← Beranda

Seperti Kue, tapi Sabun; Buat Mandi, Tunggu Seminggu

Suryo Eko PrasetyoRabu, 5 April 2017 | 22.42 WIB
SAYANG MAU DIPAKAI: Akiko memperagakan cara membentuk sabun menjadi bunga-bunga cantik.

JawaPos.com – ”Ingat, jangan dimakan, ya. Bahaya,” kata Cecilia Affandi. Dia melarang siapa pun yang hendak memakan ”kue ayu” berhias bunga camellia itu. Tampak luar, kue buatan perempuan yang akrab disapa Akiko tersebut memang menggoda. Tapi, kue itu bukan untuk dikonsumsi. Sebab, ia terbuat dari sabun. Ya, sabun yang lebih cocok untuk mandi.


”Ini termasuk karya seni juga,” kata Akiko. Dia mengubah sabun menjadi bentuk apa pun. Menyerupai kue hanya salah satunya. Bisa juga dibentuk menjadi boneka beruang dan buket bunga. Warna-warna yang cantik membuat kreasi itu menarik. Belum lagi, Akiko memberikan sentuhan detail. Jadi, aksesori bunga lebih hidup. ”Kayak bunga asli ya,” ungkap perempuan 52 tahun tersebut.


Selasa (4/4) dia mencontohkan pembuatan kreasi sabun berbentuk bunga camellia. Warnanya merah muda. Aduhai manisnya. Akiko menggunakan dua jenis sabun. Sebagai base, dia menggunakan sabun yang sudah mengeras. Lalu, untuk hiasan di atas base, dipakai sabun krim. ”Tekturnya lembek,” ungkapnya. Jenis itu mempermudah Akiko saat membentuk hiasan.


Dia membuat sabun sendiri. Selain pada tekstur, perbedaan dua jenis sabun itu terletak pada proses membuatnya. ”Sabun untuk hiasan, yang lembek, proses membuatnya dua kali. Setelah sabunnya kaku, dilelehkan lagi,” jelasnya. Barulah dengan bantuan cetakan pipe,sabun dibentuk menjadi hiasan.


Caranya hampir sama dengan membentuk buttercream pada kue. Cetakan pipe dipasang pada plastik adonan yang ujungnya sudah dilubangi. Dengan sedikit tekanan, adonan sabun krim akan keluar dari lubang cetakan. ”Tinggal pintar-pintar tangan saja untuk mengarahkan cetakan dengan baik,” terang perempuan kelahiran Surabaya, 28 Oktober 1964, tersebut.


Pembuatan sabun memakan waktu cukup lama. Akiko menganjurkan, setelah menunggu 1–2 hari, barulah sabun dapat dikreasikan. Kalau mau dipakai untuk mandi, harus menunggu seminggu setelah proses menghias selesai. Tujuannya, mengantisipasi terjadinya iritasi pada kulit.


Lalu, proses berlanjut pada tahap mencetak hiasan. Tahap itu juga membutuhkan waktu lama. Kreativitas juga sangat penting untuk membentuk hiasan bunga agar tampak cantik. ”Nggak mudah juga merangkai satu kelopak dengan kelopak lain dalam satu kuncup bunga,” jelasnya. Akiko sering kali menggunakan sketsa bentuk bunga. Sketsa itu diletakkan di sampingnya. Lalu, dia meniru bentuknya. ”Ini sangat membantu,” tambahnya.


Selain menggunakan cetakan pipe, Akiko membentuk hiasan dari sabun dengan tangan. Misalnya pada bunga kaktus. ”Bentuknya bulat, jadi tidak bisa pakai pipe,” kata ibu dua anak itu.



Dia melanjutkan, seni mencetak sabun tersebut dapat digunakan sebagai pemanis ruangan. Cocok juga sebagai hadiah. ”Tinggal dimasukkan ke dalam kotak, jadi kado atau suvenir,” terangnya. Warna kreasi sabun itu dapat bertahan hingga satu tahun. (bri/c11/jan/sep/JPG)

EDITOR: Suryo Eko Prasetyo