
Ilustrasi perempuan yang tumbuh dari keluarga yang emosinya tidak stabil. (freepik)
JawaPos.com – Tumbuh di keluarga yang emosinya tidak stabil, dapat meninggalkan sesuatu yang membekas dan membentuk karakter seseorang.
Pengalaman-pengalaman emosional inilah, yang pada akhirnya membentuk kepribadian dan sifat-sifat dasar dari perilaku seseorang.
Dampaknya tidak selalu negatif, namun terkadang tumbuh dari keluarga yang emosinya tidak stabil bisa mendorong ketahanan dan empati.
Selain itu, penting untuk mengenali dan memahami sifat-sifat ini terutama jika sifat tersebut bisa menghambat kita.
Dilansir dari laman Global English Editing, Selasa (2/7), berikut beberapa sifat yang dikembangkan oleh individu yang tumbuh dari keluarga dengan emosinya tidak stabil diantaranya:
Tumbuh di keluarga yang kacau dan emosi tidak stabil sering kali membuat orang sangat peka terhadap suasana hati dan emosi orang lain.
Mereka belajar untuk terus-menerus mengukur suasana emosional di rumah untuk mencegah konflik dan meredakan situasi tegang.
Hasilnya, mereka menjadi terampil membaca orang lain. Bahkan mereka bisa memperhatikan isyarat kecil orang lain seperti perubahan nada suara dan bahasa tubuh.
Meskipun kepekaan ini dapat bermanfaat terutama dalam karir namun hal ini juga dapat menyebabkan meningkatnya kecemasan dan terlalu banyak berpikir dalam interaksi sosial.
Kepercayaan bisa menjadi masalah yang berat bagi kita yang dibesarkan di lingkungan yang emosinya tidak stabil. Bila Anda terbiasa dengan ketidakstabilan emosi maka Anda bisa mengembangkan naluri protektif artinya selalu mengantisipasi yang terburuk.
Sikap selalu mengantisipasi inilah yang membuat Anda sulit membangun kepercayaan terhadap orang lain. Anda takut tersakiti atau merasa kecewa ketika sudah terlanjur memberikan kepercayaan tersebut.
Tumbuh dalam lingkungan yang tidak stabil secara emosional bisa menumbuhkan perfeksionisme. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan seperti ini cenderung mengejar kesempurnaan sebagai sarana untuk menghindari konflik atau mendapatkan persetujuan.
Dorongan untuk mencapai kesempurnaan ini tidak akan hilang begitu saja di masa dewasa. Dorongan ini dapat memengaruhi hubungan, karir dan kesehatan mental.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
