
Ilustrasi tinta tato. (Freepik)
JawaPos.com – Tinta tato yang disuntikkan ke kulit melalui jarum hanya sebagian kecil yang bertahan di dermis. Penelitian terkini mengungkap bahwa sebagian besar tinta justru terdorong keluar saat proses penyembuhan berlangsung.
Tinta tato terdiri dari pigmen warna yang dicampur dengan cairan pembawa agar dapat menembus lapisan kulit. Setelah disuntikkan, sebagian tinta akan diserap tubuh dan dikeluarkan melalui berbagai mekanisme biologis.
Mengetahui bagaimana tinta tato berinteraksi dengan tubuh membantu memahami potensi dampaknya terhadap kesehatan. Pemahaman ini juga memberikan wawasan lebih dalam tentang keamanan dan efektivitas bahan yang digunakan dalam pembuatan tato.
Berikut penjelasan tentang penelitian bahwa hanya 20% tinta tato tetap di kulit, sementara sisanya dikeluarkan atau diserap tubuh, yang dikutip dari laman Greenmemag oleh JawaPos.com, Rabu (19/3).
1. Proses Penyuntikan Tinta
Jarum tato menusuk kulit dengan kecepatan tinggi. Dalam satu detik, jarum dapat bergerak hingga 100 kali untuk menyuntikkan tinta ke dalam dermis.
Lapisan ini dipilih karena lebih stabil dibandingkan epidermis yang terus beregenerasi. Kedalaman penyuntikan berkisar antara 0,15 cm hingga 0,2 cm agar tinta dapat bertahan lebih lama.
Setiap warna tinta memiliki komposisi berbeda yang dapat mempengaruhi daya serap kulit. Faktor teknik tato juga berperan dalam menentukan seberapa banyak tinta yang menetap.
2. Sebagian Tinta Keluar dari Kulit
Tidak semua tinta akan terserap secara permanen di dermis. Hanya sekitar 20% tinta yang menetap, sementara sisanya terdorong keluar oleh proses alami tubuh.
Saat penyembuhan berlangsung, tubuh berusaha mengeluarkan partikel asing yang masuk, termasuk pigmen tato. Sebagian besar tinta keluar melalui pengelupasan kulit dan cairan limfatik.
Faktor seperti jenis tinta, teknik tato, dan respons tubuh mempengaruhi jumlah tinta yang bertahan. Tinta yang tidak menetap di kulit akan berakhir dalam sistem ekskresi tubuh.
3. Sistem Imun Bereaksi terhadap Tinta
Tubuh mengenali tinta sebagai zat asing dan mengaktifkan sistem imun. Sel makrofag berperan dalam menangkap pigmen tinta yang masuk ke dalam kulit.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
