← Beranda

Ketahui 4 Cara Tradisional Hilangkan Bulu dan Efek Sampingnya

Nurul Adriyana SalbiahKamis, 28 Februari 2019 | 19.05 WIB
Ilustrasi perempuan ingin menghilangkan bulu di kaki.

JawaPos.com - Memiliki kulit yang mulus tanpa bulu, tidak berbintik hitam, bebas dari kerutan menjadi idaman kaim hawa. Maka saat ini semakin banyak klinik kecantikan yang menawarkan perawatan tersebut.


Ada juga cara-cara tradisional untuk menghilangkan bulu yang dianggap mengganggu penampilan. Lalu apa saja metode tradisional menghilangkan bulu tersebut? Dan bagaimana efek sampingnya?


1. Cabut Bulu


Mencabut bulu menjadi metode pertama yang dilakukan saat belum ada teknologi atau alat apapun. Pada saat menghilangkan bulu dengan cara mencabut umumnya dilakukan pada area-area tubuh seperti ketiak dan alis. Cara melakukannya dengan mencabut bulu satu persatu sampai akarnya menggunakan pinset.

Efek Samping


Metode ini membuat sakit. Jika bulu patah, maka bulu itu dapat tumbuh ke dalam kulit, menyebabkan in grown hair (bulu tumbuh ke dalam). Untuk ketahanan cara ini untuk menghilangkan bulu diperkirakan 3-8 minggu, dan terbilang cukup lama. Untuk mengurangi risiko lain seperti terkena infeksi, ada baiknya bersihkan pinset dengan alkohol sebelum dan sesudah penggunaan.

2. Gunakan Alat Cukur


Menggunakan alat cukur juga bisa menjadi pilihan, tapi seberapa baguskah hasilnya? Jika Anda termasuk orang yang tidak bisa menahan sakit, ada cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bulu dengan tingkat kesakitan hanya di level 1. Dan metode ini bisa dilakukan di bagian tubuh manapun yang diinginkan, dengan catatan harus melakukannya denga teliti dan juga hati-hati. 


Efek Samping


Sama seperti saat mencabut bulu, mencukur rambut juga memiliki efek samping. Selain bisa terluka jika tidak hati-hati, seseorang juga bisa terkena infeksi apabila alat cukur yang kamu gunakan tidak steril bahkan sampai berkarat. Mencukur juga bisa menyebabkan bulu tumbuh ke dalam.


3. Krim Penghilang Bulu


Saat ini ada krim memudahkan proses menghilangkan bulu. Krim perontok bulu atau dalam dunia medis dikenal dengan depilatori menawarkan metode menghilangkan bulu tanpa alat ataupun rasa sakit. Cara kerja krim ini adalah dengan memecah struktur protein rambut, sehingga rambut bisa keluar dan terangkat dari kulit dengan mudah saat kamu menggosokkan krimnya ke kulit.


Efek Samping


Sayangnya penggunaan krim untuk menghilangkan bulu dapat berefek iritasi pada kulit jika didiamkan terlalu lama atau jika kulit kamu termasuk kulit yang sensitif. Untuk ketahanannya sendiri berkisar 1-2 minggu.


4. Waxing


Meskipun sakit ternyata metode ini punya penggemarnya sendiri lho. Karena cara kerja waxing ini menggunakan cairan lilin yang dibalurkan ke area yang bulunya ingin dihilangkan, kemudian cairan tersebut ditutupi dengan potongan kain. Saat cairan lilin tersebut sudah mengering, kain tersebut akan di tarik dengan cepat untuk bisa mencabut bulu yang ada di area tersebut.


Untuk bisa melakukan waxing, panjang bulu yang kamu miliki paling pendek sekitar 0,5 cm dan metode ini sangat tidak disarankan bagi seseorang yang memiliki kulit sensitif.


Efek Samping


Ketika melakukan waxing, efeknya adalah rasa sakit yang maksimal disertai kulit yang menjadi kemerahan. Efek samping yang paling parah adalah bisa mengalami infeksi setelah melakukan metode waxing ini.


Namun, selain 4 metode penghilang bulu tradisional di atas, ada metode terbaru yakni IPL (Intense Pulsed Light) untuk menghilangkan bulu. Cara kerja IPL yaitu dengan memanfaatkan cahaya lampu xenon dalam intensitas yang tinggi untuk meremajakan jaringan kulit. Pada terapi IPL Hair Removal, besar gelombang yang digunakan akan disesuaikan dengan kondisi kulit dan tergantung seberapa banyak area kulit yang akan diobati.


Dalam keterangan tertulis, Beautylogica Clinic, Kamis (28/2), perawatan Hair Removal dengan menggunakan teknologi IPL dijamin aman dan bisa dilakukan di Beautylogica Clinic. Dalam Journal of clinical and aesthetic dermatology mengemukakan bahwa terapi IPL hair removal mampu mencegah pertumbuhan bulu 70-90 persen.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah