← Beranda

Simak Anjuran Terbaik Minum Obat Kolesterol Simvastatin

Wella Novita AndrianiSenin, 5 Februari 2024 | 20.38 WIB
Pasien dan Dokter (https://pin.it/71DXB1SYA)

JawaPos.com- Obat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta meningkatkan jumlah kolesterol baik (HDL) dalam darah.

Obat simvastatin termasuk ke dalam golongan obat statin, yang dapat menurunkan kolesterol tinggi dengan membuat tubuh menyerap kolesterol atau menghalangi zat yang dibutuhkan tubuh untuk membuatnya.

Selain sebagai obat kolesterol, simvastatin juga digunakan untuk mengurangi risiko stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung lainnya pada penyandang diabetes.

Obat yang berfungsi untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida (lemak) dalam darah. Obat ini termasuk dalam golongan obat statin.

Obat simvastatin bekerja dengan cara menurunkan jumlah kolesterol yang dihasilkan hati. Selain itu, dapat menurunkan kolesterol jahat, trigliserida, serta meningkatkan kolesterol baik yang dapat membantu mencegah penyakit jantung, stroke, dan serangan jantung.

Selain mengubah pola makan dengan diet sehat, seperti diet rendah kolesterol atau diet rendah lemak, perubahan gaya hidup lainnya yang bisa membantu obat ini bekerja dengan maksimal.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara olahraga secara rutin, menurunkan berat badan hingga ideal, dan berhenti merokok.

Simvastatin juga mungkin dokter resepkan untuk mengobati masalah medis lainnya yang tidak tercantum di atas. Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Obat statin memiliki banyak jenis setiap jenis obatnya memiliki waktu minum yang berbeda-beda. Jadi, Sebelum menggunakan obat ini, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Lebih jelas, mari bahas satu per satu waktu terbaik minum obat kolesterol menurut jenisnya dirangkum dari website hellosehat.com menjelaskan sebagai berikut :

1. Short-acting statins

Obat kolesterol yang durasi kerjanya pendek paling baik Anda minum pada malam hari. Studi menunjukkan bahwa minum short-acting statin pada malam hari membantu menurunkan kadar LDL dan kolesterol total lebih baik daripada pada siang hari.

Ini karena enzim hati yang memproduksi kolesterol lebih aktif saat malam hari. Ketika minum obat statin pada waktu tersebut, tentu kinerja obat akan jadi lebih efektif. Obat jenis ini memiliki waktu paruh kurang dari 6 jam.

Contoh obat kolesterol yang tergolong dalam short-acting statins meliputi:

Dikutip dari website upk.kemkes.go.id menjelaskan bahwa selama bulan ramadhan pola makan dan minum akan berubah, waktu yang leluasa untuk minum obat berubah dari 24 jam menjadi hanya 10,5 jam. Penggunaan obat sebelum dan sesudah makan di saat bulan Puasa:

1. Sebelum Makan
Jika obat harus diminum sebelum makan, berarti sekitar 30 menit sebelum makan sahur atau makan malam/makan besar.

2. Sesudah Makan
Setelah makan artinya, kondisi lambung berisi makanan, kira-kira 5 –10 menit setelah makan besar.

3. Jika ada obat yang harus diminum tengah malam sesudah makan
Sebelum minum obat perut dapat diisi dahulu dengan biskuit sebelum minum obat. Perubahan jadwal waktu minum obat saat puasa dan dosis obat mungkin dapat mempengaruhi efek terapi obat. Karena itu perlu kehati-hatian dalam merubah jadwal minum obat, Konsultasikan dengan dokter atau apoteker

Penggunaan obat pada saat puasa yang diminum 1-2 kali sehari 1x1 obat yang diminum satu kali sehari tidak ada perbedaan ketika digunakan saat puasa, dapat digunakan saat malam hari atau pagi hari saat.

Saat sahur bisa diminum 2 x 1 obat yang digunakan dua kali sehari, disarankan untuk diminum pada saat Sahur dan saat berbuka. Jika ternyata obat perlu diminum 3 atau bahkan 4 kali sehari. Pada hari biasa artinya obat diminum tiap 8 jam atau 6 jam (Misal antibiotik).

Hal ini tidak memungkinkan pada saat berpuasa. Dengan ini memiliki solusi untuk obat di ganti sediaan yang melepaskan perlahan lahan atau diganti obat jenis lain yang memiliki khasiat sama namun bekerja panjang.

Dikutip dari website halodoc.com menjelaskan bahwa Simvastatin hadir dalam bentuk sediaan oral. Obat ini dikonsumsi satu kali sehari, biasanya pada malam hari. Dosis simvastatin diberikan sesuai dengan kondisi kesehatan pengidap, respons pengidap terhadap obat, usia, dan obat lain yang dikonsumsi.

Dosis maksimal yang diberikan untuk obat ini setiap hari adalah sebanyak 40 miligram. Apabila dokter telah memberikan instruksi untuk pemakaian lebih dari dosis maksimal, bisa melanjutkan konsumsinya.

Namun, pastikan tahu apa saja efek samping yang mungkin terjadi saat menggunakan simvastatin melebihi dosis maksimal.

Obat ini bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan dengan telan tablet simvastatin secara utuh dengan air putih. Konsumsi simvastatin pada waktu yang sama tiap harinya agar hasil pengobatan optimal.

Jangan menghentikan pengobatan kecuali atas instruksi dokter. Jika lupa mengkonsumsi simvastatin, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.

Dosis dan aturan Simvastatin termasuk dalam golongan obat keras. Oleh karena itu, penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep dokter.

Berikut adalah anjuran umum dosis Simvastatin. Dirangkum dari website www.klikdokter.com menjelaskan sebagai berikut:
Tujuan: hiperkolesterolemia
Bentuk: tablet salut selaput
- Dosis awal: dosis 10 mg/hari diberikan pada malam hari
- Dosis awal untuk pasien dengan hiperkolesterolemia ringan sampai sedang: dosis 5 mg/hari
- Pengaturan dosis dilakukan dengan jarak tidak kurang dari 4 minggu sampai maksimal 40 mg/hari (diberikan malam hari)
- Lakukan pengukuran kadar lipid dengan jarak tidak kurang dari 4 minggu. Dosis disesuaikan dengan respons penderita

Penting untuk tidak menambahkan atau memakai obat simvastatin lebih dari resep yang didapatkan. Sebab, konsumsi berlebihan justru dapat meningkatkan efek samping serius pada tubuh.

Konsumsi obat secara rutin supaya bisa mendapatkan khasiatnya lebih optimal. Tidak boleh lupa, sebaiknya obat dikonsumsi pada jam yang sama setiap hari. Selain itu, sebaiknya pengobatan tetap dilanjutkan meski kamu merasa sudah lebih baik. Dirangkum dari website www.halodoc.com

Sebab, sebagian besar orang dengan kadar trigliserida dan kolesterol yang tinggi tidak mengalami rasa sakit atau gejala tertentu.

Tak kalah pentingnya, pastikan tetap melakukan anjuran dokter untuk menjalani pola makan sehat dan olahraga rutin. Setidaknya, dibutuhkan waktu kurang lebih selama empat minggu sampai bisa merasakan efek dari simvastatin.

Jangan mengurangi atau menghentikan konsumsi simvastatin tanpa arahan dari dokter, meskipun tidak merasakan keluhan apa pun.

Kolesterol tinggi pada umumnya tidak akan menyebabkan gejala hingga terjadi komplikasi. Dokter mungkin akan meminta untuk menjalani tes darah secara rutin selama pengobatan dengan simvastatin.

Dengan begitu, efektivitas pengobatan dan respons tubuh terhadap obat dapat terpantau. Ikuti jadwal kontrol yang direncanakan oleh dokter. Simpan tablet simvastatin di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Simvastatin akan lebih manjur jika penggunaannya dibarengi dengan gaya hidup sehat dan hindari rokok serta alkohol.

Di samping itu, jangan coba melebihkan dosis yang telah ditentukan karena bisa menimbulkan efek samping berbahaya.

EDITOR: Hanny Suwindari