Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Januari 2025 | 00.39 WIB

Wajib Dihindari! 8 Tanda Orang Tua yang Toxic dan Membuat Tubuh Kembang Anak Menjadi Terganggu

Ilustrasi orang tua dan anak (RDNE Stock project/pexels.com) - Image

Ilustrasi orang tua dan anak (RDNE Stock project/pexels.com)

JawaPos.com - Pola asuh yang merugikan dapat muncul dalam berbagai cara. Orang tua yang menunjukkan perilaku toxic biasanya memberikan dampak negatif pada kesejahteraan emosional dan perkembangan anak mereka. Mereka mungkin sering tidak memperlihatkan empati dan terlalu mengatur kehidupan anak.

Selain itu, juga memanipulasi perasaan anak atau membuatnya merasa bersalah, serta menunjukkan sikap yang tidak konsisten yang bisa berubah antara kasih sayang dan permusuhan. Merangkum choosingtherapy.com, berikut beberapa tanda orang tua yang toxic dan membuat tubuh kembang anak menjadi terganggu.

1. Melakukan kekerasan

Orang tua yang mempunyai pola asuh toxic mungkin menggunakan kekerasan fisik, seperti memukul, menendang, atau mencekik anak mereka ketika marah. Tindakan ini sering kali mengakibatkan anak-anak merasa takut, cemas, dan marah.

Walaupun sebagian orang tua beranggapan bahwa kekerasan adalah cara yang efektif untuk mendidik anak, namun pandangan ini keliru. Kekerasan dapat menimbulkan dampak emosional dan fisik yang serius bagi anak-anak serta merusak hubungan antara orang tua dan anak.

2. Mendahulukan kebutuhan pribadi dibandingkan anak 

Orang tua yang berperilaku toxic umumnya menempatkan kebutuhan, keinginan, dan keinginan pribadi mereka di atas kebutuhan anak-anak mereka. Mereka mungkin lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar mereka sendiri, sementara kebutuhan anak-anak mereka sering kali diabaikan.

Sikap egois ini dapat mengarah pada pengabaian fisik atau emosional terhadap anak-anak sebab kebutuhan mereka akan perawatan, perhatian, dan kasih sayang tidak terpenuhi. Pola asuh yang ceroboh ini merupakan ciri umum dari orang tua yang narsistik dan sangat merugikan, terutama bagi bayi dan anak kecil yang belum mampu merawat diri mereka sendiri.

3. Suka mengontrol

Orang tua yang cenderung mengontrol kadang terlalu campur tangan dalam kehidupan anak-anak mereka, sehingga mengurangi kebebasan, kemandirian, dan keunikan anak. Mereka mungkin juga mengharapkan anak-anak mereka agar selalu mengikuti perintah tanpa mempertanyakan.

Meskipun mengajarkan anak guna menghormati otoritas penting, wajar jika mereka mempertanyakan atau menentang otoritas orang tua. Orang tua yang sehat menangani hal ini secara tegas namun penuh kasih, sementara orang tua toxic cenderung bereaksi berlebihan, bahkan dengan sikap agresif.

4. Manipulatif

Orang tua yang berperilaku toxic biasanya sangat manipulatif secara emosional. Mereka mungkin menggunakan strategi emosional untuk mencapai tujuan mereka, seperti memberi pujian berlebihan atau membuat anak-anak mereka merasa bersalah supaya mau mengikuti keinginan mereka. Sayangnya, orang tua seperti ini sering menganggap bahwa perilaku tersebut adalah hal yang wajar dan bisa diterima.

Akibatnya, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua manipulatif mungkin kesulitan dalam mengenali dan mengatasi manipulasi pada hubungan mereka sendiri. Proses untuk mengatasi pola ini dan membangun cara berinteraksi yang lebih sehat dengan orang lain sebagai orang dewasa membutuhkan usaha yang besar.

5. Tidak mendukung

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore