Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 November 2024 | 21.10 WIB

Selalu Mendapat Kritik Tanpa Henti? 8 Sifat Kepribadian Ini Mungkin Melekat dalam Dirimu Menurut Psikologi

Sifat kepribadian mendapat kritik menurut Psikologi. - Image

Sifat kepribadian mendapat kritik menurut Psikologi.

JawaPos.com – Kritik adalah bagian dari kehidupan yang sering kali dapat menjadi alat untuk belajar dan berkembang. Namun, jika kritik datang tanpa henti, mungkin memicu munculnya sifat kepribadian tertentu pada seseorang.

Menurut psikologi, sifat kepribadian tertentu dalam diri seseorang adalah hasil dari tumbuh kembangnya yang selalu mendapat kritik. Perilaku ini bisa saja tidak sepenuhnya negatif, tetapi mungkin memengaruhi cara orang lain memandang atau berinteraksi sosial.

Dilansir dari Hack Spirit pada Senin (25/11), diterangkan setidaknya terdapat delapan sifat kepribadian seseorang yang dalam tumbuh kembangnya selalu mendapatkan kritik tanpa henti menurut Psikologi.

1. Kritik berlebihan pada diri

Orang-orang yang tumbuh dalam kritik terus-menerus sering mengembangkan pola pikir yang sangat keras pada diri sendiri di masa dewasa. Mereka cenderung memasang standar yang nyaris mustahil dicapai dan merasa sangat kecewa ketika gagal memenuhinya.

Sikap mengkritik diri ini bisa meluas ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari penampilan, kinerja kerja, hingga relasi dengan orang lain. Dialog internal mereka seolah tak pernah berhenti memeriksa setiap tindakan dan keputusan yang diambil.

2. Sensitif terhadap masukan

Tumbuh dalam lingkungan yang penuh kritik membuat seseorang menjadi sangat peka terhadap setiap bentuk masukan, bahkan yang bersifat membangun. Hal sederhana seperti koreksi kecil dari atasan bisa terasa seperti pukulan telak yang mengacaukan konsentrasi sepanjang hari.

Situasi seperti sesi evaluasi kerja bisa menjadi momen yang sangat mencemaskan bagi mereka. Namun seiring waktu, banyak yang belajar membedakan antara kritik yang membangun dengan kritik yang merusak dari masa lalu mereka.

3. Mengejar kesempurnaan tanpa henti

Riset dari Asosiasi Ahli Jiwa Amerika menunjukkan bahwa perfeksionisme memiliki kaitan erat dengan berbagai masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Orang-orang yang tumbuh dengan komentar terus-menerus cenderung mengembangkan standar yang terlalu tinggi sebagai bentuk pertahanan diri dari komentar.

Kondisi ini bisa mengakibatkan kelelahan mental dan penurunan produktivitas dalam jangka panjang. Sikap perfeksionis ini seringkali muncul sebagai upaya untuk menghindari kritik yang mereka takutkan.

4. Menerima ketidakpastian hidup

Menghadapi kritik terus-menerus saat tumbuh besar membuat seseorang mendambakan kestabilan dan kepastian dalam hidup. Ajaran Buddhisme tentang ketidakkekalan - bahwa segala sesuatu termasuk pikiran dan perasaan selalu berubah - bisa membantu mereka memahami dan mengatasi pengalaman masa lalu.

Pemahaman ini bisa menjadi cara pandang yang ampuh untuk menghadapi perubahan dan melepaskan luka masa lalu dengan lebih bijak.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore