
Salah satu kebiasaan yang bisa menjaga daya ingat tetap tajam adalah mengelola stres (freepik)
JawaPos.com – Kita sering menganggap kebiasaan lupa sebagai hal yang tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana jika kita dapat mengendalikan proses tersebut?
Sama seperti tubuh fisik kita, otak kita dapat memperoleh manfaat dari perawatan dan latihan yang disengaja.
Tetap aktif secara sosial hingga mengelola stres dan beberapa kebiasaan yang kita bangun hari ini, ternyata dapat membantu melindungi kesehatan kognitif kita di masa mendatang.
Dengan menerapkan praktik-praktik kecil namun berdampak seperti memprioritaskan tidur, mengonsumsi makanan yang seimbang dan bahkan memecahkan teka-teki kita dapat menjaga pikiran kita tetap tajam hingga masa depan.
Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai beberapa kebiasaan yang bisa menjaga daya ingat tetap tajam seiring bertambahnya usia menurut ilmu kognitif sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Sabtu (28/9).
Sama seperti aktivitas fisik yang menjaga tubuh Anda tetap bugar, latihan kognitif dapat membantu otak Anda tetap tajam. Hal ini menunjukkan bahwa semakin sering Anda menggunakan otak, semakin baik kinerjanya bagi Anda.
Terlibat dalam aktivitas yang merangsang pikiran dapat melindungi daya ingat dan kemampuan berpikir Anda. Aktivitas ini bisa berupa membaca buku, mengerjakan teka-teki seperti Sudoku atau teka-teki silang atau bahkan memainkan alat musik.
Penelitian telah menunjukkan hubungan yang kuat antara tidur yang baik dan fungsi memori. Selama tidur, pasalnya otak Anda sibuk memproses informasi dari hari itu dan membentuk memori.
Intinya jangan remehkan kekuatan tidur malam yang cukup. Tidur malam yang cukup bukan hanya tentang peremajaan fisik tetapi juga bagian penting untuk menjaga pikiran tetap tajam dan daya ingat berfungsi dengan baik seiring bertambahnya usia.
Mengonsumsi makanan sehat tidak hanya baik untuk tubuh Anda tetapi juga penting untuk otak Anda seiring bertambahnya usia. Pasalnya makanan tertentu sangat baik untuk kesehatan otak.
Ini termasuk buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, protein rendah lemak dan asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam ikan. Di sisi lain, pola makan yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol dapat merusak kesehatan otak Anda.
Pola makan tersebut dapat menyebabkan peradangan dan menghasilkan radikal bebas hingga molekul yang tidak stabil yang dapat merusak sel-sel dalam tubuh Anda termasuk otak Anda.
Orang-orang yang mengonsumsi makanan bergaya Mediterania yang kaya akan buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh dan protein rendah lemak memiliki 40 persen lebih rendah untuk mengalami gangguan kognitif ringan selama kurun waktu 4 tahun.
Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Berinteraksi dengan orang lain tidak hanya membuat hidup lebih menyenangkan tetapi juga menjaga otak kita tetap aktif dan terlibat.
Interaksi sosial yang teratur dapat membantu memperlambat hilangnya memori dan penurunan kemampuan kognitif. Hal ini karena aktivitas sosial merangsang berbagai area otak yang terlibat dalam memori dan kognitif.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
