
Ilustrasi Anak yang Mengalami Gejala Kecemasan.
JawaPos.com - Anak-anak juga bisa mengalami kecemasan, dan terkadang sebagai orang dewasa, kita bingung bagaimana cara terbaik untuk membantu mereka.
Jika kamu memiliki anak, keponakan, adik, atau bahkan siswa yang menunjukkan tanda-tanda kecemasan, jangan khawatir, kamu tidak sendirian.
Dilansir dari laman Pure Wow pada Rabu (2/10) simak beberapa tips dari para ahli tentang cara membantu anak mengatasi kecemasan mereka.
1. Kenali Tanda-Tandanya
Langkah pertama yang penting adalah mengenali tanda-tanda kecemasan pada anak. Kecemasan bisa muncul dalam berbagai bentuk, dan setiap anak mungkin menampilkannya dengan cara yang berbeda.
Beberapa tanda yang umum termasuk sering merasa khawatir, gelisah, menghindari situasi tertentu, sering menangis, atau bahkan keluhan fisik seperti sakit perut atau sakit kepala.
Anak yang cemas mungkin juga menjadi lebih pendiam atau cenderung lebih mudah marah. Dengan mengenali tanda-tanda ini, kamu bisa lebih cepat memberikan dukungan yang mereka butuhkan.
2. Tetap Tenang
Anak-anak sangat peka terhadap perasaan orang dewasa di sekitarnya. Saat kamu merasa cemas, anak juga bisa menangkapnya, dan ini bisa membuat kecemasan mereka semakin buruk.
Oleh karena itu, jaga ketenanganmu saat menghadapi anak yang sedang cemas. Berbicaralah dengan suara yang tenang, lembut, dan jangan panik. Tunjukkan bahwa kamu hadir untuk membantu mereka dan bahwa mereka berada di lingkungan yang aman.
3. Berikan Permen Karet
Mungkin terdengar sederhana, tapi memberikan permen karet dapat membantu mengurangi kecemasan pada anak.
Menurut para ahli, mengunyah permen karet dapat membantu meredakan ketegangan dan stres karena mengalihkan perhatian anak dari kecemasannya.
Aktivitas ini juga bisa membantu menenangkan sistem saraf, sehingga anak merasa lebih rileks. Pastikan memberikan permen karet yang sesuai dengan usia anak dan selalu awasi saat mereka mengunyahnya.
4. Validasi Perasaan Mereka
Saat anak merasa cemas, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah mengakui perasaan mereka.
Jangan pernah meremehkan atau mengabaikan kecemasan mereka dengan mengatakan hal-hal seperti "Ah, nggak usah khawatir" atau "Kamu berlebihan deh."
Sebaliknya, cobalah mengatakan sesuatu seperti, "Aku tahu kamu merasa cemas, dan itu nggak apa-apa."
Dengan begitu, anak merasa didengar dan dimengerti, yang akan membuat mereka lebih nyaman untuk berbicara tentang perasaan mereka.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
