
Begini Cara Membuka Hati dan Merasakan Jatuh Cinta Menurut Psikologi, Cocok untukmu yang Takut Jatuh Cinta! (Eyüp Belen/Vecteezy)
JawaPos.com — Ada paradoks menarik dalam urusan perasaan: semakin seseorang menjauh, justru semakin kuat dorongan untuk mengejarnya.
Banyak orang pernah merasakan hal serupa—tertarik pada seseorang yang tampak tak peduli, lalu kehilangan minat ketika rasa itu berbalas.
Fenomena ini bukan sekadar drama percintaan, melainkan cerminan dari cara kerja otak manusia yang kompleks.
Para psikolog menjelaskan bahwa ketertarikan semacam ini tidak selalu berasal dari cinta sejati, melainkan dari sistem di otak yang salah memaknai sensasi keinginan dan antisipasi.
Dengan kata lain, kita sering kali tidak mencintai seseorang sebagaimana yang kita kira—kita justru ketagihan pada sensasi mengejar.
Dilansir dari YouTube Psych2Go, Rabu (12/11/2025), peneliti menjelaskan bahwa otak manusia kerap tertipu oleh sinyal kimia yang menimbulkan sensasi gairah, padahal yang terjadi hanyalah permainan antara dopamin, serotonin, dan rasa penasaran yang sementara.
1. Otak Salah Membedakan Antara ‘Mencintai’ dan ‘Menyukai’
Penelitian menunjukkan bahwa dopamin tidak membuat seseorang bahagia karena memiliki sesuatu, melainkan karena mengejarnya.
Hal ini dibuktikan melalui eksperimen yang dilakukan oleh ahli saraf Kent Marage. Hasilnya, ketika dopamin dalam otak tikus diblokir, mereka kehilangan dorongan untuk mengejar makanan, meskipun tetap merasakan kenikmatan saat makanan tersebut langsung diberikan kepada mereka.
Artinya, keinginan untuk mengejar seseorang bisa menjadi candu tersendiri, terlepas dari kenyataan apakah hubungan itu membahagiakan atau tidak.
2. Efek Mengejar Hal Baru yang Membuat Kita Terbius
Otak manusia menyukai hal baru karena setiap pengalaman baru memicu lonjakan dopamin. Itulah sebabnya fase awal jatuh cinta terasa begitu intens dan menggairahkan.
Namun seiring waktu, dopamin menurun dan serotonin—zat yang menumbuhkan rasa tenang dan stabil—mengambil alih.
Banyak orang keliru mengira penurunan gairah itu sebagai tanda kehilangan cinta, padahal sebenarnya otak sedang beralih dari fase penuh ‘hasrat’ ke ‘ikatan emosional.’
3. Hal yang Susah Didapatkan Meningkatkan Nilai Emosional

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
