JawaPos.com - Gaya hidup minimalis sempat ramai dibahas oleh komika Raditya Dika. Gaya hidup ini membuat seseorang lebih memilah barang yang ada di lemarinya. Orang dengan gaya hidup minimalis seringkali memprioritaskan kualitas alih-alih kuantitas.
Mereka yang hidup dengan gaya ini biasanya memiliki karakter unik yang tak suka dengan kemewahan berlebihan. Mereka selalu merasa cukup dengan barang yang hanya dipakai di badannya saat itu juga.
Berikut adalah 4 tanda seseorang memiliki gaya hidup minimalis menurut psikologi, dilansir dari Ideapod, Kamis (4/7).
1. Memiliki barang sedikit, tetapi kualitasnya lebih tinggi
Minimalisme bukan berarti tidak memiliki apa pun. Ini tentang memiliki barang-barang yang tepat. Seorang minimalis mungkin tidak memiliki banyak barang fisik, tetapi barang-barang yang mereka miliki dipilih dengan cermat dan seringkali berkualitas tinggi. Mereka percaya pada nilai kualitas daripada kuantitas.
Pendekatan yang disengaja ini tidak hanya berlaku untuk harta benda. Pendekatan ini juga berlaku untuk hubungan, komitmen, dan bahkan pikiran yang mereka biarkan masuk ke dalam benak mereka.
Jadi, jika Anda melihat seseorang memiliki lebih sedikit barang tetapi mengutamakan kualitas saat melakukan pembelian, kemungkinan besar mereka mempraktikkan gaya hidup minimalis. Namun ingat, ini bukan tentang kekurangan – Ini tentang menghilangkan kelebihan dan berfokus pada apa yang benar-benar penting.
2. Menyukai lingkungan yang bebas dari kekacauan
Setelah membaca tentang gaya hidup minimalis dan manfaatnya bagi kesehatan mental, saya memutuskan untuk mencobanya. Saya mulai dengan merapikan ruang kerja saya.
Selama bertahun-tahun, begitu banyak barang menumpuk di meja saya, yang sebagian besar jarang saya gunakan. Meja saya penuh dengan tumpukan kertas, buku yang sudah bertahun-tahun tidak saya sentuh, dan bahkan pernak-pernik yang berharga.
Jadi, saya mulai membersihkan ruang kerja saya. Saya hanya menyimpan barang-barang penting – laptop, buku catatan, pena, dan pot kecil berisi tanaman sukulen untuk penghijauan. Barang-barang lainnya saya simpan di gudang atau disumbangkan.
Transformasinya sungguh menakjubkan. Meja saya tidak hanya tampak lebih bersih dan lebih menarik, tetapi pikiran saya juga terasa lebih jernih. Saya merasa lebih mudah untuk fokus pada tugas-tugas saya tanpa gangguan dari kekacauan yang tidak perlu.
Sejak saat itu, saya membiasakan diri untuk menjaga lingkungan agar bebas dari kekacauan. Sekarang, jika Anda masuk ke rumah atau kantor saya, Anda akan melihat permukaan yang bersih dan banyak ruang terbuka.
Kebiasaan menjaga lingkungan bebas dari kekacauan ini umum di kalangan kaum minimalis. Mereka memahami hubungan antara kekacauan fisik dan kekacauan mental, dan mereka secara aktif berupaya menjaga keduanya seminimal mungkin.
3. Mempraktikkan konsumsi yang penuh kesadaran
Kaum minimalis cenderung menjadi konsumen yang penuh perhatian. Mereka tidak membeli karena dorongan hati atau karena diskon. Sebaliknya, mereka mempertimbangkan setiap pembelian dengan saksama.
Mereka bertanya pada diri sendiri apakah mereka benar-benar membutuhkannya, apakah itu menambah nilai bagi kehidupan mereka, dan apakah mereka dapat memanfaatkan apa yang sudah mereka miliki.
Kesadaran ini tidak hanya terbatas pada barang-barang berwujud. Kesadaran ini juga berlaku untuk waktu dan energi mereka. Kaum minimalis sangat selektif dalam hal bagaimana mereka menghabiskan waktu dan dengan siapa mereka menghabiskan waktu, dengan berfokus pada kualitas daripada kuantitas.
4. Lebih menghargai pengalaman daripada harta benda
Salah satu ciri khas kaum minimalis adalah preferensi mereka terhadap pengalaman daripada harta benda. Alih-alih mengumpulkan barang, mereka lebih suka mengumpulkan kenangan.
Anda akan sering menemukan kaum minimalis berinvestasi dalam perjalanan, mempelajari keterampilan baru, atau menikmati kesenangan sederhana seperti berjalan-jalan di taman atau membaca buku bagus.
Mereka memahami bahwa kebahagiaan dan kepuasan tidak datang dari memiliki barang, tetapi dari pengalaman dan hubungan yang bermakna.
Jadi, jika Anda melihat seseorang yang lebih suka pergi hiking daripada berbelanja, atau yang lebih memilih makan di rumah bersama teman-teman daripada membeli gadget mahal, kemungkinan besar mereka menganut gaya hidup minimalis.