
Ilustrasi seseorang yang sedang marah dan frustasi. (cookie_studio/freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu seseorang yang tampaknya selalu marah dan bermusuhan, bahkan tanpa alasan yang jelas?
Perilaku seperti ini bukan sekadar akibat dari hari yang buruk, tetapi bisa menjadi pola yang terus berulang.
Menurut psikologi, individu yang selalu tampak marah dan penuh permusuhan cenderung memiliki kebiasaan tertentu yang membuat mereka tetap berada dalam siklus emosi negatif.
Mengenali kebiasaan ini dapat membantu memahami dan menghadapi orang-orang seperti ini dengan lebih bijak.
Dilansir dari laman Geediting, Selasa (04/2), berikut adalah tujuh kebiasaan orang yang selalu tampak marah dan bermusuhan menurut psikologi:
Orang yang sering marah dan bermusuhan biasanya sangat defensif. Mereka cepat bereaksi negatif terhadap kritik atau saran karena merasa diserang secara pribadi.
Misalnya, ketika Anda memberi masukan kepada rekan kerja mengenai proyeknya, alih-alih mempertimbangkannya, mereka langsung tersinggung dan membalas dengan nada tinggi.
Ini adalah mekanisme pertahanan diri untuk menghindari perasaan tidak cukup baik atau salah, tetapi justru membuat mereka terus-menerus berada dalam kondisi marah.
Individu dengan pola emosi negatif sering kali mengingat setiap kesalahan yang pernah dilakukan orang lain terhadap mereka, baik besar maupun kecil.
Mereka seperti "akuntan emosional" yang mencatat semua kesalahan orang lain dan terus menyimpannya sebagai bahan kemarahan.
Kebiasaan ini membuat mereka terus terjebak dalam perasaan negatif, bukan karena situasi saat ini, tetapi karena luka masa lalu yang belum bisa dilepaskan.
Dalam psikologi, ada istilah "fundamental attribution error", yaitu kecenderungan untuk menyalahkan orang lain atas masalah yang dihadapi tanpa melihat peran diri sendiri dalam situasi tersebut.
Orang yang selalu marah dan bermusuhan cenderung menggunakan pola ini secara berlebihan. Mereka lebih suka menunjuk kesalahan orang lain daripada melakukan introspeksi, yang membuat mereka semakin sulit untuk membangun hubungan yang sehat.
Orang yang sering marah biasanya memiliki kebiasaan mengkritik segala sesuatu, baik hal kecil maupun besar.
Mereka melihat dunia dengan kacamata penuh kesalahan dan terus mencari celah untuk dikritik. Bahkan, mereka tidak hanya menghakimi orang lain, tetapi juga diri mereka sendiri. Pola pikir seperti ini bisa memperburuk perasaan negatif dan meningkatkan agresivitas.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
