Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Oktober 2024 | 18.48 WIB

Orang Tua Wajib Tahu! 7 Kesalahan Orang Tua pada Anak yang Dapat Sebabkan Trauma Masa Kecil

Ilustrasi: 7 kesalahan orang tua yang dapat menimbulkan trauma masa kecil pada anak. (Pexels) - Image

Ilustrasi: 7 kesalahan orang tua yang dapat menimbulkan trauma masa kecil pada anak. (Pexels)

JawaPos.com – Menjadi orang tua tentu bukanlah peran yang mudah. Karena itu, penting untuk mempelajari ilmu parenting sebelum memiliki anak agar kelak dapat menjadi orang tua yang baik.

Namun, manusia tidak ada yang sempurna. Bahkan orang tua yang baik pun dapat secara tidak sengaja atau tidak sadar melakukan kesalahan yang tampak sepele, tetapi dapat berpengaruh pada kondisi psikologis anak, yang pada gilirannya juga akan berpengaruh pada kehidupannya hingga dia dewasa.

Lalu, apa saja kesalahan-kesalahan tersebut? Melansir laman Your Tango, Selasa (8/10), berikut adalah 7 kesalahan orang tua yang dapat menimbulkan trauma masa kecil pada anak.

1. Membandingkan anak dengan orang lain

Ketika orang tua membandingkan anak-anak mereka dengan anak-anak lain, hal itu benar-benar dapat merusak harga diri mereka. Untuk membangun rasa percaya diri, anak-anak perlu tahu bahwa mereka memiliki nilai dan harga diri karena menjadi diri mereka sendiri.

Membandingkan diri dengan orang lain merupakan bagian tak terpisahkan dari sifat manusia. Namun, saat orang tua membandingkan anak-anaknya, hal itu mengajarkan mereka untuk mendefinisikan diri sendiri berdasarkan orang lain dan tidak mengembangkan harga diri mereka dari dalam ke luar.

2. Mengacuhkan prestasi anak

Anak-anak belajar cara memperlakukan diri mereka sendiri berdasarkan perilaku orang tua mereka. Bila orang tua ragu-ragu untuk memuji anak mereka, anak tersebut menyerap gagasan bahwa mereka tidak cukup baik.

Tidak memberikan pujian saat anak Anda melakukan sesuatu dengan baik dapat merusaknya dalam jangka panjang. Merayakan prestasi anak akan memberi mereka dorongan kepercayaan diri dan mengajarkan mereka untuk memercayai diri mereka sendiri.

3. Memanfaatkan peran untuk memanipulasi anak

Beberapa orang tua memposisikan peran mereka sebagai pengasuh dengan mengharapkan anak-anak mereka berperilaku persis seperti yang mereka inginkan.

Mengatakan hal-hal seperti, “Aku yang memberimu makan, memberimu tempat tinggal, memberimu pakaian, dan membayar tagihanmu,” dapat membuat anak-anak berpikir bahwa mereka adalah beban bagi keluarga mereka, yang padahal sebenarnya, tugas orang tua adalah menafkahi anak-anaknya tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

4. Mengharapkan anak untuk memenuhi impian mereka

Bagian utama dari menjadi orang tua yang mendukung adalah menyadari bahwa anak Anda memiliki impian mereka sendiri, terpisah dari apa pun yang mungkin Anda inginkan untuk mereka.

Memaksakan ekspektasi kepada anak-anak dapat membahayakan dan tidak memberi mereka ruang yang dibutuhkan untuk mencari tahu siapa diri mereka dan apa yang mereka inginkan untuk diri mereka sendiri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore