JawaPos.com - Mungkin terdengar aneh, namun fobia yang jarang ditemui ini adalah kondisi yang nyata dan mampu menyebabkan penderitaan yang besar bagi mereka yang mengalaminya.
Banyak orang yang akrab dengan ketakutan pada laba-laba, ketinggian, atau tempat tinggi.
Namun, ada juga yang mengalami ketakutan yang lebih unik, seperti takut pada balon atau bahkan pisang.
Meskipun bagi sebagian orang pisang terlihat tidak berbahaya, fobia bukanlah hal yang sepele yang bisa diremehkan.
Menurut John Hopkins Medicine, fobia melibatkan lebih dari sekadar ketakutan biasa.
Individu dengan fobia berusaha keras untuk menghindari benda atau situasi yang menjadi sumber ketakutannya secara tak terkendali dan berlebihan.
Bahkan, mereka mungkin mengalami serangan panik jika terpaksa menghadapi objek yang menakutkan tersebut.
Dilansir dari media livescience, Kamis (16/11), berikut sepuluh fobia yang kurang diketahui namun benar-benar ada:
1. Trypophobia: Takut berlebihan pada lubang-lubang
Trypophobia adalah ketakutan terhadap pola lubang yang berulang, seperti yang dijelaskan dalam sebuah laporan kasus tahun 2018 yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychiatry.
Individu yang mengalami kondisi ini dapat merasakan ketakutan yang kuat dan tidak sebanding ketika mereka melihat objek seperti bungkus gelembung, sarang lebah, atau biji polong.
Dalam laporan tersebut, seorang peneliti menceritakan kisah seorang gadis berusia 12 tahun yang mengungkapkan kecemasannya terhadap benda-benda seperti roti yang dihiasi dengan biji-bijian, keju Gruyère, dan pakaian dengan pola bintik-bintik atau motif binatang.
Meskipun gadis tersebut tidak memiliki riwayat tekanan mental sebelumnya dan memiliki prestasi sekolah yang luar biasa, ibunya melaporkan sebuah insiden di mana putrinya panik dan berlari keluar dari kamar mandi setelah melihat dinding berlubang.
2. Globophobia: Takut pada balon
Menurut sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 2013 di British Medical Journal, globophobia adalah ketakutan terhadap balon.
Individu yang mengalami kondisi ini mungkin mengalami kecemasan yang intens ketika melihat balon, baik itu melihat, menyentuh, atau bahkan mencium bau balon.
Meskipun demikian, artikel tersebut menekankan bahwa sebagian besar orang yang mengalami globophobia sebenarnya hanya takut pada suara letupan balon.
3.Vestiphobia: Takut pada pakaian
Vestiphobia, sebagaimana diuraikan dalam sebuah laporan kasus tahun 2011 yang dipublikasikan di jurnal Grand Rounds, merujuk pada ketakutan terhadap pakaian.
Individu yang mengalami kondisi ini mungkin merasa takut terhadap jenis pakaian tertentu atau merasa cemas ketika mengenakan pakaian yang terlalu ketat, menyebabkan sensasi terkekang.
Dalam situasi ekstrim, penderita mungkin menghindari interaksi sosial sepenuhnya untuk menghindari penggunaan pakaian.
Laporan kasus tersebut mencatat kisah seorang peserta wajib militer Tiongkok yang berusia 21 tahun.
Meskipun tanpa riwayat penyakit mental atau pengobatan psikiatri sebelumnya, peserta ini mengalami gejala seperti detak jantung yang cepat, sesak dada, dan kram saat memulai latihan lapangan.
Pasien mengungkapkan bahwa gejalanya hanya muncul ketika mengenakan rompi pelindung tubuh, dan kondisinya semakin parah setelah berjalan dengan lambat.
4. Bananaphobia: Takut pada pisang
Bananaphobia, sesuai dengan namanya, merupakan ketakutan terhadap pisang.
Salah satu insiden yang dilaporkan oleh Daily Mail melibatkan seorang wanita yang sepanjang hidupnya mengalami ketakutan yang luar biasa terhadap pisang, bahkan sampai-sampai dia merasa mual hanya berada di ruangan yang berisi buah tersebut.
Wanita tersebut mengklaim bahwa psikoterapi telah membantunya mengatasi bananaphobia.
5. Arachibutyrophobia: Takut terhadap selai kacang yang menempel di langit-langit mulut
Arachibutyrophobia adalah ketakutan terhadap selai kacang yang menempel di langit-langit mulut, menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Food Bites pada tahun 2008.
Meskipun sensasi tidak nyaman ini umum terjadi, individu dengan arachibutyrophobia mengalami ketakutan yang berlebihan terhadapnya.
Mereka tidak takut pada selai kacang itu sendiri; sebaliknya, kecemasan muncul karena sensasi 'lengket'. Akibatnya, penderita juga menghindari produk makanan lain yang memiliki konsistensi serupa.
6. Hippopotomonstrosesquippedaliophobia: Takut pada kata-kata yang panjang
Hippopotomonstrosesquippedaliophobia, atau yang juga dikenal sebagai sesquipedalophobia, adalah ketakutan terhadap kata-kata panjang, seperti yang dilaporkan oleh BBC.
Meskipun namanya mungkin terdengar seperti lelucon, kondisi ini sebenarnya memiliki arti yang serius. "Sesqui" berasal dari bahasa Latin yang berarti "satu setengah", sedangkan "pedal" berarti "kaki".
Jadi, secara harfiah, "sesquipedalophobia" dapat diartikan sebagai "ketakutan terhadap satu setengah kaki" atau lebih spesifik, atau ketakutan terhadap kata-kata yang sangat panjang.
Ketakutan ini sering kali dipicu oleh pengalaman awal rasa malu dan ketidaknyamanan saat mengucapkan kata-kata yang panjang.
Fobia ini dapat memengaruhi terutama pada individu yang juga menderita disleksia, seperti yang dijelaskan dalam sebuah ulasan tahun 2011 yang dipublikasikan dalam jurnal The Reading Teacher.
7. Omphalophobia: Takut pada pusar
Omphalophobia merupakan ketakutan terhadap pusar. Individu yang mengalami kondisi ini menghindari menyentuh daerah pusar, melihat pusar orang lain, atau bahkan memikirkan pusar tanpa merasa tidak nyaman.
Daily Mail melaporkan kasus langka fobia ini, di mana seorang wanita pasien merasakan rasa sakit fisik ketika terpapar pada area pusar, seperti yang dijelaskan dalam artikel tersebut.
Wanita tersebut, yang memiliki tekad untuk mengatasi omphalophobia sambil mengejar gelar kedokterannya, memutuskan untuk menjalani terapi perilaku kognitif.
Meskipun demikian, tidak dijelaskan dalam artikel tersebut apakah pengobatan tersebut berhasil.
8. Phobophobia: Takut pada fobia
Menurut studi kasus pada tahun 1983 oleh The Journal of Nervous and Mental Disease, Phobophobia adalah ketakutan akan fobia.
Orang yang menderita fobia ini seringkali takut dengan sensasi fisik yang menyertai rasa takut, dan ditandai seperti sesak nafas atau jantung berdebar-debar.
Penderita menganggap bahwa gejala tersebut bisa mengancam nyawanya atau berpotensi menimbulkan kerusakan permanen.
Fobofobia juga sering didiagnosis bersamaan dengan gangguan kecemasan, jelas peneliti.
9. Chaetophobia: Takut pada rambut
Berdasarkan artikel tahun 2022 di TNNMC Journal of Mental Health Nursing, Chaetophobia adalah ketakutan terhadap rambut.
Dimana individu dengan kondisi ini memiliki ketakutan untuk mencuci rambut, memotong rambut atau dekat dengan hewan berbulu.
10. Fobia toilet
Menurut badan amal National Phobics Society, Fobia toilet adalah sebuah ketakutan yang menggambarkan sejumlah kondisi dimana seorang individu mengalami kesulitan menggunakan toilet.
Fobia ini dapat merambah sebagai rasa takut berada terlalu jauh dari toilet, takut menggunakan toilet umum, atau ketakutan saat orang lain memperhatikan atau mendengarkan saat menggunakan toilet.
Tidak jarang, individu yang memiliki kondisi ini melakukan tindakan ekstrim untuk menghindari pergi ke toilet.
Dilaporkan dari kasus The Huffington Post UK, seorang pasien remaja berusia 16 tahun yang menahan buang air besar selama hampir dua bulan lamanya karena sangat takut terhadap toilet hingga meninggal.