JawaPos.com - Ada beberapa fakta menarik tentang manusia yang jarang diketahui. Salah satunya adalah orang dengan IQ tinggi cenderung tidak membutuhkan banyak teman.
Bagi mereka, komunikasi justru hanya membuang-buang waktu dan lebih sibuk untuk memecahkan masalah besar.
Tak hanya itu, sebesar 80 persen percakapan ternyata berisi gosip. Kendati demikian, bergosip dinilai dapat menjaga hubungan sosial.
Penasaran dengan fakta menarik lainnya? Temukan jawabannya dalam artikel ini, dikutip dari Brightside.me, Senin (3/6).
1. Orang dengan IQ Tinggi Tidak Butuh Banyak Teman
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan IQ tinggi cenderung tidak membutuhkan banyak teman.
Hal ini lantaran otak mereka sibuk memecahkan masalah besar dan menganggap komunikasi hanya membuang-buang waktu.
Namun, di sisi lain, penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya persahabatan tidak hanya berdampak positif pada keadaan psikologis, tetapi juga pada kesehatan fisik.
Itu sebabnya terkadang lebih baik berbicara dengan orang-orang yang menarik dibandingkan sibuk membaca buku.
2. Depresi Mempengaruhi Warna yang Dilihat
Saat seseorang merasa depresi, retina menjadi kurang sensitif terhadap warna-warna kontras sehingga sulit membedakan warna.
Selain itu, jika kamu dikelilingi oleh warna abu-abu dan pucat, maka kamu lebih rentan mengalami depresi dan melankolis.
3. Mengetahui Bahasa Asing Membantu dalam Membuat Keputusan
Untuk membuat keputusan yang lebih baik, kamu tidak harus bersikap dingin. Cobalah untuk berpikir dalam bahasa asing.
Para ilmuwan percaya bahwa orang sering bertindak secara emosional ketika membuat keputusan penting.
Namun, jika kamu menganalisis situasi dalam bahasa asing, bagian rasional otak akan terlibat.
Hal ini membuat pendekatanmu akan lebih seimbang dan tidak mengandung risiko yang berlebihan.
4. Kaum Muda Lebih Sering Menderita Depresi
Sebuah survei menunjukkan bahwa orang yang paling tidak bahagia di dunia adalah mereka yang berusia di bawah 30 tahun.
Pria dan perempuan yang berusia 18 hingga 30 tahun lebih rentan mengalami kecemasan dan stres.
5. Kelelahan Dapat Meningkatkan Kreativitas
Ternyata, kelelahan dapat membuat seseorang mampu memunculkan ide kreatif. Pikiran kreatif sering muncul pada orang yang kelelahan karena otak mereka bekerja kurang efisien.
Otak tidak menolak ide-ide yang mungkin tampak gila. Ide gila tersebut justru bisa menjadi awal dari sebuah proyek yang besar.
Hal itu yang membuat ide-ide bagus sering muncul di benak seseorang setelah seharian bekerja.
Jika kamu orang yang suka bangun pagi, proses kreatif tersebut bisa dimulai pada malam hari. Sebaliknya, jika kamu suka tidur larut malam, inspirasi bisa datang di pagi hari.
6. 80 Persen Percakapan Berisi Gosip
Setiap percakapan yang terjadi rupanya didominasi oleh gosip, baik itu pada perempuan maupun pria.
Para ilmuwan telah menghasilkan statistik yang mengejutkan, yakni 80 persen dari percakapan kita hanya berisi gosip dan pertukaran informasi tentang teman dan kolega.
Namun, bergosip sebenarnya tidak seburuk itu. Bergosip merupakan cara berkomunikasi yang penting. Dengan bergosip, orang dinilai dapat menjaga hubungan sosial.
7. Semua Orang Bisa Membeli Kebahagiaan
Tentu, kita pernah mendengar bahwa kebahagiaan tidak bisa dibeli. Namun, para psikolog membantah hal tersebut.
Setiap orang bisa membeli kebahagiaan, tetapi uang tersebut bukan untuk membahagiakan diri sendiri, melainkan untuk orang lain, baik itu keluarga, teman, maupun badan amal.
Saat kita membawa kebahagiaan untuk orang lain, kita juga akan meningkatkan harga diri kita.
Dengan demikian, kita menganggap diri kita lebih penting serta menjadi lebih bahagia dan puas dengan hidup.
8. Membangun Kepercayaan Cukup 20 Detik
Untuk membangun kepercayaan, kamu harus memeluk seseorang selama kurang lebih 20 detik. Tentu, kamu memberikan pelukan setelah mendapat persetujuan dari orang tersebut.
Saat berpelukan, hormon oksitosin dilepaskan ketika kita merasa aman (termasuk saat bersama orang yang dicintai) mampu menenangkan dan membuat kita rileks.
9. 80 Persen Pikiran Seseorang Berisi Hal Negatif
Setiap hari, rata-rata 12 ribu hingga 60 ribu pikiran muncul di kepala kita. Namun, ternyata 80 pikiran kita berisi hal negatif. Sebagian besar pikiran negatif tersebut berulang setiap hari.