JawaPos.com – Urutan kelahiran dalam keluarga dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan seseorang, termasuk saat menemukan pasangan hidup.
Penelitian menunjukkan bahwa urutan kelahiran dapat memainkan peran penting dalam pengembangan keterampilan sosial, citra diri, dan cara berhubungan dengan orang lain.
Untuk mengetahui lebih lanjut, dikutip dari City Magazine, Sabtu (10/8), mari simak bagaimana karakteristik anak sulung, tengah, bungsu, dan tunggal memengaruhi dalam pencarian pasangan hidup.
Anak Sulung
Anak sulung sering kali lebih bertanggung jawab, ambisius, dan dapat diandalkan. Studi ilmiah telah menunjukkan anak tertua sering kali meraih tingkat pendidikan dan kesuksesan lebih tinggi dalam hidup.
Hal ini juga dapat membuat mereka memasuki hubungan serius dan menemukan pasangan lebih awal.
Berkat sifat pengasuh dan pemimpin, mereka juga rentan terhadap stabilitas dan keamanan dalam hubungan sejak dini.
Anak Tengah
Anak tengah dikenal karena kemampuan beradaptasi, diplomatik, dan ramah. Terjebak di antara saudara yang lebih tua dan muda, mereka mengembangkan keterampilan sosial kuat dan mencari perhatian.
Ini berarti bahwa anak tengah dapat memasuki hubungan serius sedikit lambat daripada anak tertua karena menghabiskan lebih banyak waktu mencari identitasnya di dunia.
Anak Bungsu
Anak bungsu sering kali lebih santai, mudah bergaul, dan menawan, tetapi mereka mungkin kurang memiliki tanggung jawab dan disiplin seperti saudara tertua.
Ini berarti bahwa anak bungsu dapat menjalin hubungan serius lebih lambat karena membutuhkan lebih banyak waktu mengeksplorasi dan menikmati hidup.
Sifat mereka yang menjadi pusat perhatian memungkinkan untuk menjalin hubungan cepat, tetapi hanya dapat membuat komitmen serius ketika merasa siap mengambil lebih banyak tanggung jawab.
Tunggal
Anak tunggal sering kali lebih dewasa, bertanggung jawab, dan mandiri karena tidak harus membagi perhatian orang tua mereka dengan saudara.
Hal ini memberi mereka keuntungan dalam pencarian pasangan sejak dini sebab lebih siap untuk hubungan serius di usia muda.
Namun kecenderungan mereka terhadap perfeksionisme dan harapan yang tinggi, membuatnya sulit memilih pasangan yang memenuhi standar.