JawaPos.com – Primbon Jawa selalu memiliki cara unik dalam menginterpretasikan berbagai aspek kehidupan, termasuk makna dari andeng-andeng atau tahi lalat.
Menurut Primbon Jawa, letak andeng-andeng bisa memberikan petunjuk tentang karakter dan nasib seseorang. Setiap posisi tahi lalat memiliki arti tersendiri tentang kehidupan seseorang.
Dari kepala hingga kaki, Primbon Jawa menjelaskan makna mendalam di balik setiap andeng-andeng.
Bagi sebagian orang, mengetahui arti tahi lalat menurut Primbon Jawa bisa menjadi pedoman dalam menjalani hidup.
Dilansir dari akun YouTube Mbah Kenton Narasi pada Minggu (4/8), dijelaskan ada 38 letak andeng-andeng yang memiliki arti menurut Primbon Jawa. Sejumlah tai lalat itu dibagi menjadi enam bagian tubuh.
1. Bagian Kepala dan Wajah
Wajah menjadi bagian tubuh dengan makna tahi lalat paling beragam. Tahi lalat di hidung, seperti Pulungsih di ujung hidung yang berarti keinginannya akan mudah terwujud, dan Turunsih di tengah papan hidung, dipercaya membawa keberuntungan.
Tujungsih di pipi dan tahi lalat di kelopak mata diyakini memiliki sifat baik hati hingga membuat pemiliknya disukai banyak orang.
Ada juga Srigatiah yang berada di pipi kiri atau keduanya yang berarti orangnya sangat bersahabat.
Tahi lalat di Dahi juga menjadi lokasi penting, seperti Kajen yang menandakan keikhlasan dan Wirdaatama yang menunjukkan ketajaman pikiran.
Adapula Manikaharda yang berada di kepala bagian kanan maka dianugerahi kebahagiaan, sedangkan tahi lalat yang berada di ujung mulut artinya pandai berbicara.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Karier Hari Ini 4 Agustus 2024: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo
Di alis, seperti Mikal yang berada di alis kiri berarti akan mendapatkan keselamatan, keberuntungan dan disukai banyak orang.
Namun, tidak semua tahi lalat di kepala membawa arti positif. Duyuti di ubun-ubun dianggap menandakan ketidakjujuran, sementara Jengengalah di kepala bagian kiri dipercaya membawa ketidakmantapan hidup.
2. Bagian Leher dan Bahu
Tahi lalat di area ini memiliki makna yang kontras. Sria di leher menandakan kecerdasan dan kelapangan hati, sedangkan Punggel di belakang leher justru dianggap sebagai tanda pemikiran pendek.
Pundak kanan dan kiri juga memiliki makna berbeda, seperti Dayakarta di pundak kanan membawa kesejahteraan dan tujuan hidup yang jelas, sementara Lena di pundak kiri menunjukkan ketidakteguhan pendirian.
3. Bagian Dada dan Punggung
Tahi lalat di dada, seperti Tunggu cenderung sejahtera karena berani mengatasi masalah, dan Serisih yang ada di payudara, umumnya dicintai banyak orang.
Rena di sekitar ulu hati dipercaya memudahkan tercapainya cita-cita. Sementara itu, Samulia di punggung menandakan kemampuan menjaga rahasia dengan baik.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Kesehatan Hari Ini 4 Agustus 2024: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo
4. Bagian Tangan
Tangan memiliki beragam makna tahi lalat. Dari Reksa Muka di pangkal siku yang menandakan loyalitas, hingga Raja Keleng di jari tangan yang diyakini memberi kekuatan fisik.
Ragam di telapak tangan dipercaya memberi kemampuan mengelola harta, sementara Brasta di pergelangan tangan justru menandakan sifat boros.
Tunggul, berada di jari-jari tangan akan dianugerahi keberuntungan dan Tutup yang berada di ketiak artinya pandai menyimpan rahasia.
Baca Juga: Sekjen PDIP Pastikan Pilgub Jakarta, Sumut, dan Jatim, Tak Akan Lawan Kotak Kosong
Gutama yang berada di kedua sikut artinya orangnya baik dan disukai banyak orang, sedangkan Burusam yang berada di tekukan kedua sikut artinya akan sejahtera hidupnya.
5. Bagian Bawah Tubuh
Tahi lalat di area ini umumnya dianggap membawa keberuntungan. Brasuka di bokong dipercaya membawa kebahagiaan dan damai.
Bimaku di pangkal paha menunjukkan kecekatan dan ambisi, sementara Katu di area vital diyakini membawa keberuntungan dalam hidup.
6. Bagian Kaki
Kaki menjadi lokasi tahi lalat dengan makna yang beragam. Sitarema di betis menandakan daya ingat yang baik, sementara Urgeng di antara tulang kering justru menunjukkan sifat boros.
Pasren di pergelangan kaki dipercaya memberi kekuatan fisik, Amartani di telapak kaki membawa keberuntungan dalam bertani, dan Laer di jari kaki menunjukkan kesenangan berbuat kebajikan. Namun, Jurti di tumit dianggap menandakan ketidakjujuran.
Tahi lalat di lutut memiliki makna yang unik. Jika hanya di satu lutut, dipercaya menandakan kekuatan menjalani penderitaan. Namun, jika ada di kedua lutut, justru dianggap menunjukkan ketidakteguhan pendirian.