Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 18.28 WIB

Orang-orang yang Mengubah Hal-hal Sederhana Menjadi Drama Seringkali Memiliki 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mengubah hal sederhana menjadi drama. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang mengubah hal sederhana menjadi drama. (Freepik/freepik)


JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua pasti pernah bertemu dengan seseorang yang tampaknya selalu membawa “bumbu ekstra” dalam setiap cerita. 
 
Sesuatu yang sederhana, sepele, atau bahkan biasa saja bisa berubah menjadi kisah penuh emosi, seakan-akan dunia runtuh hanya karena sebuah detail kecil. 
 
Fenomena ini sering disebut sebagai “drama queen” atau kecenderungan membuat segala hal terlihat lebih besar dari yang sebenarnya.

Dilansir dari Geediting, dari sudut pandang psikologi, perilaku ini bukan sekadar gaya bicara, melainkan pola kepribadian tertentu yang berulang. 
 
Mari kita telusuri delapan perilaku khas yang biasanya muncul pada orang-orang yang gemar menjadikan hal kecil sebagai drama besar.

1. Membesar-besarkan Emosi


Mereka sering mengekspresikan emosi secara berlebihan. Misalnya, kecewa kecil bisa ditunjukkan dengan tangisan panjang, atau komentar ringan dianggap sebagai hinaan serius. 
 
Bagi psikologi, ini terkait dengan high affect intensity, yaitu kecenderungan merasakan emosi dengan lebih intens dibanding orang lain.

2. Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian


Orang yang suka membuat drama biasanya tidak betah jika dirinya tidak diperhatikan. 
 
Mereka sering menggunakan cerita emosional sebagai cara untuk menarik sorotan orang lain. 
 
Psikolog menyebut ini sebagai attention-seeking behavior, sebuah mekanisme untuk memenuhi kebutuhan validasi diri.

3. Menggunakan Bahasa yang Ekstrem


Alih-alih berkata “saya sedikit kesal,” mereka mungkin berkata “ini benar-benar bencana!” atau “hidupku hancur!” 
 
Penggunaan bahasa yang dramatis membantu mereka menyalurkan perasaan, tetapi juga membuat masalah kecil terasa jauh lebih besar.

4. Mudah Tersinggung dan Sensitif

Hal-hal yang bagi orang lain terasa biasa bisa dianggap sebagai serangan pribadi. Sebuah candaan ringan, misalnya, dapat dipandang sebagai penghinaan. 
 
Rasa sensitif yang berlebihan ini membuat mereka sering menafsirkan situasi dengan cara negatif.

5. Suka Memainkan Peran “Korban”


Dalam konflik kecil sekalipun, mereka sering menempatkan diri sebagai pihak yang paling dirugikan. 
 
Dengan menjadi korban, mereka berharap mendapatkan simpati, sekaligus memperkuat narasi dramatis yang mereka bangun.

6. Mengulang-ulang Cerita untuk Mendapat Reaksi


Drama bukan hanya terjadi sekali. Mereka cenderung menceritakan kembali suatu kejadian ke banyak orang, dengan versi yang semakin dilebih-lebihkan. 
 
Tujuannya jelas: mencari validasi dan reaksi emosional dari orang lain.

7. Kesulitan Mengendalikan Impuls


Saat emosi muncul, mereka sulit menahannya.  Langsung meledak, menangis, atau bereaksi keras tanpa berpikir panjang. 
 
Kurangnya self-regulation inilah yang membuat sebuah masalah kecil bisa berubah jadi drama besar.

8. Ketergantungan pada Respon Orang Lain


Drama tidak akan berarti tanpa penonton. Orang dengan kecenderungan ini sangat bergantung pada reaksi lingkungan.
 
Jika orang lain ikut terbawa emosi, mereka merasa puas.  Tetapi jika diabaikan, justru akan menambah drama baru: “Tidak ada yang peduli padaku.”

Kesimpulan: Drama Adalah Cara Berkomunikasi, Bukan Sekadar Kebiasaan


Membuat hal kecil menjadi drama sering kali bukan karena ingin membuat repot orang lain, melainkan karena cara mereka mengekspresikan diri berbeda. 
 
Di balik perilaku itu biasanya tersimpan kebutuhan akan perhatian, rasa aman, dan pengakuan.

Bagi kita yang berhadapan dengan orang seperti ini, memahami latar belakang psikologisnya bisa membantu untuk lebih sabar dan bijak. 
 
Ingat, terkadang drama hanyalah cara mereka berkomunikasi dengan dunia—meski dengan volume yang terlalu keras.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore