alexametrics

Kaya Akulturasi, Intip Keunikan Pakaian Pengantin Adat Betawi

26 Juni 2019, 18:27:43 WIB

JawaPos.com – Era media sosial justru membuat para calon pengantin lebih mencintai budaya tradisional. Saat ini beragam butik dan Wedding Organizer justru lebih banyak melayani kemauan klien untuk merias busana pengantin sesuai adat tradisional masing-masing. Maka pesta pernikahan dengan upacara adat hingga busananya saat ini lebih diminati. Salah satunya pernikahan adat Betawi.

Menurut Budayawan Betawi, Yahya Adi Saputra, saat ini permintaan upacara adat pernikahan Betawi makin banyak justru datang dari kalangan modern. Masyarakat urban yang mendapatkan jodoh orang Betawi saat ini lebih memilih adat Jakarta tersebut sebagai nuansa pesta pernikahan. Bedanya, era modern saat ini justru pesta lebih banyak digelar di hotel mewah.

“Justru saat ini makin banyak, bukan hanya di rumah pestanya tapi di hotel mewah. Misalnya sekelas hotel-hotel seperti Bidakara, Balai Kartini, dan lainnya. Dan itu bukannya naik kelas ya, memang itu sudah biasa dari zaman dahulu. Siapa saja yang dapat jodoh orang Betawi, misalnya orang Malang, orang Bandung, malah pesta adat Betawi dibawa sampai luar kota Jakarta,” jelas Yahya Adi kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Menurutnya budaya Betawi adalah yang paling longgar dan terbuka dalam merangkul berbagai adat istiadat. Terutama dalam hal pernikahan, Betawi selalu terbuka menerima akulturasi budaya.

“Malah di rumah saya ada 11 orang berkeluarga misalnya, separuhnya kita orang luar Betawi seperti Sunda, Batak, Padang. Betawi yang paling longgar,” jelasnya.

Yahya juga menjelaskan berbagai keunikan yang bisa ditemui dalam setiap adat pernikahan Betawi. Mulai dari upacara adatnya hingga busana yang dikenakan.

Busana pernikahan adat Betawi saat akad dan resepsi. (Blog Febrin House of Betawi)

Busana Pengantin Betawi

Busana pengantin Betawi memiliki budaya yang merupakan perpaduan berbagai etnik, mulai dari Tionghoa, Arab, dan India. Tata rias adat Pengantin Betawi yang paling banyak dikenal adalah Tata Rias Pengantin Betawi Rias Besar.

Pada Pengantin Betawi Rias Besar ini, salah satu unsur penting yang harus ada dan menjadi ciri khas adalah Siangko, yaitu mahkota yang biasa dikenakan oleh pengantin perempuan. Biasanya dilengkapi dengan cadar dan disisipkan dua pasang burung hong di sisi kiri dan kanan siangko.

“Lalu pada saat resepsi memakai busana kebesaran dandanan Care None Pengantin Cine,” jelas Yahya Adi.

Bicara soal busana pengantin adat Betawi khususnya perempuan saat akad dan resepsi memang berbeda. “Kalau akad lebih sederhana dengan baju kurung. Untuk hiasan kepala pun lebih sederhana,” ujar Decy Widhiyanti selaku Pemilik Febrin House of Betawi saat berbincang dengan JawaPos.com beberapa waktu lalu.

Senada dengan Yahya, Decy menjelaskan kalau akulturasi budaya memang sangat terlihat pada busana. Selain adanya cadar dan burung Hong yang melambangkan kecantikan pada aksesori kepala, perpaduan budaya Tionghoa juga terlihat dari kerah shanghai pada baju pengantin.

Sementara pengantin pria mengenakan jubah atau busana panjang dan longgar, mengenakan alpie atau penutup kepala khas haji. Maka disebut dengan dandanan care haji. Dandanan Care Haji maksudnya adalah berupa jubah besar dengan warna yang cerah.

Umumnya, ungkap Decy, bahan pada baju gamis saat resepsi biasanya menggunakan beludru. Namun, saat ini, tak jarang yang memintanya diganti dengan material lain agar lebih ringan dan tidak gerah. Bahkan, kaum muda biasanya menginginkan penambahan payet agar lebih mewah.

“Pakemnya masih kita ikuti, hanya saja bahannya kadang kita modifikasi menggunakan sutra sehingga tak hilang nilai budayanya. Jadi bisa menyesuaikan dengan klien pengantin zaman now, tapi tatanan hiasan dan baju sama seperti dulu,” sambungnya.

Sedangkan untuk make up-nya, pengantin perempuan Betawi cenderung seperti Tiongkok zaman dulu. Terlihat natural yang keputih-putihan dengan sentuhan kemerah-merahan pada pipi.

Kuliner Pernikahan Betawi

Selain diramaikan oleh tradisi palang pintu, petasan, tanjidor, dan ondel-ondel, tak boleh ketinggalan dalam pesta upacara pernikahan Betawi adalah hantaran dan makanannya. Masih selalu dijumpai dalam setiap pernikahan Betawi adalah roti buaya, sayur besan, sirih lamaran, pisang raja, roti tawar, sirup, dan berbagai hidangan lainnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads