← Beranda

Cara Merawat Hijab Agar Tidak Mudah Rusak

Novianti SetuningsihSenin, 29 Oktober 2018 | 21.35 WIB
Tantri Namirah berbagi tips merawat hijab. Salah satunya, disetrika dengan temperatur tidak terlalu panas.

JawaPos.com - Jilbab atau hijab, biasanya terbuat dari kain berbahan tipis. Sehingga, berpotensi untuk mudah kusut bahkan mudah rusak.


Oleh karena itu, ketahanan kain jilbab tergantung pada cara seseorang merawatnya. Bagi para hijaber yang ingin kualitas jilbabnya tetap baik, cara merawatnya perlu diperhatikan dari hal yang sederhana secara detail.


Sebagai Fashion Influencer, Tantri Namirah, membagikan tips merawat hijab dengan baik saat ditemui di Talkshow Launching Maspion Hijab Series, Fx Sudirman, Jakarta, Sabtu (27/10).


1. Jangan Pakai Banyak Deterjen


Jilbab memiliki bahan kain yang sangat tipis, maka tidak memerlukan deterjen yang banyak agar tidak merusak serat kain. Jika mencuci dengan deterjen yang banyak, busa pada kain akan sulit untuk dibersihkan sehingga orang cenderung memeras kain dengan keras. Mencucilah dengan deterjen yang sedikit dan peras seperlunya saja.


2. Siapkan Gantungan Khusus Jilbab


Melipat jilbab akan meninggalkan bekas garis lipatan. Biasanya membentuk kotak-kotak atau kusut sehingga ketika dipakai menjadi tidak rapi. Siapkan gantungan khusus jilbab, gantunglah berdasarkan warna agar jilbab tetap rapi dan mudah ditemukan sesuai dengan warna yang ingin dipakai.


3. Cuci Berdasarkan Warna


Warna adalah unsur penting untuk membuat jilbab tetap menarik, maka jagalah warna ketika mencuci dengan mengelompokkan berdasarkan warna. Hal ini untuk menghindari kelunturan warna.


4. Jangan Pakai Pemutih


Pemutih memang dapat mengatasi noda membandel pada kain, tetapi resikonya warna kain akan rusak. Cucilah memakai cuka yang dapat  menghilangkan noda tanpa merusak warna.


5. Jangan Menyetrika dengan Temperatur Terlalu Panas


Temperatur setrika yang terlalu panas akan membuat kain jilbab menjadi rusak dan menyebabkan efek kilap pada kain. Pilih setrika dengan menyediakan temperatur yang sesuai dengan jenis kain. Lalu, yang penting diingat juga adalah terlalu menekan kain agar tidak lengket dan rusak.

EDITOR: Novianti Setuningsih