JawaPos.com – Pernahkah Anda merasa frustrasi dan kecewa karena seseorang mengingkari janjinya atau sering kali berbohong?
Jika iya, Anda mungkin pernah berurusan dengan orang yang sulit dipegang omongannya. Mereka adalah individu yang perkataannya tidak bisa diandalkan, sering berubah-ubah, dan cenderung tidak menepati janji.
Menurut psikologi, terdapat beberapa ciri khas yang dapat membantu Anda mengidentifikasi orang-orang yang sulit dipegang omongannya.
Dengan mengenali tanda-tanda ini, Anda dapat lebih waspada dan bijaksana dalam berinteraksi dengan mereka, sehingga terhindar dari kekecewaan dan kerugian.
Artikel ini akan mengupas tuntas sembilan ciri-ciri orang yang sulit dipegang omongannya dan tak bisa dipercaya menurut Psikologi yang dilansir dari laman Aconsciousrethink.com, Kamis (6/6).
1. Sering Berubah Pikiran Tanpa Alasan Jelas
Mereka mungkin terlihat antusias dan meyakinkan saat membuat janji atau keputusan, namun dengan mudah mengubahnya tanpa memberikan alasan yang kuat atau bertanggung jawab.
Perubahan sikap yang tiba-tiba ini dapat membuat Anda merasa bingung dan tidak dihargai.
Baca Juga: Jangan Sesekali Bikin Kecewa, Pahami Dulu 4 Sifat yang Tidak Disukai Zodiak Libra
2. Inkonsistensi Antara Perkataan dan Tindakan
Mereka mungkin pandai berbicara dan memberikan janji manis, tetapi tindakan mereka sering kali tidak sejalan dengan perkataan tersebut.
Ketidakcocokan ini dapat menimbulkan ketidakpercayaan dan keraguan terhadap integritas mereka.
3. Manipulatif dalam Berkomunikasi
Mereka cenderung menggunakan kata-kata sebagai alat untuk memanipulasi orang lain demi keuntungan pribadi.
Mereka mungkin menggunakan rayuan, ancaman, atau taktik lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, tanpa mempedulikan dampaknya pada orang lain.
4. Kurang Empati dan Kepekaan
Mereka cenderung kurang peka terhadap perasaan orang lain dan tidak peduli jika perkataan atau tindakan mereka menyakiti orang lain.
Mereka mungkin mengabaikan atau meremehkan emosi orang lain, sehingga membuat Anda merasa tidak didengarkan dan tidak dihargai.
5. Kecenderungan Narsistik
Mereka sering kali menganggap diri sendiri lebih penting daripada orang lain dan merasa berhak untuk berbohong atau mengingkari janji.
Mereka mungkin tidak meminta maaf atau mengakui kesalahan, bahkan saat sudah jelas-jelas merugikan orang lain.
6. Impulsif dalam Bertindak dan Berbicara
Mereka sering kali bertindak tanpa berpikir panjang dan tidak mempertimbangkan konsekuensi dari perkataan atau tindakan mereka.
Impulsivitas ini dapat membuat mereka mudah berbohong atau mengingkari janji tanpa merasa bersalah.
7. Riwayat Ketidakjujuran
Mereka memiliki riwayat mengingkari janji atau berbohong, baik dalam hal kecil maupun besar. Ketidakjujuran ini membuat mereka sulit untuk dipercaya dan diandalkan.
Baca Juga: Begini Cara Mengetahui Pasangan Berbohong Berdasarkan Psikologi
8. Bersikap Defensif Saat Dikonfrontasi
Ketika dihadapkan pada ketidakkonsistenan atau ketidakjujuran mereka, mereka cenderung bersikap defensif daripada mengakui kesalahan.
Mereka mungkin mencari alasan, menyalahkan orang lain, atau bahkan menyerang balik untuk menghindari tanggung jawab.
9. Tidak Mau Bertanggung Jawab
Mereka enggan bertanggung jawab atas perkataan atau tindakan mereka dan cenderung mencari alasan atau kambing hitam.
Mereka mungkin melemparkan kesalahan pada orang lain atau situasi, daripada mengakui peran mereka sendiri dalam masalah yang terjadi.
Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa tidak semua orang yang memiliki ciri-ciri di atas pasti sulit dipegang omongannya.
Beberapa ciri tersebut bisa juga muncul karena faktor situasional atau kondisi psikologis tertentu.
Jika Anda merasa kesulitan berurusan dengan orang yang sulit dipegang omongannya, sebaiknya batasi interaksi Anda dengan mereka dan jangan terlalu berharap pada janji-janji mereka.
Jika perilaku mereka sudah sangat mengganggu dan merugikan, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional, seperti psikolog atau konselor.
***