JawaPos.com - Berkecimpung di industri fashion sejak 2012 membuat Cititex Jakarta kini bukan hanya sekadar distributor pakaian, tetapi juga pionir inovasi, tren dan kreativitas.
Baca Juga: Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Tingkatkan Keterampilan dan Mendukung Usaha Rumahan
Founder Cititex Jakarta, Darmanto dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa unit bisnisnya ini awalnya lahir dari usaha kecil dengan satu mesin DTG dan ukuran ruang hanya 4x4 meter persegi pada 2012, sebelum akhirnya menjelma menjadi distributor besar.
Dalam upaya terus melebarkan sayap dan mengukuhkan reputasinya, Darmanto mengatakan bahwa pihaknya membuka pintu peluang bagi individu dengan semangat wirausaha untuk bergabung sebagai reseller.
"Lebih dari sekadar menjual produk, menjadi seorang reseller bisa memberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan sukses kami dalam industri fashion yang dinamis," ujar Darmanto.
Sebagai reseller, lanjut Darmanto, seseorang tidak hanya menjadi penjual, tetapi juga mitra strategis dalam menyebarluaskan keberadaan dan visi pihaknya di berbagai segmen pasar.
"Dengan mengajak individu untuk bergabung sebagai reseller, kami membuka akses kepada mereka untuk merasakan keberlanjutan dari keberhasilan," katanya lagi.
Darmanto mengatakan, dedikasinya dalam bisnis ini sudah ditunjukkan dengan memiliki pabrik sendiri di Solo, Kabupaten Karanganyar.
"Pabrik ini tidak hanya menjadi pusat produksi dengan kapasitas hingga 1 juta kaos per bulan dan 10.000 sablon per hari, tetapi juga menciptakan peluang pekerjaan bagi masyarakat sekitar," pungkasnya.