
Ilustrasi dampak negatif sosial media.
JawaPos.com - Di era digital ini, media sosial adalah cara yang bagus untuk mengetahui berbagai hal di dunia. Namun, di sisi lain, media sosial juga memberikan dampak negatif pada kesehatan, terutama untuk anak-anak.
Larangan media sosial mungkin tidak diperlukan jika penggunaan yang tepat dan aman oleh kaum mudah telah dapat dipastikan. Sementara itu, berbagai platform mendorong komunikasi dan hiburan serta menampilkan informasi penting.
Namun, penggunaan sosial media yang tidak tepat dapat menyebabkan berbagai masalah seperti perbandingan sosial, perasaan tidak mampu, kemungkinan rasa rendah diri, dan perundungan yang terjadi secara online.
Selain mengganggu kesehatan mental, penggunaan sosial media yang berlebihan juga dapat menyebabkan gangguan tidur malam, penurunan produktivitas, dan standar kecantikan yang tidak realistis.
Dilansir dari Health Shots, inilah dampak negatif sosial media.
Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan perasaan cemas, depresi, dan kesepian. Paparan yang terjadi secara konstan terhadap gambar-gambar dapat menyebabkan harga diri rendah dan masalah citra tubuh.
Seorang remaja mungkin akan merasa bahwa gambar dan video dari temannya selalu tampak bahagia dan tanpa masalah. Hal ini dapat menanamkan perasaan tidak mampu dan tidak aman dalam diri mereka.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Cureus, mencantumkan media sosial sebagai penyebab yang dapat memperburuk masalah kesehatan mental, yang dikenal sebagai Teori Perilaku Terlantar.
Menurut teori tersebut, orang yang menghabiskan lebih banyak waktu dengan tidak banyak bergerak seperti menggunakan media sosial memiliki lebih sedikit waktu untuk interaksi sosial tatap muka. Padahal tatap mukan telah terbukti melindungi tubuh terhadap gangguan kesehatan mental.
2. Kejahatan siber
Penggunaan komunikasi elektronik untuk menindas seseorang telah menjadi masalah yang terjadi secara signifikan, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Banyaknya platform media sosial membuat para penindas ini dapat dengan mudah mentargetkan dan melecehkan korban secara daring.
Kejahatan ini juga termasuk penipuan, peniruan identitas, cyberstalking, serta pengucilan. Kejahatan siber ini dapat menimbulkan konsekuensi psikologis yang parah.
Dapat menyebabkan depresi, kecemasan, dan bahkan bunuh diri. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Adolescent Health, Medicine and Therapeutics, menyatakan bahwa bullying siber membuat remaja berisiko mengalami kecenderungan yang lebih besar terhadap depresi, kecemasan, keinginan bunuh diri, dan masalah psikosomatis.
3. Gangguan tidur

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
