
Ilustrasi perempuan dengan kepribadian yang terlalu dipusi saat kecil menurut psikologi
JawaPos.com – Psikologi menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil, termasuk menerima terlalu banyak pujian, dapat membentuk kepribadian seseorang saat dewasa. Orang yang sering dipuji secara berlebihan itu cenderung memiliki 8 sifat yang mencerminkan pengaruh tersebut
Sifat kepribadian ini menggambarkan dampak dari seringnya seseorang dipuji saat kecil yang tidak seimbang dalam perkembangan emosional mereka ketika dewasa.
Dilansir dari geediting.com pada Selasa (21/1), diterangkan bahwa terdapat delapan sifat kepribadian ketika dewasa orang yang terlalu di puji saat kecil menurut Psikologi.
1. Percaya diri yang berlebihan
Ketika seseorang terlalu sering dipuji semasa kecilnya, mereka cenderung memiliki kepercayaan diri yang berlebihan hingga terkesan arogan di masa dewasanya. Meski kepercayaan diri adalah hal yang positif, namun jika terlalu berlebihan bisa membuat seseorang merasa dirinya lebih superior dibanding orang lain.
Kondisi ini sering kali membuat mereka kesulitan dalam menjalin hubungan sosial yang sehat karena sikap angkuhnya yang tidak disadari. Tantangan terbesar bagi mereka adalah menemukan keseimbangan antara mempertahankan kepercayaan diri yang sehat sambil tetap menjaga kerendahan hati.
2. Sensitif terhadap kritik
Orang yang terbiasa mendapat pujian berlebih di masa kecil seringkali kesulitan menerima kritik di masa dewasanya. Mereka cenderung menganggap kritik sebagai serangan personal dan bukan sebagai masukan yang konstruktif untuk pengembangan diri.
Hal ini bisa menghambat pertumbuhan karier dan hubungan interpersonal mereka karena ketidakmampuan dalam menerima umpan balik negatif. Bahkan kritik ringan pun bisa membuat mereka merasa terpukul dan membutuhkan waktu lama untuk memulihkan diri.
3. Takut gagal
Anak-anak yang selalu dipuji atas keberhasilannya cenderung mengembangkan ketakutan berlebih terhadap kegagalan saat dewasa. Mereka merasa terbebani dengan ekspektasi tinggi yang telah tertanam sejak kecil dan takut mengecewakan orang lain jika tidak berhasil.
Perasaan ini sering membuat mereka menghindari tantangan baru dan lebih memilih berada di zona nyaman. Akibatnya, potensi mereka tidak berkembang optimal karena terlalu fokus menghindari kegagalan daripada mencoba hal-hal baru.
4. Ketergantungan pada validasi eksternal
Kebiasaan mendapat pujian terus-menerus sejak kecil dapat menciptakan ketergantungan pada pengakuan orang lain di masa dewasa. Mereka menjadi sangat bergantung pada pendapat dan penilaian orang lain untuk merasa berharga.
Tanpa validasi eksternal, mereka sering merasa tidak percaya diri dan kehilangan arah. Validasi diri internal menjadi sangat sulit dibangun karena terbiasa mengandalkan pujian dari luar.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
