alexametrics

Sempat Punah, Kain Khas Minahasa Dipamerkan dalam 8 Look di JFW 2019

28 Oktober 2018, 07:15:24 WIB

JawaPos.com – Indahnya kain Minahasa khas Sulawesi Utara, dipamerkan di Jakarta Fashion Week 2019, Jumat (26/10). Kain yang dipamerkan adalah kain Bentenan yang sudah ada dan ditenun oleh leluhur rakyat Minahasa sejak abad ke-9.

Konsep yang dituangkan pada koleksi kain tenun Bentenan, yaitu fun dan earth tones. Dengan tujuan, melambangkan hasil bumi seperti emas pada busana merah dan ungu. Sedangkan, warna cerah pada busana ini memiliki makna dinamika.

Oleh karena itu, ketika digabungkan mengartikan hasil tambang yang memberikan dinamika bagi masyarakat Minahasa dan akhirnya melahirkan pribadi yang fun, aktif, dan dinamis. Koleksi yang ditampilkan terdiri dari 8 look, dengan siluet oak couture dan cocktail dress.

Kain Tenun Bersejarah Khas Minahasa Tampil di Jakarta Fashion Week 2019
Cantiknya kain Bentenan, khas Minahasa yang ditampilkan dalam 8 look di Jakarta Fashion Week 2019. (dok.Jakarta Fashion Week 2019)

Bentenan memiliki sejarah yang cukup bersejarah bagi masyarakat Minahasa. Sebab, kain tersebut sangat penting dalam kehidupan ekonomi, sosial dan budaya suku-suku Minahasa.

Kain ini juga sempat menjadi komoditas perdagangan kuno nusantara sampai kedatangan bangsa Eropa di tanah Minahasa. Sejak pendudukan Belanda, kain Bentenan mulai kehilangan peran dalam masyarakat Minahasa.

Menurut catatan arsip Museum Tekstil Indonesia sejak akhir abad ke-19 tak ada lagi generasi penerus Minahasa yang memiliki keterampilan menenun kain ini.

Kemudian, kain Bentenan mulai lahir kembali pada tahun 2006. Tepatnya, sejak masyarakat Minahasa menemukan kembali arsip yang begitu lengkap di Eropa, barulah kain Bentenan mulai direproduksi kembali.

Selain Kain Bentenan yang digawangi oleh Karya Karema (Kreasi Masyarakat Sulawesi Utara), terdapat juga pagelaran Batik Bercerita dan Ecoprint dari Sulawesi Utara yang dipersembahkan oleh Kerukunan Keluarga Kawanua. Kerukunan Keluarga Kawanua itu sendiri merupakan organisasi masyarakat Minahasa yang tersebar di seluruh Nusantara.

“Kerukunan Keluarga Kawanua akan terus mempromosikan dan berkegiatan untuk menunjukkan keindahan budaya Minahasa kepada masyarakat luas dan dapat mendukung kreatifitas dari perwakilan Minahasa,” pungkas Angelica Tengker, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua, pada konferensi pers JFW 2019, Senayan City Jakarta, Jumat (26/10).

Editor : Novianti Setuningsih

Reporter : (Inr/JPC)



Close Ads
Sempat Punah, Kain Khas Minahasa Dipamerkan dalam 8 Look di JFW 2019