Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Oktober 2024 | 17.22 WIB

Orang yang Ekspresif dalam Pesan Teks Namun Pendiam saat Berkomunikasi Secara Tatap Muka, Biasanya Menampilkan 7 Perilaku Ini

Orang yang bertipe penulis ekspresif namun pembicara pasif biasanya menampilkan 7 perilaku ini. - Image

Orang yang bertipe penulis ekspresif namun pembicara pasif biasanya menampilkan 7 perilaku ini.

JawaPos.com - Anda mungkin pernah bertemu dengan seseorang yang sangat lucu dan ekspresif saat berinteraksi melalui pesan teks.

Pesan-pesan mereka penuh dengan komentar-komentar jenaka dan lelucon cerdas yang membuat Anda tertawa terbahak-bahak.

Namun, saat kalian bertemu langsung, Anda menyadari bahwa mereka jauh lebih pendiam, bahkan pemalu. Awalnya membingungkan, hampir seperti berinteraksi dengan dua orang yang berbeda.

Ya betul, mereka adalah tipe orang yang lebih ekspresif dalam menulis, dan lebih pasif ketika berbicara tatap muka.

Banyak orang memiliki sifat ini, dan sering kali disertai dengan perilaku tertentu yang membedakan mereka.

Dilansir dari geediting.com, Sabtu (26/10), berikut tujuh perilaku umum penulis ekspresif yang cenderung menjadi pembicara pasif.

1. Mereka berorientasi pada detail

Orang-orang ini sering kali memiliki mata yang luar biasa terhadap detail. Mereka dapat dengan cermat menggambarkan suatu pemandangan atau kejadian dalam tulisan mereka, menangkap setiap nuansa dan kehalusan.

Namun saat berbicara, mereka mungkin tidak sedeskriptif itu. Rincian yang mengalir bebas dalam karya tulis mereka mungkin hilang dalam penerjemahan ketika mereka diminta untuk mengungkapkan pikiran mereka.

Kurangnya detail ini bisa jadi merupakan hasil dari preferensi mereka terhadap kata-kata tertulis, di mana mereka memiliki waktu dan ruang untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran mereka sepenuhnya.

Sebaliknya, berbicara memerlukan tanggapan spontan, yang dapat menjadi tantangan bagi penulis ekspresif yang lebih suka meluangkan waktu untuk menyusun narasinya secara hati-hati.

2. Mereka sering melatih percakapan di kepala mereka

Orang-orang ini terus-menerus mempersiapkan percakapan di kepala mereka. Sebelum rapat, panggilan telepon, atau bahkan obrolan santai, mereka akan menuliskan secara mental apa yang ingin mereka katakan dan bagaimana mereka ingin mengatakannya.

Bukan berarti mereka mencoba mengendalikan pembicaraan. Melainkan, ini adalah cara untuk mengatasi spontanitas interaksi verbal.

Latihan mental ini membantu mereka merasa lebih siap, bahkan jika segala sesuatunya tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore