Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 November 2024 | 00.32 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Merasa Dirinya Perfeksionis di Media Sosial Biasanya Akan Menunjukkan 6 Tanda Ini

6 tanda orang yang perfeksionis di media sosial (Freepik)

JawaPos.com- Perfeksionis atau kesempurnaan merupakan pedang bermata dua, sebuah kekuatan pendorong di balik pencapaian tinggi atau bahkan kelemahan pribadi.

Orang yang perfeksionis bersikeras pada kesempurnaan dan tidak menerima kekurangan. Hal ini dapat terwujud dalam bentuk kritik terhadap diri sendiri dan orang lain serta dalam upaya untuk mengendalikan situasi dan orang lain.

Lantas bagaimana tanda orang yang perfeksionis di media sosial? Dirangkum oleh JawaPos.com, Selasa (5/11) di laman verywellmind.com dan pennmedicine.org terdapat 6 tanda orang yang perfeksionis di media sosial.

  1.   Memposting terus-menerus tentang kesempurnaannya

Orang yang perfeksionis akan memposting kesempurnaan atas dirinya di media sosial secara terus menerus. Baik itu kecantikannya, pencapainnya hingga hubungannya di media sosial.

Mereka akan merasa bahwa dalam segala hal hidupnya lah yang paling sempurna dan bahagia. Mereka akan senang jika postingannya direspon oleh banyak pengikut seperti like maupun komentar. Apalagi jika komentar para pengikut adalah tentang pujian.

  2.   Membandingkan dirinya dengan orang lain

Orang yang merasa bahwa dirinya perfeksionis di media sosial adalah membandingkan diri mereka dengan orang lain. Perbandingan ini bisa jadi sebuah perasaan atau persetujuan dengan orang lain.

Contohnya saja, ketika Anda melihat mantan Anda sedang memiliki pacar baru yang Ia posting di media sosialnya, lalu Anda membandingkan diri Anda dengan pacar baru mantan Anda baik itu hanya sekedar perasaan Anda atau validasi ke teman Anda.

  3.   Merasa tertekan jika tujuannya tidak tercapai

Orang yang perfeksionis sering kali kurang bahagia. Mereka cenderung menyalahkan diri sendiri dan berkubang dalam perasaan negatif ketika harapan tinggi mereka tidak terpenuhi.

Mereka berjuang untuk terus maju ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan mereka. Terkadang mereka mereka menyalahkan takdir yang sudah menjadi ketetapan. Biasanya rasa ini meraka ekspresikan melalui postingan motivasi dan kata-kata di media sosial.

  4.   Didorong oleh rasa takut akan ketidaksetujuan

Orang yang perfeksionis cenderung didorong oleh rasa takut terhadap tujuan yang tidak tercapai dengan sempurna.

Terkadang jika kehidupan tak sesuai dengan ekspektasi mereka akan terus merasa ketakutan. Mereka juga mengharapkan persetujuan bahwa semua orang harus menyukainya, padahal di dalam kehidupan apalagi di media sosial tak semua orang suka dengan apa yang dia posting atau suka dengannya.

  5.   Tertekan jika tidak mendapatkan persetujuan

Tampaknya jika Anda merasa bahwa Anda perfeksionis, maka perasaan tertekan akan menghantui Anda. Mengapa demikian? Anda terus menerus mencari persetujuan kepada orang lain tentang kesempurnaan Anda.

Saat Anda memposting foto Anda yang menampakan kecantikan Anda lalu teman Anda berkomentar bahwa tubuh Anda gendut, Anda akan segera menghapus postingan itu, dan menggantinya dengan postingan yang sekiranya sempurna.

  6.   Defensif dan harga diri rendah

Mereka sering kali akan menanggapi kritik yang membangun dengan cara defensif. Orang yang perfeksionis juga bisa merasa kesepian atau terisolasi karena sifat kritis dan kekakuan mereka dalam menjauhi orang lain.

Hal ini dapat menyebabkan harga diri yang lebih rendah, yang pada akhirnya berdampak serius pada citra diri dan kepuasan hidup seseorang secara keseluruhan, sekaligus memengaruhi hubungan mereka.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore