
Sifat kepribadian mendapat kritik menurut Psikologi.
JawaPos.com – Kritik adalah bagian dari kehidupan yang sering kali dapat menjadi alat untuk belajar dan berkembang. Namun, jika kritik datang tanpa henti, mungkin memicu munculnya sifat kepribadian tertentu pada seseorang.
Menurut psikologi, sifat kepribadian tertentu dalam diri seseorang adalah hasil dari tumbuh kembangnya yang selalu mendapat kritik. Perilaku ini bisa saja tidak sepenuhnya negatif, tetapi mungkin memengaruhi cara orang lain memandang atau berinteraksi sosial.
Dilansir dari Hack Spirit pada Senin (25/11), diterangkan setidaknya terdapat delapan sifat kepribadian seseorang yang dalam tumbuh kembangnya selalu mendapatkan kritik tanpa henti menurut Psikologi.
1. Kritik berlebihan pada diri
Orang-orang yang tumbuh dalam kritik terus-menerus sering mengembangkan pola pikir yang sangat keras pada diri sendiri di masa dewasa. Mereka cenderung memasang standar yang nyaris mustahil dicapai dan merasa sangat kecewa ketika gagal memenuhinya.
Sikap mengkritik diri ini bisa meluas ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari penampilan, kinerja kerja, hingga relasi dengan orang lain. Dialog internal mereka seolah tak pernah berhenti memeriksa setiap tindakan dan keputusan yang diambil.
2. Sensitif terhadap masukan
Tumbuh dalam lingkungan yang penuh kritik membuat seseorang menjadi sangat peka terhadap setiap bentuk masukan, bahkan yang bersifat membangun. Hal sederhana seperti koreksi kecil dari atasan bisa terasa seperti pukulan telak yang mengacaukan konsentrasi sepanjang hari.
Situasi seperti sesi evaluasi kerja bisa menjadi momen yang sangat mencemaskan bagi mereka. Namun seiring waktu, banyak yang belajar membedakan antara kritik yang membangun dengan kritik yang merusak dari masa lalu mereka.
3. Mengejar kesempurnaan tanpa henti
Riset dari Asosiasi Ahli Jiwa Amerika menunjukkan bahwa perfeksionisme memiliki kaitan erat dengan berbagai masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Orang-orang yang tumbuh dengan komentar terus-menerus cenderung mengembangkan standar yang terlalu tinggi sebagai bentuk pertahanan diri dari komentar.
Kondisi ini bisa mengakibatkan kelelahan mental dan penurunan produktivitas dalam jangka panjang. Sikap perfeksionis ini seringkali muncul sebagai upaya untuk menghindari kritik yang mereka takutkan.
4. Menerima ketidakpastian hidup
Menghadapi kritik terus-menerus saat tumbuh besar membuat seseorang mendambakan kestabilan dan kepastian dalam hidup. Ajaran Buddhisme tentang ketidakkekalan - bahwa segala sesuatu termasuk pikiran dan perasaan selalu berubah - bisa membantu mereka memahami dan mengatasi pengalaman masa lalu.
Pemahaman ini bisa menjadi cara pandang yang ampuh untuk menghadapi perubahan dan melepaskan luka masa lalu dengan lebih bijak.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
