JawaPos.com – Para orang tua sering mengalami kesulitan memahami makna komunikasi anak berkebutuhan khusus. Sehingga para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus seperti autisme pasti membawa anaknya untuk diberikan terapi oleh para ahli. Kocek yang dirogoh tentu tidak kecil.
Kini, Spokle Group Pty Ltd, sebuah perusahaan jasa kesehatan asal Australia resmi meluncurkan aplikasi perangkat seluler terbarunya, SpokleTM App, yang dapat menjadi jawaban dari keresahan para orang tua dari anak berkebutuhan khusus. Para orang tua dapat memperoleh dukungan serta bimbingan dari para ahli profesional dengan cara yang sangat terjangkau, nyaman dan tanpa hambatan geografis.
Aplikasi ini sudah tersedia di Google Play store, dan sebentar lagi juga di Apple app store. Aplikasi ini dapat diunduh oleh para orang tua yang berada di 6 (enam) negara Asia Pasifik yaitu Indonesia, Australia, Selandia Baru, Singapura, Malaysia dan Filipina. Saat ini aplikasi dapat diakses dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Melalui aplikasi perangkat seluler terbaru ini, keluarga dan anak-anak yang memiliki kesulitan-kesulitan dalam berkomunikasi, seperti keterlambatan bicara atau bahasa serta kebutuhan yang lebih kompleks seperti gangguan spektrum autisme, akan dengan mudah mendapatkan akses terapi dari ahli terapis wicara dan bahasa bahkan untuk mereka yang berada di lokasi yang terpencil sekalipun.
“Luasnya kepulauan Indonesia merupakan tantangan terbesar bagi banyak orang tua dan keluarga tersebut untuk mendapatkan akses pengobatan secara rutin. Oleh karenanya, kami berinisiatif menggabungkan peranan teknologi perangkat seluler yang telah tersedia untuk membawa pengetahuan dan keahlian para profesional lebih dekat kepada mereka,” kata Pendiri Spokle Elisabeth Yunarko dalam keterangan tertulis, Senin (20/3).
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 1 dari 160 anak-anak mengidap autisme dan sebanyak 1 dari 20 diantaranya memiliki tantangan integrasi sensorik, meskipun banyak asumsi lain yang menyatakan bahwa jumlahnya lebih tinggi. Psikolog, penulis dan dosen Rosdiana Setyaningrum menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi oleh banyak keluarga di Indonesia.
"Dalam pengalaman klinis saya, bagi setiap keluarga yang mampu mengakses bantuan profesional, masih lebih banyak lagi yang tidak mendapatkannya, dan ini benar-benar menjadi masalah nyata,” kata Rosdiana.
Rosdiana mengatakan bahwa sulit bagi keluarga untuk mendapat bantuan yang dapat dipercaya. "Kurangnya jumlah terapis wicara dan tenaga profesional spesialis lainnya, juga mahalnya biaya pengobatan, lokasi terpencil, stigma sosial, dan kurangnya koneksi masyarakat yang membuat kehidupan sehari-hari menjadi sangat sulit bagi keluarga dengan anak-anak berkebutuhan khusus ini,” tegasnya. (cr1/JPG)