← Beranda

Jadi Solusi Hidup Minimalis, ini 6 Hal yang Harus Kamu Perhatikan sebelum Decluttering Barang-Barang di Rumah

Yasmir JPJumat, 26 Juli 2024 | 13.51 WIB
Ilustrasi seseorang yang sedang melakukan decluttering.

JawaPos.com - Kamu mungkin seringkali kesulitan untuk menemukan barang yang kamu cari di antara tumpukan barang-barang yang ada di lemari, gudang, atau bahkan meja belajar.

Atau terkadang kamu menemukan benda-benda yang kondisinya masih bagus berserakan di tempat pembuangan sampah.

Padahal benda tersebut masih bisa digunakan kembali dengan layak dan memiliki nilai. Begitupun sebaliknya, kamu justru menyimpan dan menumpuk benda-benda yang sebenarnya sudah tidak kamu butuhkan dan tidak bernilai guna lagi.

Mungkin itu pertanda bahwa kamu harus mulai menerapkan konsep hidup minimalis dengan melakukan decluttering.

Decluttering sendiri menurut Saratini Muhajjah dalam Buku Decluttering Rumah yang dilansir dari situs resmi Perpustakaan ISI Yogyakarta, Kamis (25/7) adalah metode yang mengajarkan untuk menyortir barang-barang yang tidak terpakai di rumah, membuang barang-barang yang tidak dibutuhkan dan hanya menyimpan barang-barang yang memang dibutuhkan atau sering digunakan sehingga rumah menjadi rapi dan terorganisir dengan baik.

Namun, barang yang disortir tidak semuanya akan dibuang begitu saja, tetapi bisa disimpan untuk didaur ulang ataupun diberikan kepada orang lain.

Nah, sebelum melakukan decluttering ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memudahkan kamu dalam memilah barang-barang berdasarkan informasi yang dilansir dari website Rich in What Matters, Kamis (25/7):

1. Decluttering Merupakan Solusi Hidup Minimalis

Sebelum melakukan decluttering, perlu kamu tanamkan dalam diri bahwa menjalani hidup yang rapi dan minimalis akan menjadi pola pikir dan gaya hidup. Decluttering adalah perjalanan yang akan mengubah cara kamu memandang harta benda sebagai barang yang dibutuhkan bukan yang diinginkan dan bukan pula kunci kebahagiaan, bisa mengubah kebiasaan belanja, dan lebih memfokuskan perhatian pada hal-hal yang paling penting.

2. Melepaskan Harta Benda Bisa Lebih Sulit dari yang Diperkirakan

Perlu diperhatikan bahwa terkadang pada saat mengemasi barang-barang, berbagai macam perasaan muncul, mulai dari rasa bersalah melepaskan barang-barang hingga rasa takut. Hal tersebut muncul karena kamu merasa perlu menyimpan barang-barang tersebut hanya karena sering melihatnya dan seharusnya tetap berada di rumah atau karena barang-barang tersebut merupakan barang pemberian atau warisan.

Cara paling ampuh yang bisa kamu lakukan adalah menyimpan atau menyembunyikan kotak berisi barang-barang yang tidak dibutuhkan tersebut selama beberapa waktu. Setelahnya, pasti menjadi jauh lebih mudah untuk menyerahkan barang-barang tersebut untuk kamu donasikan.

3. Menyimpan Barang-Barang yang Memang Dibutuhkan untuk Sekarang

Sebelum membereskan rumah, perlu kamu tanamkan bahwa kamu hanya perlu menyimpan beberapa atau banyak barang yang benar-benar kamu butuhkan pada masa tersebut. Dan masa itu adalah satu-satunya fase kehidupan yang sedang berlangsung. Berpegang pada terlalu banyak hal lama dan masa lalu akan membuat kamu kehilangan kehidupan. Kenangan ada di dalam diri kamu, bukan di barang-barang.

4. Mulai Berdasarkan Kategori dan Buat Daftarnya

Jika kamu ingin memulai decluttering berdasarkan jenis barangnya, maka kamu sebaiknya membuat daftar barang yang menurutmu harus dikurangi. Jenis barang yang banyak menumpuk di rumah sebenarnya tergantung pada penghuninya, tetapi secara umum ada beberapa jenis barang yang cenderung banyak dibeli dan (seharusnya) bisa dikurangi. Dari daftar barang tersebut, kamu kemudian bisa memeringkatnya menjadi barang yang paling banyak hingga yang paling sedikit, sehingga kamu tahu mana yang harus diprioritaskan untuk dikurangi.

Cara lain untuk melakukan decluttering adalah dengan membagi prosesnya menjadi per ruangan. Tetapi sebelum itu, akan lebih baik untuk memetakan terlebih dulu daerah ruangan/titik-titik yang memiliki banyak clutter.

5. Sediakan Wadah untuk Menyortir Barang

Setelah kamu tahu harus mulai dari mana, hal yang selanjutnya harus kamu persiapkan sebelum decluttering adalah wadah untuk menyortir barang-barang, seperti wadah untuk barang-barang yang bisa didaur ulang atau diperbaiki, wadah untuk barang-barang yang jarang atau tidak pernah kamu gunakan, tetapi masih dalam kondisi bagus untuk kemudian diberikan/didonasikan kepada orang-orang yang sekiranya lebih membutuhkan dan yang terakhir adalah wadah untuk barang-barang yang akan dibuang karena betul-betul rusak atau sudah tidak bisa diapa-apakan.

6. Lakukan secara Bertahap

Nah, perlu kamu pahami pula bahwa membersihkan barang yang menumpuk di sudut-sudut rumah selama bertahun-tahun bisa jadi sangat melelahkan, baik secara fisik maupun emosional. Oleh karena itu, jangan memaksakan untuk menyelesaikannya dalam sekali jalan atau dalam jangka waktu satu hari saja.

Proses decluttering memang sebaiknya dilakukan secara bertahap dan dicicil sedikit demi sedikit dan dipikirkan matang-matang barang mana yang hendak kamu simpan, buang, atau yang akan kamu donasikan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho