JawaPos.com - Elon Musk memperbolehkan konten dewasa diunggah di platform X. Meski memperbolehkan, aplikasi X memuat sejumlah ketentuan, yaitu setiap konten harus mencantumkan Label Not Safe For Work (NSFW).
Ketentuan itu untuk memberikan tanda bahwa konten di aplikasi X hanya untuk konsumsi orang dewasa. Label NSFW itu berlaku untuk semua jenis tulisan, gambar maupun bentuk visual.
Meski platform X memperbolehkan konten dewasa, tetapi pengguna aplikasi X dari kalangan anak-anak tidak bisa mengaksesnya. Sebab, setiap akun pengguna harus mencantumkan profil kelahiran. Selain itu, X melarang mempromosikan eksploitasi, seksualitas yang membahayakan anak, objektifitas dan perilaku cabul.
Kebijakan itu menuai pro kontra, karena dianggap sangat berani dibandingkan dengan platform lain seperti Instagram, Facebook, Tiktok dan Youtube. Karena X tidak ada batasan dalam perizinan mendistribusikan konten dewasa.
Dengan demikian aplikasi X dianggap tidak aman bagi semua orang, terutama kalangan orang tua yang ,emiliki anak-anak. Para orang tua khawatir anak mereka menonton hal yang tidak seharusnya ditonton.
Apalagi anak-anak zaman ini sangat paham teknologi. Mereka memiliki kemampuan untuk mengakses konten-konten yang belum boleh mereka tonton.
Maka dari itu, peran aktif orang tua sangat diperlukan untuk mengawasi, agar anak mereka menjadi pecandu konten dewasa. Apalagi bagi anak-anak yang sudah diberikan gawai tanpa pengawasan.
Jurnal Pendidikan Anak melansir bahwa Sex Education penjelasan mengenai kesehatan reproduksi, konten negatif, kehamilan, menghindari ajakan dan pencegahan penyakit seksual. Pemahaman ini bisa dimulai oleh orang tua sebagai guru pertama sejak anak masih kecil.
Lalu bagaimana tanda seorang anak telah kecanduan pornografi? Kenali perilaku anak yang melakukan ciri berikut:
Suka mengurung diri dan menghabiskan waktu sendiri di dalam kamar, dengan games dan Internet.
- Saat ditegur anak akan memberontak, berkata kasar.
- Mulai suka berbohong, impulsive, jorok hingga mencuri.
- Tidak mudah berkonsentrasi.
- Menghindari kontak mata.
- Malas enggan bergaul maupun belajar
Waspadai anak yang berperilaku seperti demikian. Di sisi lain, perilaku setiap anak berbeda. Maka dari itu, setiap anak harus diawasi. Sebab, anak kecanduan konten dewasa bisa berdampak pada perkembangan otak, gangguan emosi, dan bersosialisasi.
Laman Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunung Kidul melansir beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua untuk mengantisipasi anak-anak mereka kecanduan konten dewasa.
1. Buat aktivitas bersama anak
Banyaknya luangan waktu bisa membuat anak bereksplorasi sendiri. Bagi anak yang sudah pernah menonton mereka akan penasaran dan mulai mencari kembali tontonan tersebut. Aktivitas bisa membantu mengalihkan pikiran untuk lebih positif.
2. Memberikan seks edukasi sejak dini
Bisa dimulai oleh para orang tua memperkenalkan anggota tubuh yang boleh disentuh dan tidak. Memberikan pemahaman tentang anggota tubuh yang harus ditutupi.
3. Batasi dalam penggunaan perangkat elektronik
Bagi anak di bawah umur awasi situs dan riwayat yang ia lihat. Dampingi anak saat menonton bisa membantu memfilter tontonan buruk untuknya.
4. Memberikan kepercayaan
Orang tua pasti sudah memberikan edukasi dan larangan kepada anaknya. Sudah sepantasnya kita mempercayakan apa yang anak katakan.
5. Jangan lupa untuk ajarkan anak selalu berpegang teguh tentang agama dan tuhannya
Bagaimana setiap langkah yang kita lakukan terus diawasi. Juga akan mendapatkan balasan. Secara tidak sadar anak akan merasa bersalah saat ingin menonton atau melakukan hal yang tidak baik.
Peran orang tua sangat penting dalam tumbuh kembang seorang anak. Berikan waktu luang untuk berbicara dengan anak agar dia menjadi seorang yang terbuka, seperti tanyakan apa yang ia sukai, kegiatan apa hari ini yang dilakukan dan apakah hari ini menyenangkan.
Dengan berbicara santai bersama anak, itu dapat berpengaruh terhadap perilaku dan kebiasan sehari-hari nya. Setidaknya luangkan waktu satu dua jam jika memang orang tua sibuk bekerja. Selalu tanyakan keadaannya dan berikan dukungan atas hobi yang ia sukai selagi itu baik.
Jangan biarkan anak sendirian. Jika ia merasa kesepian, anak dapat mencari pelarian di sekitarnya terutama di Internet. Dasarnya berselancar di internet akan membuat waktu terasa begitu cepat.
Ini menjadi kewaspadaan para orang tua akibat dari kebijakan baru yang dibuat oleh Elon Musk atas konten dewasa yang diizinkan di platform X. Diharapkan tetap mengawasi, selalu mengingatkan untuk menjauhi tontonan yang tidak seharusnya. Untuk menjaga anak-anak dari paparan pornografi.