JawaPos.com - Presiden Joko Widodo mengenakan busana adat Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timor (NTT), saat memimpin upacara HUT ke-75 RI. Busana tersebut terlihat unik karena senada dengan warna bendera Indonesia yakni merah putih. Tentu ada makna di balik busana yang dikenakan Jokowi.
Kritikus Mode Sonny Muchlison menjelaskan kain asal Nusa Tenggara Timor (NTT) memiliki sejarah dan motif yang menarik sesuai dengan filosofi kehidupan warga NTT. Kain tersebut merupakan kain tenun yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia Timur.
"NTT itu daratan yang bisa dibilang area pertenunan terbesar. Ada Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, kain timur itu banyak macamnya. Dan yang kali ini sengaja dipilih oleh presiden yakni warna merah putih," jelasnya kepada JawaPos.com, Senin (17/8).
Menurut Sonny, kain tenun sebetulnya tak ada yang berwarna merah terang seperti bendera merah putih. Maka Sonny menduga, kain tenun yang dipakai Jokowi adalah kain tenun pesanan khusus.
"Sebetulnya kalau kain tenun dari NTT, kalau warnanya enggak ada yang merah nge-jreng magenta seperti yang dipakai Presiden. Ini pesanan khusus pasti. Sebab NTT kan daerahnya gersang dan warnanya lebih redup biasanya," katanya.
Maka jika pewarna alam warna merah yang digunakan biasanya berasal dari akar mengkudu. Dan warnanya biasanya lebih redup.
"Maka kalau yang ini sepertinya sintetis. Sebab lebih magenta dan warnanya terang," ungkap Sonny.
Sonny menilai Jokowi sengaja memilih kain dari wilayah Timur Indonesia dan NTT adalah pusatnya tenun terbesar. Sehingga Sonny menilai apa yang dikenakan Jokowi memang lebih cocok dengan hiasan di kepalanya.
"Topinya itu sepaket dari selendang yang diikat dan dililit-lilit. Begitu juga sarungnya. Jadi memang membuat Jokowi lebih stylish," jelasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=3-1dSAdcRbY