JawaPos.com - Tipe Kepribadian MBTI atau Myers Briggs Type Indicator adalah salah satu dari sistem yang menentukan salah satu dari 16 kepribadian berdasarkan tes yang disesuaikan.
Berbagai kepribadian ini tentu memiliki sifat, cara berkomunikasi, dan emosi dominan yang berbeda.
Tidak hanya berkaitan dengan perilaku dan emosi, tipe kepribadian MBTI juga mempengaruhi gaya parenting atau menjadi orangtua.
Dilansir dari 16personalities, berikut perbedaan gaya parenting yang disusun berdasarkan tipe kepribadian MBTI yang berbeda:
1. INTJ
Sebagai orangtua, INTJ adalah sosok penuh keseriusan, komitmen dan siap menghadapi tantangan.
INTJ menginginkan koneksi yang jujur tanpa menyembunyikan sesuatu dengan anak.
Orangtua INTJ tidak terlalu menghujani anak dengan cinta secara langsung, serta menyiapkan anaknya untuk bertahan di tantangan hidup sebagai individu dewasa yang kompeten.
2. INTP
Sebagai orangtua, INTP adalah ahli logika yang kadang kewalahan akan tindakan anak yang tidak rasional.
Meski begitu, INTP adalha orangtua yang open minded, toleran dan mendorong anak berpikir mandiri.
INTP tidak akan menekan anak mengikuti kehidupan tradisional seperti orang lain dan memberikan kebebasan dalam mengembangkan diri.
3. ENTJ
Orangtua ENTJ memiliki kepribadian tegas dan mengambil peran parenting dengan serius dan penuh tanggung jawab.
ENTJ sangat menerima perbedaan pendapat dalam keluarga meski kadang bisa berujung pada perdebatan yang menekan.
Orangtua ENTJ juga akan mendorong anak sebagai individu mandiri yang dapat membawa diri mereka sendiri di masa depan.
4. ENTP
Bagi orangtua ENTP, memberikan kebebasan pada anak adalah bentuk sikap mereka yang tidak suka aturan yang mengikat.
Hal ini menghasilkan lingkungan keluarga yang santai untuk anak. ENTP mengajarkan anak menyuarakan hal dengan aktif serta menjadi pemikir bebas.
Seringkali, kepribadian logis dan pandai debat ini seringkali jadi sandungan dalam hubungan dengan anak.
5. INFJ
Sosok INFJ yang idealis berpikiran untuk mengajarkan nilai idealisnya ke anak-anak dan membesarkan dengan harapan kontribusi besar pada dunia, sama seperti dirinya.
INFJ bisa jadi orangtua yang ketat dan membatasi anak-anaknya dan kecewa ketika tidak memenuhi nilai yang dimiliki.
Orangtua INFJ lantas berusaha untuk membesarkan anak dengan pemahaman mendalam hal yang benar dan salah.
6. INFP
Kepribadian mediator INFP berperan sebagai orangtua yang hangat dan perhatian tanpa batasan mengekang.
Dengan pribadi yang sensitif serta perseptif, INFP ingin membesarkan anak sebagai individunya sendiri bukan menyesuaikan proyeksi mereka.
Aturan dalam parenting INFP ditegakkan dengan dicampur bersama sifat lembut dan sensitivitas mereka.
7. ENFJ
Kepribadian ENFJ yang peka berusaha mencipta lingkungan keluarga yang penuh kasih dan mendukung anak-anak.
Idealis dan baik hati, orangtua ENFJ memastikan anak hidup berdasar pemahaman benar bukan hanya patuh membabi buta.
Besar harapan ENFJ untuk anak ada di jalur yang benar.
8. ENFP
Bagi orangtua ENFP, keingintahuan anak-anak adalah yang utama meski hal tersebut sangat mudah berubah-ubah.
Antara cinta dan disiplin, parenting ENFP berusaha menyeimbangkan antara keduanya. Memberikan cinta dan kasih sayang, kepribadian ini menciptakan ruang aman bagi anak-anak dalam hidupnya.
9. ISTJ
Sebagai orangtua, ISTJ menetapkan parenting yang ketat dengan standar dan ekspektasi tinggi.
Lingkungan stabil dan terstruktur memastikan anak-anak punya rasa hormat pada otoritas yang ada. Sangat berprinsip, sikap ISTJ bisa mencipta hambatan dan jarak antara hubungan anak-orangtua.
10. ISFJ
Dianggap sebagai panggilan hidup, orangtua ISFJ memiliki dedikasi, konsistensi dan dapat diandalkan dalam parenting mereka.
Mereka menghargai tradisi dan bimbingan dalam bentuk hubungan orangtua dan anak yang jelas.
Kepribadian ini sering digadang sebagai orangtua yang ideal dalam aspek stabilitas, keamanan dan kasih sayang.
11. ESTJ
Parenting ESTJ menggaungkan mantra kerja keras, tradisi, dan rasa hormat dalam kehidupan keluarganya.
Berorientasi pada tanggung jawab, parenting yang dilakukan bisa berupa pembagian tugas rumah untuk belajar kontribusi anak dalam rumah tangga.
Bukan membentuk anak menjadi sempurna, ESTJ hanya ingin anak tumbuh sebagai individu yang berkontribusi dan bertanggung jawab.
12. ESFJ
Dalam parenting yang diterapkan, ESFJ menetapkan aturan dengan tegas dan mencurahkan kasih sayang ketika ada miskomunikasi.
ESFJ dalam praktiknya sangat baik dalam merencanakan jadwal anak secara aktif. Lebih jauh, perhatian super mereka berubah menjadi sikap overprotektif.
Hal ini bisa membuat anak ingin lepas dan jadi individu merdeka.
13. ISTP
Parenting ISTP membebaskan anak untuk eksplorasi dunia luar tanpa kontrol mengikat. Mereka adalah ornangtua berpikiran terbuka, flleksibel dan mudah meminta izin.
ISTP membantu perkembangan anak dengan cara apapun yang bisa dilakukan. Meski terkesan bebas, mereka tetap menginginkan anak punya kebijaksanaan.
14. ISFP
Berjiwa petualang, orangtua dengan kepribadian ISFP menciptakan ruang bebas bagi anak mengekspresikan diri.
Mereka selalu berusaha membuat sesuatu yang menarik untuk dilakukan setiap harinya.
Tidak ada aturan garis keras, kepribadian mereka cenderung santai dalam membesarkan anak.
15. ESTP
Dipandang sebagai orangtua sempurna, ESTP memastikan semua pihak sennag dengan parenting yang fleksibel dan pengertian.
Mereka memberikan kebebasan menjelajah dengan aktivitas langsung. Tidak ada hierarki, orangtua dan anak-anak adalah individu yang setara di keluarga.
Hubungan yang dibangun adalah hubungan langsung dan penuh pengertian satu sama lain.
16. ESFP
Paling santai dan bersenang-senang, tipikal parenting ESFP dirancang dengan eksplorasi liar dan pengalaman bebas.
Banyak kasih sayang yang diberikan oleh ESFP bersamaan dengan berbagai cara untuk membuat anak merasa senang setiap hari.
Mereka ada di samping sang anak dalam mimpi apapun yang diinginkan anaknya.
Keenam belas poin diatas adalah gaya parenting seseornag yang dapat dilihat berdasarkan tipe kepribadian MBTI.
Meski memiliki banyak sifat dan komunikais yang beragam, cinta tulus dari orangtua kepribadian apapun pasti bisa tersampaikan ke hati dan perasaan anak.