← Beranda

Simak 7 Weton ini Dijuluki Sebagai Si Pahit Lidah Menurut Kitab Primbon Jawa

Rizal Yusuf JPJumat, 26 Juli 2024 | 20.15 WIB
Ilustrasi perempuan pahit lidah./Pinterest

JawaPos.Com - Dalam tatanan ilmu Pawukon terdapat penjelasan mengenai beberapa weton yang dipercayai memiliki kekuatan alami, yaitu Si Pahit Lidah.

Konon, menurut kepercayaan orang-orang Jawa Kuno, individu yang memiliki kesaktian seperti ini akan memiliki perkataan yang seolah-olah berasal dari seorang raja.

Terutama ketika sedang terluka oleh seseorang dan mengucapkan sumpah serapah atau sebuah kutukan, lambat laun ucapan tersebut akan menjadi kenyataan.

Oleh karena itu, weton ini sangat spesial karena tanpa disadari memiliki keistimewaan dan kelebihan yang jarang dimiliki oleh orang lain pada umumnya. Ingin tahu weton apa saja yang dimaksud?

Dilansir melalui saluran YouTube DWI ANGGRAENI Jumat (26/7), terdapat 7 weton yang disebut sebagai Si Pahit Lidah/Sabdo Dadi menurut kitab primbon Jawa. Beberapa di antaranya adalah:

1.Selasa Pon

Menurut primbon Jawa, weton Selasa Pon memiliki sifat karakter yang teduh, suka menolong, jujur, berbudi pekerti luhur, dan berwibawa.

Tetapi Selasa Pon bisa menjadi berbahaya jika disakiti. Bahkan, apabila mengucapkan kutukan terhadap seseorang disaat dalam keadaan marah atau emosi tinggi dapat menjadi kenyataan.

2. Kamis Legi

Karakteristik weton Kamis Legi adalah pendiam dan memiliki kekuatan pesona yang besar. Selain itu, mereka juga orang yang dermawan, suka menolong, loyal, dan memiliki cita-cita yang tinggi.

Namun, weton ini juga sangat rentan tersinggung dan harus diwaspadai. Menurut primbon Jawa, jika seseorang memiliki weton Kamis Legi serta tidak dapat mengendalikan emosinya, maka dapat membahayakan orang lain.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries Hari Ini 26 Juli 2024, Kesehatan, Karier, Keuangan dan Percintaan

3. Jumat Pon

Weton Jumat Pon memiliki karakter yang jujur,baik hati,mudah bergaul dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi.

Weton ini juga memiliki jiwa pemimpin dan selalu mendapatkan simpati dari orang lain.

Namun, perlu diingat agar tidak membuatnya terpancing emosi, karena bisa berakibat buruk. Jumat Pon dapat mengucapkan kutukan yang menjadi kenyataan di kemudian hari.

4. Jumat Kliwon

Weton Jumat Kliwon memiliki sifat yang mampu menenangkan orang lain dan memancarkan aura positif kepada orang-orang di sekitarnya.

Individu dengan weton ini cenderung suka bergaul, tepat janji, memiliki kreatifitas tinggi, bekerja keras, dan suka menolong.

Namun, hati-hati dalam berucap kepada seseorang, karena kutukan yang diucapkan dapat menjadi kenyataan.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga emosional yang bisa berdampak merugikan orang lain.

5. Rabu Pon

Weton Rabu Pon memiliki sifat dan karakter yang mampu menyinari orang-orang di sekitarnya serta mudah memperoleh simpati.

Menurut primbon Jawa, weton Rabu Pon memiliki kepribadian yang tenang, berwibawa, dan memiliki bakat spiritual dalam dirinya.

Baca Juga: Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Resmi Menikah, Saksi Nikahnya Presiden Jokowi dan Bambang Soesatyo

Bagi mereka yang memiliki weton Rabu Pon, diharapkan untuk berhati-hati dalam berkata-kata, terutama dalam mengeluarkan kutukan karena bisa menjadi kenyataan.

6. Sabtu Legi

Weton Sabtu Legi memiliki sifat dan karakter yang mudah bergaul dan mampu memberikan contoh yang baik bagi orang lain.

Mereka juga mudah mendapatkan pengaruh besar dari orang disekitarnya karena memiliki sifat yang misterius, cara berfikir yang sulit ditebak, karisma yang kuat, pandai berdebat, dan jiwa ksatria yang luar biasa.

Namun, saat emosi mereka terpancing, disarankan untuk perlu berhati-hati dalam berucap karena apa yang dikatakan bisa menjadi kenyataan.

7. Kamis Kliwon

Weton Kamis Kliwon memiliki sifat yang sangat kalem, seperti air yang mengalir dengan tenang, suka menepati janji, bekerja keras, dan berbakat dalam memimpin.

Pesona weton Kamis Kliwon begitu kuat sehingga mampu menarik simpati orang lain.

Namun, weton ini perlu berhati-hati saat sedang marah, karena ucapannya memiliki pengaruh besar dan bisa menjadi kenyataan.

EDITOR: Hanny Suwindari