JawaPos.com - Di balik gelombang gerakan masif Blockout 2024 yang terjadi pada selebriti dan figur besar ternama di dunia Hollywood, terdapat satu frasa kontroversial yang menjadi awal mula pemantik fenomena tersebut.
Frasa tersebut adalah sound TikTok berbunyi “Let them eat cake” yang dijadikan latar video Haley Kalil (@HaleyyBaylee) yang berpose di karpet merah sebagai salah satu peserta Met Gala 2024.
Dilansir dari New York Post, satu video itulah yang kemudian menyulut kemarahan warganet yang memicu munculnya gerakan Blockout 2024 yang berdampak pada figur besar seperti keluarga Kardashian, penyanyi ternama Taylor Swift, dan selebritas terkenal lain.
Baca Juga: Viral Video Rahul Pinem Petarung MMA Diduga Bunuh Diri Lompat dari Hotel di Bandung
Kamu mungkin bertanya-tanya, sebenarnya apa itu frasa “Let them eat cake”? Dan mengapa orang-orang begitu mempermasalahkan frasa itu? Dan bagaimana frasa ini memulai gerakan Blockout 2024?
Frasa “Let them eat cake” adalah sebuah kalimat yang dirumorkan sebagai respon Marie Antoinette, Ratu Prancis, ketika dikabarkan bahwa rakyatnya mengalami kelaparan berat di masa Revolusi Prancis.
Dalam bahasa Prancis, frasa “Let them eat cake” berbunyi “Qu'ils mangent de la brioche” yang menyebutkan kue brioche secara spesifik. Brioche sendiri adalah sebuah makanan yang dikategorikan sebagai makanan mewah yang membutuhkan banyak mentega, telur, dan gula di dalamnya.
Kalimat ini tentu memicu kemarahan banyak warga Prancis di masa itu. Ketidaktahuan bangsawan terhadap kesengsaraan rakyat miskin memantik api kemarahan warga. Alih-alih Brioche yang dikategorikan makanan mewah, rakyat biasa bahkan tidak mampu membeli roti biasa yang dimakan sehari-hari.
Ada banyak konspirasi mengenai apakah Marie Antoinette benar-benar mengatakan kalimat ini atau tidak. Berdasarkan penelusuran, frasa ini berasal dari cerita yang ditulis oleh Jean-Jacques Rousseau.
Dilansir dari Daily Mail, latar cerita tersebut disebutkan berada pada kurun waktu 1766 dan 1767 yang tidak sesuai dengan periode Marie menjabat sebagai Ratu Prancis.
Baca Juga: Usai Videonya Melecehkan Anak Kandung Viral, Ibu Muda Ini Stres Tak Mau Makan
Namun, frasa ini digunakan dalam film sejarah yakni Marie Antoinette yang rilis pada tahun 2006. Marie Antoinette yang diperankan oleh Kirsten Dunst, mengucapkan frasa ini di dalam filmnya.
Meski pada akhirnya frasa ini terbukti hanya sebuah rumor, frasa ini tetap menjadi simbol pemisah antara kelas bangsawan dan orang miskin. Frasa ini disimbolkan bahwa orang dengan posisi tinggi sama sekali tidak tahu menahu tentang penderitaan orang miskin.
Jadi, penggunaan frasa “Let them eat cake” dalam segala situasi akan menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Haley Kalil sendiri, dalam videonya menggunakan sound TikTok yang berasal dari potongan film 2006 tersebut menuai kecaman warganet internasional.
Pasalnya, Met Gala tahun 2024 yang bertemakan ‘Garden of Time’ tersebut diselenggarakan bersamaan dengan memanasnya serangan Israel pada Rafah, Palestina.
Gemerlap acara yang diselenggarakan dikatakan sebagai perwujudan Marie Antoinette yang berfoya-foya di tengah kelaparan massal rakyat Prancis. Hal inilah yang memantik gerakan Blockout 2024, dimana warganet bersama-sama melakukan blokir terhadap media sosial figur besar yang tidak bersuara atas isu sosial yang ada.
Tidak hanya Haley Kalil, fenomena serupa pernah terjadi pada Gary Pilnick, CEO Perusahaan Sereal, Kellogg’s. Dalam wawancaranya dengan CNBC pada Februari 2024, Gary mengatakan “Let them eat corn flakes” dalam topik kenaikan bahan pangan di Amerika Serikat.
Dilansir dari The Guardian, hal ini selaras dengan kampanye yang dilakukan perusahaan sereal Kellogg's dalam tema 'cereals for dinner'. Perusahaan sereal Kellogg's menjual berbagai macam sereal diantaranya Frosted Flakes, Froot Loops, dan Corn Flakes.
Kampanye tersebut ditujukan untuk keluarga di Amerika dengan keuangan menengah ke bawah. Pilnick mengatakan bahwa biaya sereal selalu terjangkau bahkan untuk makanan satu keluarga. Dirinya menyatakan bahwa sereal untuk makan malam bisa menjadi tren saat ini.
Baca Juga: 3 Tempat Kuliner Viral dan Enak di Tangerang, Wajib Banget Mampir!
Hal ini dirasa tidak sesuai dengan kenyataan yang sedang terjadi di Amerika Serikat. Faktanya, masyarakat di Amerika Serikat sejak tahun 2020 membelanjakan sebesar 26% lebih banyak untuk bahan makanan.
Respon dari masyarakat tidak seluruhnya baik atas tanggapan Pilnick. Meski tidak menuai rantai gerakan seperti Blockout 2024 layaknya Haley Kalil, kalimat dari CEO Kellogg’s menuai berbagai kecaman.
Kekayaan tahunan Pilnick yang begitu besar membuat masyarakat kontra atas kalimat ‘Let them eat flakes’ yang disampaikan. Hal ini semakin ditambah dengan fakta bahwa produk dari perusahaan Kellogg’s sebenarnya tidak termasuk dalam makanan murah.
Baca Juga: Viral Ibu Kandung Lecehkan Anaknya, Pelaku Langsung Menyerahkan Diri
Gerakan Blockout ini masih berlangsung hingga sekarang. Bersamaan dengan kampanye sosial ‘All eyes on Rafah’, gerakan ini bertujuan menaikkan isu sosial yang melibatkan penderitaan dalam skala besar. Dengan Blockout ini, banyak figur besar mulai angkat bicara terkait isu Palestina di TikTok, termasuk Lizzo dan Chris Olsen.