alexametrics

Muncul Meriah Setahun Sekali, Alasan Barongsai Selalu Hadir Saat Imlek

25 Januari 2020, 11:26:38 WIB

JawaPos.com – Setiap orang pasti senang saat perayaan Tahun Baru Imlek. Salah satunya karena bisa menyaksikan atraksi para pemain barongsai. Kepiawaian para pemain saat menaiki tonggak-tonggak rintangan sambil memakai kostum barongsai patut diacungi jempol.

Barongsai bisa serasi memainkan gerak dan langkah antara satu pemain dan lainnya. Tentunya itu karena latihan yang cukup. Sayangnya barongsai biasanya hanya terlihat setahun sekali saat perayaan Imlek. Pusat perbelanjaan Margo City, Depok, menyuguhkan penampilan barongsai dari tanggal 24 Februari hingga 9 Februari 2019 setiap siang dan malam.

Salah satu pemain barongsai di Margo City, Triyadi menjelaskan tradisi barongsai dan legenda aslinya di Tiongkok. Barongsai memang selalu ada saat Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek. Legenda awalnya, barongsai memang bertujuan untuk mengusir roh atau makhluk jahat yang mengganggu desa.

“Karena memang legendanya, Imlek itu kan musim semi. Dan legendanya, tiap musim semi ada makhluk jahat yang datang ke desa dan mengacak-acak desa. Akhirnya terbersit ide dari kepala desa membuat barongsai yang menyerupai singa dengan alunan musik tujuannya menakut-nakuti makhluk jahat itu. Dan akhirnya berhasil. Setiap imlek ditampilkan dengan tujuan untuk menghindari makhluk jahat masuk desa lagi,” jelasnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Barongsai dibuat dengan penampilan lebih seram dibanding roh jahat itu. Sebagian orang menganggap mirip singa yang bertanduk. Namun ada juga yang bilang badannya naga dan kepala singa.

Barongsai dimainkan oleh 2 orang. Satu orang di depan memegang kepala, dan satu lagi di belakang memegang ekor. Barongsai biasanya akan muncul selama perayaan Imlek sampai Cap Go Meh atau dari hari ke-1 sampai hari ke-15 penutupan Imlek.

“Tapi seiring perkembangan zaman tak hanya saat Imlek. Misalnya pembukaan toko atau peresmian, barongsai juga diundang untuk mendatangkan hoki,” ujarnya.

Triyadi begitu piawai memainkan langkahnya di balik kostum barongsai karena sudah menekuninya selama 20 tahun sejak kelas 3 SD. Dia pun memiliki dasar bela diri seperti kungfu. “Tentu ya harus latihan fisik dan bela diri. Seperti kuda-kuda karena semua kaki dan tangan ber,” tuturnya.

Setiap pentas, barongsai pasti menaiki tonggak rintangan. Hal itu mengandung filosofi bahwa tantangan hidup pasti bisa dilalui meski ada rintangan menghadang. “Barongsai menjadi simbol kemeriahan semua umat saat Imlek. Tentunya harapannya setiap tahun selalu bertambah rezeki, sehat, dan beruntung,” tandasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads