Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Desember 2024 | 04.18 WIB

Bahaya Cahaya Biru: 7 Dampak Tersembunyi pada Kulit, Mata, dan Tidur yang Jarang Disadari Kehidupan Modern

Ilustrasi cahaya biru dari layar elektronik (Freepik) - Image

Ilustrasi cahaya biru dari layar elektronik (Freepik)

JawaPos.com – Cahaya biru hadir di berbagai aspek kehidupan modern, mulai dari layar perangkat hingga lampu ruangan. Meski tampak sepele, paparan cahaya ini dapat memberikan dampak yang tidak disangka pada kesehatan.

Cahaya biru adalah spektrum cahaya tampak dengan panjang gelombang pendek namun energi tinggi. Cahaya ini berasal dari matahari dan sumber buatan seperti perangkat elektronik dan lampu Light Emitting Diode (LED).

Paparan berlebih terhadap cahaya biru tidak hanya mempengaruhi penglihatan, tetapi juga kualitas tidur dan kesehatan kulit. Pemahaman mendalam tentang pengaruhnya dapat membantu dalam mengambil langkah pencegahan.

Berikut bahaya cahaya biru berupa tujuh dampak tersembunyi pada kulit, mata, dan tidur yang jarang disadari kehidupan modern dilansir dari laman Id.boncharge oleh JawaPos.com, Selasa (3/12):

1. Cahaya Biru Memengaruhi Mata

Paparan berlebih cahaya biru menyebabkan ketegangan mata digital yang umum terjadi saat menatap layar terlalu lama. Gejalanya meliputi mata kering, penglihatan kabur, hingga sakit kepala.

Penelitian menunjukkan cahaya ini dapat merusak retina dan berpotensi menurunkan ketajaman penglihatan. Kerusakan retina mempengaruhi kemampuan melihat detail, seperti membaca teks kecil atau mengenali wajah.

Menggunakan kacamata pemblokir cahaya biru atau fitur filter layar membantu melindungi mata. Langkah sederhana ini mengurangi risiko kerusakan mata jangka panjang.

2. Berdampak pada Kesehatan Kulit

Cahaya biru berkontribusi pada penuaan dini kulit melalui kerusakan sel dan jaringan. Paparan berlebihan memicu kerutan, hiperpigmentasi, serta kehilangan elastisitas kulit.

Penelitian juga mengaitkan cahaya ini dengan kerusakan lapisan pelindung kulit yang menyebabkan iritasi dan kekeringan. Beberapa produk perawatan kulit mengandung antioksidan untuk melawan efek negatif ini.

Perlindungan seperti tabir surya dapat membantu menjaga kesehatan kulit dari cahaya buatan dan alami. Mengurangi paparan dari layar perangkat adalah cara tambahan untuk meminimalkan risiko.

3. Mengganggu Pola Tidur Sehat

Cahaya biru memengaruhi produksi hormon melatonin yang penting untuk tidur. Paparan pada malam hari mengacaukan ritme sirkadian, membuat tubuh sulit beristirahat.

Kebiasaan menggunakan perangkat elektronik sebelum tidur berdampak pada kualitas tidur dan rasa lelah di siang hari. Lampu LED di kamar tidur juga menjadi sumber paparan yang sering tidak disadari.

Mengurangi paparan cahaya biru setidaknya satu jam sebelum tidur membantu tubuh rileks. Menggunakan lampu dengan spektrum rendah cahaya biru di rumah dapat menjadi solusi jangka panjang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore