Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Maret 2025 | 16.28 WIB

Berikut 4 Hal yang Dianggap Sebagai Prestasi dalam Pekerjaan Namun Sebenarnya Hanya Tugas Tambahan

Ilustrasi orang kelelahan dalam bekerja. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang kelelahan dalam bekerja. (Freepik)

JawaPos.com – Pekerja yang baik akan berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan bahwa mereka menyelesaikan semua tugas yang harus dilakukan dan mempertahankan produktivitas mereka.

Namun, karena etos kerja mereka yang kuat, mereka sering kali tidak menyadari tanda-tanda bahwa mereka bekerja terlalu keras dan dibayar terlalu rendah.

Beberapa manajer, yang menyadari bahwa karyawan mereka yang berdedikasi akan berusaha keras untuk menyenangkan mereka. Selain itu kemungkinan untuk memanfaatkan hal ini dengan menugaskan mereka dengan tanggung jawab lebih tanpa adanya pemberian gaji lebih.

Dilansir dari laman YourTango, berikut 4 hal yang dianggap prestasi dalam lingkungan pekerjaan namun sebenarnya hanya tugas tambahan tanpa adanya kenaikan gaji.

1. Daftar tugas yang tidak ada habisnya

Pekerja yang baik sering kali percaya bahwa mereka harus melakukan segalanya agar dapat bekerja dengan baik. Piring mereka selalu penuh, dan daftar tugas mereka semakin panjang.

Mereka sering kali mendapati diri mereka bekerja bahkan saat makan siang hanya untuk mengejar ketinggalan. Tugas-tugas yang tak ada habisnya diharapkan dapat diselesaikan oleh para pekerja yang baik tanpa menyebutkan kenaikan gaji pada akhirnya akan menyebabkan mereka gagal total.

Mereka sering kali menjadi cemas dan kewalahan ketika tidak dapat menyelesaikan semuanya, gagal menyadari bahwa tidak mungkin bagi seorang manusia untuk melakukan semuanya sendiri.

2. Padatnya absen kehadiran

Pekerja yang baik mungkin melihat kalender yang padat sebagai suatu prestasi dan bukti dedikasi mereka terhadap pekerjaan. Mereka akan menghadapi rapat berturut-turut, harus berada di beberapa tempat secara bersamaan, dan kalender mereka terlihat seperti permainan Tetris.

Bahkan karyawan terbaik sekalipun tidak seharusnya memiliki proyek dan tenggat waktu yang menumpuk. Mereka berhak mendapatkan bantuan dari anggota tim dan pemimpin mereka untuk menyelesaikan sebagian pekerjaan mereka dan meringankan beban sehingga mereka dapat menyelesaikan semuanya dengan efisien.

3. Bekerja lembur hingga larut malam

Pekerja yang baik sering kali tidak memiliki cukup waktu selama jam kerja 9-5 untuk menyelesaikan semua pekerjaan ketika tugas baru terus-menerus menumpuk pada mereka. Mereka biasanya harus datang lebih awal dan bekerja hingga larut malam.

Akhir pekan menjadi hari mengejar ketertinggalan mereka. Bahkan saat mereka sedang berlibur, mereka tetap memeriksa pekerjaan agar tidak melewatkan apa pun.

Meskipun diharapkan bekerja delapan jam atau lebih di sebagian besar hari, data menunjukkan bahwa manusia hanya mampu bekerja sekitar tiga jam sehari. Ini menunjukkan bahwa meskipun Anda mulai bekerja saat fajar menyingsing,

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore