Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Desember 2024 | 18.31 WIB

Mengupas Sisi Psikologi di Balik Orang yang ‘Kebelet Viral’: Incar Validasi Sosial atau Sekadar Gairah Emosional?

Ilustrasi orang yang berusaha menjadi viral. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang berusaha menjadi viral. (Freepik)

JawaPos.com — Keinginan untuk viral di media sosial menjadi fenomena yang semakin umum. Tak sedikit orang ingin kontennya dilihat dan diapresiasi banyak orang.

Ada rasa bangga tersendiri ketika postingan mendapat ribuan like atau dibagikan banyak pengguna. Namun, pernahkah anda bertanya, mengapa kita begitu menginginkannya?

Media sosial memberi ruang bagi siapa saja untuk dikenal tanpa batasan. Platform seperti TikTok, Instagram, dan Twitter memungkinkan seseorang menjadi populer dalam hitungan jam.

Fenomena ini menciptakan gelombang keinginan untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan. Tapi, apa yang sebenarnya terjadi dalam pikiran kita?

Psikologi dibalik keinginan untuk viral melibatkan berbagai faktor, mulai dari validasi sosial hingga kebutuhan akan penghargaan.

Keinginan ini sering kali dipengaruhi oleh tekanan lingkungan dan budaya digital yang terus berkembang.

Artikel ini akan mengupas lebih dalam tentang dorongan psikologis yang membuat kita ingin viral.

Dengan memahami apa yang memotivasi keinginan ini, kita bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Dilansir Psychology Magazine, simak penjelasan selengkapnya tentang psikologi di balik fenomena viral ini.

Psikologi di balik “hasrat viral” terutama berdasar pada kebutuhan manusia akan hubungan sosial, keinginan untuk menjadi bagian dari suatu kelompok, dan pengaruh emosi yang kuat.

Di mana konten yang di-upload melibatkan emosi yang kuat, baik yang positif seperti sukacita atau kejutan, atau yang negatif seperti kemarahan lebih mungkin untuk dibagikan dan disebarkan dengan cepat. Sehingga “menjadi viral”. 

Faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap keinginan viral:

Gairah emosional

Konten yang memicu respons emosional yang kuat, seperti hiburan, kekaguman, kemarahan, atau kesedihan, lebih mungkin untuk dibagikan.

karena konten tersebut memberikan pelepasan emosi dan dianggap sebagai cara untuk membangun hubungan dengan audiens yang lebih luas. Kita merasa lebih terhubung dengan orang lain.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore