
Ilustrasi cahaya biru dari layar elektronik (Freepik)
JawaPos.com – Cahaya biru hadir di berbagai aspek kehidupan modern, mulai dari layar perangkat hingga lampu ruangan. Meski tampak sepele, paparan cahaya ini dapat memberikan dampak yang tidak disangka pada kesehatan.
Cahaya biru adalah spektrum cahaya tampak dengan panjang gelombang pendek namun energi tinggi. Cahaya ini berasal dari matahari dan sumber buatan seperti perangkat elektronik dan lampu Light Emitting Diode (LED).
Paparan berlebih terhadap cahaya biru tidak hanya mempengaruhi penglihatan, tetapi juga kualitas tidur dan kesehatan kulit. Pemahaman mendalam tentang pengaruhnya dapat membantu dalam mengambil langkah pencegahan.
Berikut bahaya cahaya biru berupa tujuh dampak tersembunyi pada kulit, mata, dan tidur yang jarang disadari kehidupan modern dilansir dari laman Id.boncharge oleh JawaPos.com, Selasa (3/12):
1. Cahaya Biru Memengaruhi Mata
Paparan berlebih cahaya biru menyebabkan ketegangan mata digital yang umum terjadi saat menatap layar terlalu lama. Gejalanya meliputi mata kering, penglihatan kabur, hingga sakit kepala.
Penelitian menunjukkan cahaya ini dapat merusak retina dan berpotensi menurunkan ketajaman penglihatan. Kerusakan retina mempengaruhi kemampuan melihat detail, seperti membaca teks kecil atau mengenali wajah.
Menggunakan kacamata pemblokir cahaya biru atau fitur filter layar membantu melindungi mata. Langkah sederhana ini mengurangi risiko kerusakan mata jangka panjang.
2. Berdampak pada Kesehatan Kulit
Cahaya biru berkontribusi pada penuaan dini kulit melalui kerusakan sel dan jaringan. Paparan berlebihan memicu kerutan, hiperpigmentasi, serta kehilangan elastisitas kulit.
Penelitian juga mengaitkan cahaya ini dengan kerusakan lapisan pelindung kulit yang menyebabkan iritasi dan kekeringan. Beberapa produk perawatan kulit mengandung antioksidan untuk melawan efek negatif ini.
Perlindungan seperti tabir surya dapat membantu menjaga kesehatan kulit dari cahaya buatan dan alami. Mengurangi paparan dari layar perangkat adalah cara tambahan untuk meminimalkan risiko.
3. Mengganggu Pola Tidur Sehat
Cahaya biru memengaruhi produksi hormon melatonin yang penting untuk tidur. Paparan pada malam hari mengacaukan ritme sirkadian, membuat tubuh sulit beristirahat.
Kebiasaan menggunakan perangkat elektronik sebelum tidur berdampak pada kualitas tidur dan rasa lelah di siang hari. Lampu LED di kamar tidur juga menjadi sumber paparan yang sering tidak disadari.
Mengurangi paparan cahaya biru setidaknya satu jam sebelum tidur membantu tubuh rileks. Menggunakan lampu dengan spektrum rendah cahaya biru di rumah dapat menjadi solusi jangka panjang.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
