alexametrics

Desainer Lenny Agustin Perkenalkan Lebah di Kepulauan Sula Lewat Kain

26 Oktober 2018, 06:37:39 WIB

JawaPos.com – Masyarakat Indonesia barangkali banyak yang belum mendengar atau mengetahui nama Kepulauan Sula, yang terletak di Kepulauan di Maluku Utara (Sula). Padahal Kepulauan Sula memiliki pemandangan yang indah. Terinspirasi hal itu, Desainer Lenny Agustin pun membawanya ke panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2019.

Ada 40 koleksi yang dia tampilkan menggunakan kain-kain koleksi Batik Xoela. Kain-kain tersebut merupakan karya 23 perajin batik di Sula, yang dilatih membatik dari kemampuan dasar hingga mahir oleh Lenny dan tim dalam kurun waktu 6 (enam) bulan, sejak akhir 2017 hingga pertengahan 2018 lalu. Sebelum itu, Sula belum pernah memiliki perajin batik maupun kain batik sendiri.

Lenny menamakan koleksinya kali ini dengan nama ‘Wansosa’. Dalam bahasa Sula, Wansosa artinya lebah. Dan lebah merupakan salah satu ikon kebanggaan Sula, yang terkenal dengan madu asli dari lebah liar di hutan (bukan hasil ternak).

pekan mode, jfw 2019, jakarta fashion week 2019, lenny agustin,
Lenny menamakan koleksinya kali ini dengan nama 'Wansosa' yang berarti lebah. (Istimewa)

Tak heran jika di Sula terdapat Taman Wansosa dengan instalasi patung Lebah di tengahnya. Ini juga yang menjadi alasan, Lebah dijadikan salah satu signature dominan dalam motif-motif Batik Xoela.

“Saya tertarik dengan filososi lebah, yakni selalu bekerja keras bersama-sama untuk menghasilkan sesuatu yang manis. Wujud lebah, sarangnya, serta lingkungannya berkembang biak dan menghasilkan madu (alam dan bebungaan),” katanya dalam konferensi pers, Senin (25/10).

Kemudian dia terjemahkan ke dalam blus-blus berpotongan unik, rok-rok bervolume dan asimetris, jaket-jaket longgar, dan terusan yang dipadu-padankan satu dengan lainnya. Warna yang dipilih dominan hitam, dilengkapi biru donker, cokelat, dan marun.

Namun warna cerah seperti oranye, biru, hijau, pink, dan ungu pun tetap dihadirkannya mewakili alam lingkungan hidup Lebah. Bahan batik yang digunakan adalah katun, dipadukan dengan bahan neoprene, kulit sintetis, dan polyester. Sedangkan untuk mempertegas tema, koleksi-koleksi ini juga dihiasi detail, aplikasi maupun aksesori yang terbuat dari sulaman, rajutan, fril dari potongan-potongan bahan neoprene, motif-motif lebah dari potongan kain, sayap-sayapan atau sarang dari kulit sintetis, hingga bentukan akrilik yang di-lazer cut.

Kini, Sula telah memiliki perajin dan motif batik sendiri. Motif-motifnya merupakan visualisasi kekayaaan alam dan bahari Sula, seperti Wansosa (Lebah liar penghasil madu khas Sula yang terkenal), Man Sanggia (Burung Hijau), Kena Kawahe (Ikan Julung / Roa), Kena Tukareg (ikan yang dahulu dikeramatkan), serta Ipa (Kenari) yang dikombinasi dengan tetumbuhan serta ragam hias lainnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : (ika/JPC)



Close Ads
Desainer Lenny Agustin Perkenalkan Lebah di Kepulauan Sula Lewat Kain