
Ilustrasi orang yang hangat bersama teman./Pexels.
JawaPos.com - Ketika bersama teman, kita sudah tidak malu-malu lagi untuk berekspresi tentang apapun itu, terlebih kehadiran mereka bisa membuat kita jadi diri sendiri.
Namun hal itu berbeda jika sedang bertemu keluarga, momen yang seharusnya hangat akan jadi mencekam dan saling cuek.
Dilansir dari laman Global English Editing pada Kamis (20/02) mereka yang merasakan hal tersebut, biasanya memiliki 8 pengalaman ini :
1. Mereka tumbuh dalam rumah tangga di mana emosi diabaikan
Sebagai anak-anak, kita melihat ke keluarga untuk membantu memahami dan mengelola emosi. Tetapi bagi sebagian orang, mengekspresikan perasaan disambut dengan ketidakpedulian, atau lebih buruk lagi, yakni kritik.
Mungkin mereka diberitahu untuk "berhenti menangis" ketika kesal atau dibuat merasa lemah karena menunjukkan kerentanan. Seiring waktu, mereka belajar bahwa keterbukaan emosional tidak aman di rumah.
Namun, dengan teman-teman, itu berbeda. Ada ruang untuk perasaan, validasi, dan dukungan hal-hal yang tidak pernah mereka dapatkan dari keluarga. Jadi mereka secara alami tertarik pada persahabatan untuk hubungan emosional sambil tetap waspada di rumah.
2. Merasa harus mendapatkan cinta dari keluarga
Pujian dan kasih sayang hanya diberikan ketika mencapai sesuatu seperti nilai bagus, penghargaan, atau melakukan hal yang diharapkan dari keluarga.
Dengan teman-teman, meskipun, itu berbeda. Mereka menyukai kita karena diri sendiri, bukan karena pencapaian. Jadi menjadi lebih mudah untuk terbuka dan penuh kasih sayang dengan mereka.
3. Pengasuh emosional di keluarga
Beberapa anak tumbuh dengan dihibur oleh orang tua, dan yang lain tumbuh dengan menghibur orang tua mereka. Mungkin seperti harus menenangkan ledakan orang tua, menengahi konflik keluarga, atau bertindak sebagai sistem pendukung emosional untuk orang dewasa dalam hidup mereka.
Alih-alih dirawat, mereka menjadi pengasuh. Ketika itu terjadi, kehangatan mulai terasa seperti tanggung jawab daripada sesuatu yang alami dan saling menguntungkan.
4. Sering dibandingkan dengan saudara lain
Entah itu saudara kandung yang tidak bisa melakukan kesalahan atau teman sekelas yang dikagumi orang tua dan membuat anak merasa tidak cukup. Yakni harus lebih pintar, berbakat, serta lebih patuh.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
