Ilustrasi- Overthingking (creativearts-freepik)
JawaPos.com - Beberapa orang mungkin mendapati dirinya terjebak dalam lingkaran pikiran berlebihan dan kekhawatiran, tidak peduli seberapa keras mereka berusaha untuk menghilangkannya. Berpikir berlebihan dan kecemasan seringkali berjalan beriringan.
Keduanya tidak hanya muncul di saat menegangkan, tetapi dapat terjalin dalam rutinitas harian dengan cara yang mungkin tidak disadari. Dari perilaku kecil hingga pola pikir yang berulang, kebiasaan-kebiasaan ini secara diam-diam dapat memperkuat siklus stres.
Dilansir dari Small Business Bonfire, terdapat enam kebiasaan sehari-hari yang umum dilakukan orang yang terlalu banyak berpikir atau overthinking dan merasa cemas. Mengenali kebiasaan-kebiasaan ini dapat menjadi langkah awal untuk terbebas dari siklus tersebut.
1. Terus menerus mencari kepastian
Salah satu kebiasaan yang paling umum dari orang-orang ini adalah mencari kepastian dari orang lain. Kebiasaan ini seringkali lahir dari keraguan terhadap diri sendiri dan rasa takut melakukan kesalahan.
Perilaku mencari kepastian berfungsi sebagai penyelamat, cara untuk memvalidasi keputusan atau tindakannya. Mereka mungkin sering meminta pendapat atau saran orang lain, bahkan untuk hal-hal sepele.
Ini tidak berarti mereka tidak memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan. Sebaliknya, mereka seringkali memiliki banyak pengetahuan dan wawasan. Namun, pusaran pikiran yang terus menerus dan ketakutan akan potensi jebakan dapat membuat mereka meragukan pilihan tersebut.
2. Perfeksionis dalam setiap tugas
Mereka mungkin menghabiskan waktu berjam-jam untuk memikirkan sesuatu yang kecil seperti email, merevisinya berulang kali untuk memastikan setiap kata dan tanda baca sempurna.
Ketakutan akan miskomunikasi atau terlihat tidak profesional akan menjebaknya dalam siklus suntingan yang tak ada habisnya. Kebutuhan akan kesempurnaan ini seringkali meluas ke setiap aspek kehidupan.
Entah itu menata perabotan dengan tepat, terobsesi dengan presentasi, atau terlalu memikirkan pakaian yang "sempurna", perfeksionisme dapat mengubah tugas yang paling sederhana sekalipun menjadi sumber stres.
Meskipun berjuang untuk mencapai keunggulan dapat menjadi kekuatan, terobsesi dengan kesempurnaan dapat memicu kecemasan dan berpikir berlebihan.
Ini bukan sekadar pengamatan pribadi, tetapi seperti yang dicatat oleh orang-orang di The Anxiety Center, "banyak penelitian telah menunjukkan hubungan langsung antara kecenderungan perfeksionis dan gangguan kecemasan."
3. Menghindari situasi sosial

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
