← Beranda

Orang yang Memposting Story di Media Sosial Lebih dari 3 dalam Sehari, Cenderung Memiliki 7 Kepribadian Ini

Sharah SalsabilaSelasa, 24 September 2024 | 20.20 WIB
Ilustrasi- Orang yang rutin membuat status atau story di media sosial.

JawaPos.com - Sebagai manusia yang hidup di era digital, seringkali terpancing untuk membagikan story atau cerita di media sosial mengenai aktivitas keseharian, pencapaian, atau bahkan kisah sedih yang tengah dialami.

Membagikan story di media sosial memang sah-sah saja dilakuan tapi hal itu sering membuat kita lupa akan batasan antara kehidupan pribadi dan sosial, kemudian kisah kehidupan ini menjadi bebas untuk konsumsi publik.

Melansir dari laman Ge Editing, orang yang memposting story di media sosial lebih dari 3 dalam sehari, cenderung memiliki 7 kepribadian ini :

1. Haus Validasi

Keinginan untuk divalidasi tidak selalu merupakan sifat yang negatif, pasti kita semua ingin merasa dihargai dan diapresiasi oleh orang lain. Tapi, kebutuhan itu mungkin lebih besar bagi orang-orang yang sering memposting di media sosial.

Memposting 3 story atau lebih dalam sehari, memungkinkan seseorang untuk terus mencari umpan balik dan persetujuan orang lain yang mampu meningkatkan harga diri mereka.

Perilaku ini dapat menjadi indikasi kebutuhan yang mendalam akan validasi dan persetujuan dari orang lain, sehingga orang tersebut cenderung menggantungkan kebahagiaannya menurut pandangan orang lain.

2. Memiliki Kebutuhan yang Tinggi Terhadap Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan kebutuhan dasar manusia. Tapi orang yang secara teratur mengunggah lebih dari 3 story dalam sehari di media sosial, mungkin menunjukkan keinginan yang tinggi untuk berinteraksi dengan orang lain.

Orang-orang ini sering kali menjadi orang yang memulai percakapan, mengomentari kiriman orang lain, dan terus memperbarui status mereka.

Postingan yang sering berfungsi sebagai pembuka percakapan, sehingga mengundang audiens atau followers untuk terlibat dengan kehidupannya.

Baca Juga: Profil Irjen Yudhiawan Wibisono, Penyidik KPK yang Kini Jadi Kapolda Sumsel

Baik itu berbagi resep baru yang telah mereka coba, rutinitas olahraga, atau bahkan pemikiran mereka tentang topik yang sedang tren, kiriman mereka sering kali mendorong keterlibatan sosial.

3. Mereka Berjuang dengan Harga Diri

Ini bukan hal yang mudah untuk diakui, dan mungkin tidak berlaku bagi semua orang yang sering mengunggah postingan di media sosial.

Orang-orang ini mungkin terus-menerus membandingkan dirinya dengan orang lain secara daring, sering kali merasa tidak mampu meskipun banyak suka dan komentar yang mereka terima.

4. Mereka Menghargai Koneksi

Di dunia digital yang serba cepat ini, mudah untuk merasa terputus. Bagi orang yang memposting lebih dari 3 story dalam sehari di media sosial, memiliki cara untuk menjembatani kesenjangan tersebut dan menumbuhkan rasa koneksi.

Mereka ingin berbagi kegembiraan, kesedihan, kemenangan, dan kegagalan bukan hanya untuk mendapatkan validasi. Tetapi juga untuk terhubung dengan orang lain pada tingkat kemanusiaan.

Postingan itu merupakan undangan bagi orang lain untuk bergabung dengan mereka dalam perjalanannya, menawarkan sekilas kehidupan mereka dengan keinginan untuk koneksi yang autentik.

5. Mencari Jalan Agar Selalu Kreatif

Baca Juga: 7 Karakter Utama Anime Paling Keren yang Tidak Punya Kekuatan Khusus, Andalkan Kecerdasan Otak dan Fisik Mentah

Kita semua punya sisi kreatif yang bisa diasah melalui berbagai jalan, bagi orang yang memposting lebih dari 3 story dalam sehari di media sosial akan berpikir itu sebagai wadah kreativitasnya.

Baik itu membuat teks yang sempurna, memilih filter untuk foto, atau membuat konten yang menarik, atau sekedar aktivitas yang memicu kreativitas mereka.

6. Memiliki Semangat Hidup

Orang yang memposting lebih dari 3 story dalam sehari di media sosial adalah mereka dengan jadwal yang padat dan memiliki semangat hidup.

Baik itu mencoba kafe baru di kota, menonton film terbaru, atau sekadar menikmati matahari terbenam yang indah, mereka selalu menemukan kegembiraan dalam momen sehari-hari dan ingin berbagi pengalaman ini.

Postingan mereka sering kali memancarkan kepositifan dan kegembiraan, menawarkan sedikit kegembiraan dan inspirasi bagi para pengikutnya.

Antusiasme mereka terhadap kehidupan akan menular, dan sulit untuk tidak terhanyut dalam energinya yang penuh semangat.

7. Menghindari Masalah di Dunia Nyata

Baca Juga: Bareng OpenAI, Mantan Desainer Apple Jony Ive Garap Perangkat AI Baru, Bikin Apa Ya?

Terkadang, sering memposting di media sosial dapat menjadi cara untuk melarikan diri dari masalah di dunia nyata.

Kita semua punya cara sendiri untuk mengatasi stres dan masalah, dan bagi sebagian orang, menampilkan diri di dunia maya akan membuatnya merasa lebih baik.

Saat memposting cerita dan terlibat dengan pada followers, mereka dapat sejenak melupakan tekanan pekerjaan, hubungan yang bermasalah, atau masalah pribadi yang sedang mereka hadapi.

Mengutip dari laman Kanal Psikologi UGM, adapun beberapa saran bagi orang yang sering memposting story di media sosial, yaitu jangan sering membagikan cerita sehari-hari pada orang terdekat, mengurangi sambat atau mengeluh, menunjukkan hubungan romantis seperlunya.

Kemudian menunjukkan diri dengan kesan positif, serta jangan terlalu fokus hanya membicarakan diri sendiri.

Jadi sebaiknya kita harus memfilter hal yang akan diposting agar tidak menimbulkan efek negatif pada diri sendiri maupun followers.

EDITOR: Hanny Suwindari