nekat! Pengemudi Tabrakkan Mobil ke Kerumunan, 35 Tewas dan 43 Lainnya Terluka

Asparagus dan ekstraknya telah dibuktikan dapat melawan kanker payudara dan kanker pankreas.

Asparagus mengandung saponin, atau ekstrak etanol dari batangnya, yang mengandung manfaat anti kanker.

Polysaccharide pada asparagus juga memiliki manfaat anti kanker dengan mengurangi peradangan dan stres oksidasi serta mendukung pencernaan dan sistem imun.

Mendukung sistem imunitas

Hasil penelitian menemukan ekstrak asparagus dapat mendukung imunitas dengan berbagai cara. Seperti mendorong kinerja sel darh merah dan putih, serta mendukung produksi antibodi.

Asparagus juga ditemukan memiliki antimikroba yang dapat melawan infeksi.

Mendukung kehamilan yang sehat

Asam folat sangat penting untuk orang-orang hamil agar janin yang dikandung dapat berkembang dengan baik.

Asam folat mengurangi resiko penyakit-penyakit pada janin seperti spina bifida dan kerusakan saraf.

EDITOR: Hanny Suwindari