JawaPos.com – Jajanan anak-anak di era tahun 1970,1980, 1990 semakin sulit ditemui. Padahal dulu jajanan ini sangat populer di eranya. Sebut saja yang masih melekat di ingatan ada wafer bergambar Superman, cokelat cap Ayam Jago, cokelat payung, cokelat koin, berbagai jenis makanan ringan, tiupan balon, gulali, kwaci gajah, tengteng, Noga Suuk, sagon,angleng, arum manis, mi kremes Anak Mas dan yang paling juara yaitu permen karet Yosan.
Masyarakat yang lahir di zaman itu pasti masih ingat atau barangkali juga penikmat jajanan tersebut. Dulu jajanan ini paling favorit di kalangan anak-anak. Harganya saat itu masih berkisar Rp 5, Rp 25, Rp 50, hingga Rp 100. Lama kelamaan harganya semakin naik lalu menghilang dari peredaran.
Ternyata, sejumlah jajanan itu masih ada sampai saat ini meski langka dan nyaris punah. Di tangan Kang Dede L Wiratmadinata asal Bandung, dia bisa menghidupkan lagi zaman tempo dulu ke masa kini. Kang Dede dengan warungnya bernama Jajanan Jaman Baheula berkeliling dari mal ke mal untuk memamerkan jajanan makanan yang masih ada sampai saat ini.
“Kami sasarannya dari mal ke mal atau di pameran. Setiap kali buka gerai pasti langsung diserbu karena memang yang kami jual jajanan yang sudah langka,” katanya saat ditemui dalam ulang tahun pusat perbelanjaan Margo City bertema 11th Anniversary “Glitz in Style”, Rabu (29/3).
Dede mengungkapkan ternyata pabriknya masih ada. Di antaranya tersebar di Bandung dan Tangerang. Pabrik tersebut masih memproduksi kecil-kecilan. Ada pula industri rumahan skala kecil.
“Pabriknya masih ada, tapi produksi enggak banyak. Seperti permen karet Yosan ini masih ada di Tangerang pabriknya,” kata Dede.
Dede ingin mempertahankan keunikan jajanan di masa lalu agar jangan sampai hilang. Dede punya 80 sampai 100 jenis jajanan lawas yang bisa dikenang masyarakat.
“Kami ingin populerkan lagi jajanan ini. Karena dulu modern banget, tetapi 20-30 tahun kemudian makanan ini nyaris hilang,” ungkap Dede. (cr1/JPG)